Jerussalem - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan akan membuka sebagian blokade wilayah laut terhadap Gaza. Namun, Netanyahu menolak untuk membuka seluruh blokade.
Blokade laut telah dilakukan Israel sejak tiga tahun lalu. "Israel akan terus mencegah kapal mencapai Gaza, sementara secara bersamaan meringankan blokade," kata situs berita Israel, Haaretz seperti dikutip detiknews, Senin (14/6/2010).
Bagi Israel pembukaan blokade jalur laut memang rawan. Namun, sikap untuk membuka sedikit blokade tetap akan dilakukan untuk kemungkinan yang baik bagi Israel.
"Kedatangan kapal langsung ke Gaza adalah problematis, tidak hanya bagi kita, tetapi juga bagi orang lain," imbuhnya.
Netanyahu mengatakan, dalam waktu dekat ia akan mengadakan rapat kabinet untuk membahas soal blokade. Termasuk membahas kapal bantuan yang akan datang dari Turki menuju Gaza.
Jakarta - Direktur Utama PLN Dahlan Iskan melontarkan wacana listrik gratis bagi rakyat miskin. Partai Gerindra menilai hal itu hanya mengada-ada.
"Usulan tersebut mengada-ada dalam situasi sekarang. Pemerintah jangan memberikan angin surga kepada rakyat," ujar Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani, diberitakan detikcom, Minggu (13/6/2010) malam.
Menurut Muzani, melihat kondisi sekarang, PLN tidak mungkin dapat melaksanakan listrik gratis kepada rakyat. Sebabnya, PLN terus mengalami kerugian.
"Itu tidak mungkin dilaksanakan. PLN mempunyai hak monopoli untuk menyalurkan listrik kepada pemerintah dan rakyat namun masih terus merugi," katanya.
Ketimbang melontarkan usulan yang tidak mungkin dilakukan oleh PLN, lanjut Muzani, PLN sebaiknya memprioritaskan penyaluran dan pengembangan jaringan listrik ke daerah-daerah pelosok yang masih belum tersentuh selama ini.
"Jangan memberi harapan yang tidak mungkin dilakukan. Mending, PLN mengurusi daerah yang masih banyak tidak dialiri listrik," jelasnya.
Selain itu, Muzani juga mempertanyakan uang administrasi berlangganan listrik PLN yang selama ini ditarik dari masyarakat dan dikembalikan lagi jika masyarakat sudah tidak berlangganan.
"Harganya kalau tidak Rp 25 ribu. Namun, selama ini kita tidak tahu kemana uang itu, di mana disimpan, berapa besarnya, bunganya berapa. Ini dulu yang sekarang kita pertanyakan," tandasnya.
Kemenangan dramatis Anas Urbaningrum yang berhasil menyisihkan isu kandidat – kandidat terpilih pada hari minggu lalu 24 mei 2010 telah telah membuka mata semua pihak bahwa partai besar sekaliber Partai Demokrat telah membuka ruang bagi tampilnya anak muda , sebagai ketua umum partai.
Sebuah peran besar diberikan bagi pria cancer kelahiran blitar 15 juli ini . Keberhasilan dan perjuangan selama 1 periode lalu dan diikuti dengan pemilu calon legislatif dan pemilu presiden 2009 adalah bekal dan bukti awal bahwa sosok Anas mampu tampil mendinginkan suasana ketika politik terasa panas . Peran peran anas membawa democrat dalam politik yang seirama dengan ketua dewan Pembina , yang kini menjabat Presiden RI untuk periode ke duanya.
SBY telah menjalankan pikiran pikiran Soekarno yang mengatakan bahwa “ berikan aku 10 orang pemuda maka akan aku goncangkan dunia”. Sebuah langkah yang bahkan Partai PDI-P sekalipun belum yang merupakan anak “biologis” bung karno belum bias melakukan hal tersebut.
