Tujuh Orang Komplotan Gayus
(JAKARTA): Tersangka kasus mafia pajak Gayus Tambunan terus "bernyanyi". Dalam pemeriksaan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur (KITSDA) Ditjen Pajak, Gayus menyebut tujuh nama anggota komplotannya.Irjen Kemenkeu Hekinus Manao mengatakan, Senin malam 5 April pihaknya mendapat kesempatan untuk memeriksa Gayus. "Dia (Gayus, red) membuka beberapa nama ke tim saya. Ada tujuh yang disebut," ujarnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa 6 April.
Namun, Hekinus belum bersedia membeberkan tujuh nama tersebut. "Di antara tujuh orang itu, ada yang dari luar Ditjen Pajak. Tetapi, semuanya pegawai Kementerian Keuangan," katanya.
Menurut Hekinus, tujuh orang tersebut komplotan yang terlibat dalam berbagai aksi mafia pajak yang dilakukan Gayus selama ini. "Kami sudah menduga, dia (Gayus, red) tidak hanya sendiri," ucapnya.
Menyusul keterlibatan aparat di luar Ditjen Pajak dalam kasus mafia pajak, Kemenkeu akan melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh. "Kami ingin bersih-bersih," tandas Hekinus.
Khusus di Ditjen Pajak, Kemenkeu akan membuat aturan agar petugas pajak menyerahkan laporan harta kekayaan. "Laporan kekayaan ini kan ada di KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Saya sedang minta izin ke KPK. Mereka welcome," katanya.
Dirjen Pajak Mochamad Tjiptardjo menambahkan, saat ini pihaknya tengah mengevaluasi aparat pajak secara menyeluruh. "Kami kerja sama dengan KPP (Komite Pengawas Perpajakan). Kami belajar banyak dari kasus Gayus untuk meningkatkan keamanan," tuturnya.
Terkait rencana pemanggilan dirinya oleh Komisi XI DPR hari ini, Rabu 7 April, Tjiptardjo menyatakan siap datang. Rencananya, DPR meminta keterangan Tjiptardjo tentang berbagai masalah perpajakan, terutama kasus mafia pajak. "Saya kan prajurit. Disuruh apa saja siap," tegasnya. Berita lainnya LINTAS GLOBAL...
