Andi-Anas Saling 'Gilas'
(SUARAPUBLIC) - Persaingan memperebutkan Ketua Umum Partai Demokrat terus memanas. Bahkan dua kandidat kuat, Andi A Mallarangeng dan Anas Urbaningrum mulai menunjukan cara tak sehat dalam meraih simpatik kader Demokrat. Dalam beberapa kesemaptan, keduanya terkesan berupaya ‘saling menjatuhkan’.Sejauh ini, kubu Andi Mallarangeng mengklaim telah mendapatkan dukungan mayoritas dari kader-kader Partai Demokrat di seluruh Indonesia.
Namun klaim itu terbantahkan oleh hasil survei. Menurut lembaga Cirus Surveyors Group (CSG), Andi hanya unggul dari sisi pesona dan tingkat elisitas pendidikan. Ia jauh lebih mempesona dan enak dipandang mata dibandingkan dengan sosok Anas Urbaningrum. Andi Mallarangeng juga lebih unggul dibanding saingan kuatnya Anas Urbaningrum. Namun begitu, Anas di mata opinion leader cukup matang dari segi kepemimpinan.
"Hasil kita (survey Cirus - red), untuk urusan kepemipinan dan berorganisasi, Anas jauh lebih baik," kata Manager Riset Cirus Survey Group (CSG), Hasan Azmi, dalam seminar 'Tantangan Kepemimpinan Politik Partai Demokrat', di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Minggu (9/5).
Lebih jauh diungkap Hasan, Anas yang kini menjabat sebagai ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, menurut publik merupakan sosok yang mampu melahirkan ide cemerlang dan bertangan dingin. "Dia mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan persoalan pelik, termasuk konflik politik," katanya.
Menurutnya, mantan Ketua PB HMI itu pun memiliki pengalaman politik yang lebih banyak dari Andi. "Dia (Anas) tidak berpotensi menjadi one man show, menggunakan power dan bersedia menjadi pendengar. Kurang lebih mirip Pak SBY lah." Tegasnya.
Dalam kriteria kemampuan menyampaikan gagasan kepada konstituen dan kemampuan melakukan komunikasi ke sesama elit politik, Anas mengungguli Andi.
"Kemampuan Anas untuk kemampuan menyampaikan pandangan kepada konstituen mendapatkan skor 7,5 sedangkan Andi mendapat skor 7,3. Selain itu untuk kemampuan melakukan komunikasi ke sesama elit politik, Anas mendapat skor 7,6 dan Andi 7,1. Untuk kemampuan menggalang dukungan massa keduanya tidak berbeda jauh, Anas mendapat skor 7,2 dan Andi mendapatkan 7,1," sebutnya.
Survei juga menunjukan bila besarnya pengaruh restu SBY pada kandidat untuk menjadi ketua umum tak terlalu signifikan.
Dari survei yang dilakukan Cirus terhadap 150 orang berpengaruh di 15 ibukota provinsi di Indonesia, 60 persen menyebutkan, tidak perlu mendapat restu dari SBY. Sebanyak 150 orang berpengaruh itu terdiri dari 30 orang akademisi dan pengamat politik, 30 orang pimpinan lembaga swadaya masyarakat, 30 orang tokoh politik di tingkat provinsi, 15 orang pemimpin redaksi media cetak dan elektronik, 15 orang budayawan, 15 orang tokoh masyarakat/adat serta 15 orang tokoh agama.
Dalam survei ini, imbuhnya, juga ditanyakan lebih lanjut, apakah budaya restu dari ketua dewan pembina adalah budaya konstruktif. "Responden memberika lima jawaban berbeda. Sebanyak 48,0 persen menjawab sangat tidak konstruktif, 18,7 persen menjawab tidak konstruktif, 15,3 persen menjawab netral, 8,7 persen menjawab konstruktif serta 9,3 persen menjawab sangat konstruktif."
Bagaimana dengan Marzuki Alie? "Marzuki Alie tetap bagus memiliki keterampilan politik namun jauh tertinggal di antara kedua calon tersebut," tandas Hasan.
Tim sukses Anas Urbaningrum, Saan Mustofa yang mengaku sangat mengapresiasi hasil survei Cirus ini. "Ini modal luar biasa. Menambah kepercayaan diri. Sedikit optimislah. Cukup optimis Anas Urbaningrum Insya Allah akan menang," katanya di Jakarta, kemarin.
Sementara tim sukses Andi Mallarangeng, Ramadhan Pohan mengungkapkan, yang terpenting dalam pemilihan ketum ini adalah dukungan dari DPD dan DPC yang memiliki hak suara untuk menentukan. "Responden (150) itu sama sekali tidak memilki hak suara," tukasnya.
Berita lainya :
-----------------
Lintas Global :
-----------------
------------------------------------------------------------------------------------------------