Jelas terlihat Netralitas SBY baik di putaran pertama dan kedua untuk tidak terlibat mendukung salah satu kandidat , plus statemen SBY yang mengatakan bahwa para peserta kongres harus memilih dengan hati nurani . Ketahanan mental Sang Demokrat Jilid II ini teruji matang untuk tidak tergesa – gesa , takut tidak mendapat restu dan dukungan , adanya intervensi , tidak menyikap statemen yang keras , telah membuka mata khalayak peserta kongres dan masyarakat bahwa Anas sangat teruji dan layak menpati pos Ketua Umum Partai Demokrat .
DPC sebagai eksekutor telah mendengar aspirasi atas , bawah , kiri kanan dan masyarakat untuk sekali lagi memutuskan bahwa kemenangan Anas adalah aspirasi yang ada di luar arena kongres partai demokrat . Adanya Harapan Internal mengenai peranan DPC , DPD yang dimaksimalkan dalam statement Anas untuk melakukan revitalisasi partai adalah suatu hal yang membuka mata dan pikiran para peserta kongres.
Harapan eksternal yang terngiang dari daerah dan dibawa ke arena kongres adalah buah kepercayaan para pemilih bahwa sosok anak muda mantan ketua umum PB HMI ini akan mampu meneruskan dan menjadi harapan baru bagi mereka semua dalam perjuangan mereka di 2014 . Kesantunan dan kritikan halus ala Anas adalah modal besar untuk membawa nakhoda partai demokrat dalam langkah kontinuitas yang telah di terapkan oleh Presiden SBY .
Sosok AU yang diharap harapkan telah memberikan inspirasi akan adanya ikon baru baik untuk internal partai demokrat maupun adanya ikon ikon baru bagi anak muda tampil memainkan perannya baik dalam dunia kampus , intelektual , organisasi dan kepartaian . Jejak anas yang aktivis dan seorang intelektual akan diikuti oleh seluruh elemen muda yang ada di Indonesia . Sosok anak muda , anak guru yang mampu tampil ke permukaan . Harapan harapan inilah yang menghiasai segala pujian untuk Anas Urbaningrum yang telah berkarir baik dalam dunia aktivis , intelektual , organisasi dan partai politik.
Dari kalangan sahabat dan generasinya anas terbilang dekat dengan semua kalangan baik itu lintas okp di cipayung kelompok HMI , PMII , PMKRI , GMKI , dll . Di golongan organisasi senior semacam Muhammadiyah , NU , Al- Washiliyah keberadaaan sosok Anas saya yakin sangat diterima karena anas mampu menjaga ruh demokrat yang berada di tengah.
Kebutuhan SDM untuk demokrat dalam mewujudkan platform kerakyatannya , Anas memerlukan dukungan banyak lini baik itu dari internal maupun eksternal . Dengan arahan dan bimbingan dari Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono , Anas akan menyatukan kelompok kelompok muda lintas sector baik dari buruh , tani , nelayan , pekerja , pemuda dan mahasiswa , ekonom , politisi , ahli perminyakan dan energy , kesehatan , militer , hukum dan ham , IT dan lain lain .
Sebut saja beberapa intelektual muda yang perlu diambil pemikirannya seperti Ikhsan Modjo, Saiful Munjani , Usman Hamid , Fery Juliantono , Andi Arief yang mana bisa memperkuat barisan demokrat nantinya selain komposisi kepengurusan dari Internal yang sudah ada apabila yang bersangkutan bersedia masuk dan mau memperkuat kepartaian .
Young Demokrat Akan terus berkibar menjadi bola salju yang kuat dan menyerap kekuatan kekuatan baru bukan untuk Partai Demokrat saja , melainkan untuk Bangsa dan Negara Indonesia . Komitmen penguatan yang disampaikan oleh dua kandidat lain seperti Marzuki Alie dan Andi Mallarangeng untuk mendukung siapapun yang terpilih adalah komitmen kuat bagi kekuatan Anas dan partai demokrat dalam melangkah menuju tahap ke dua kemenangan demokrat .
Demokrat tidak akan bisa melepaskan diri dan melupakan jasa Pak SBY dalam membesarkan demokrat dan citra partainya . SBY adalah demokrat sejati yang dalam setiap langkahnya telah dibuktikan . Keberpihakan pada anti korupsi dan keberpihakan demokrasi dan kekuatan lobi Indonesia telah kembali mengangkat Indonesia menuju kejayaan Indonesia di wilayah Asia Tenggara . Reformasi birokrasi , Hukum dan HAM serta komitmen membangun bangsa adalah salah satu yang terus di suarakan oleh SBY .
Kemenangan ini adalah kemenangan Anak Muda Indonesia dan memberikan semangat baru pada potret Indonesia ke depannya . Kejujuran dan ketulusan dalam memberikan sumbangsih pikiran dan Tenaga adalah modal awal agar generasi muda Indonesia ma uterus berkarya dan tidak hanya menyerap budaya budaya impor dari luar , tidak hanya bisa bersenang senang dalam dunia nya melainkan mampu membuktikan diri dan persembahannya untuk Indonesia .
Penulis adalah Peneliti Golden Institute www.goldeninstitute.com
Contact : email : aby.indonesia@gmail.com HP : 08-999-324134 0856-999-3263
Profil Singkat : Lahir : Jakarta , 08 Juli 1980 Aktivitas : Ketua HMTIF Usakti Vice Presiden BEM Usakti 2003 – 2004 Sekjen Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional Ketua Badko HMI Jabodetabeka Banten 2004-2005 Penasehat Golden Institute ( www.goldeninstitute.com ) Pendiri SItus Online Duaberita.com Pendidikan : SD Muhammadiyah V Jakarta SMP Negeri 19 Jakarta SMU Muhammadiyah I Yogyakarta Usakti , Teknik Informatika Usakti , Magister Managemen
Bicara pemegang saham di Partai Demokrat, Mutlak semua akan menyatakan kesetujuannya bahwa Pak SBY adalah Individu yang sangat berkepentingan terhadap partai ini. Keterlibatan Ketua Dewan Pembina Tidak hanya pada persoalan nama, melainakan juga pada Mars Demokrat dan perangkat lain seperti lambing dan kelahiran partai yang kebetulan identik dengan hari ulang tahun beliau.
Alkisah pernah terjadi diskusi antara Pak Vence Rumangkang dan Pak SBY dalam hal nama ,diceritakan bahwa pak Vence mengusulkan namanya Partai Nasionalis Kebanngsaan, namun karena terlalu panjang akhirnya SBY mengusulkanagarmenjadi, DEMOKRATkarena lebih mudah disebut dan diingat.
Proses perjalanan waktu menghantarkan partai segitiga berbentuk bintang mercy tersebut menjadi partai yang mampu menghantarkan SBY menjadi orang nomor 1 di RI pada 2004 plus mengalahkan pesaingnya ketika itu adalah Megawati Soekarnoputri.
Dua orang Ketua Umum Partai, yakni Prof. Subur Budhi Santoso dilanjutkan kemudian oleh Hadi Utomo telah menanjakkan posisi partai dalam angka angka yang cukup signifikan dalam setiap pemilu. Sebut saja ketua yang terakhir adalah yang kemudian berhasil menghantarkan SBY menjadi Presiden RI untuk batas waktu yang terakhir sesuai dengan amanat UUD Republik Indonesia. Dengan perolehan suara partai bermodal 20% telah berhasil menghantarkan SBY menjadi pemenang pemilu satu putaran.
Keberhasilan Demokrat meraih angka 20 persenan tersebut tentu saja bukan hanya perjuangan sang ketua umum. Kita tidak bisa membohongi diri bahwa mayoritas masyarakat memilih dan mencoblos partai demokrat di 2009 adalah dikarenakan sosok SBY yang cukup dominan. Ketokohan dan semangat SBY sedikit banyakmendorong masyarakat Indonesia untuk memilih Demokrat dan SBY.
Kelompok investor puncukup merasa nyaman dengan policy yangadadan akan tercipta dari pemerintahan era SBY-JK (Jusuf Kalla) dan juga harapan yang sama pada eraSBY-Boediono.Penggabungan mesindan strategi partaiyang diracik oleh ketua umum Hadi Utomo berikut jajarannya plus ketokohan SBY danpencitraannya telah terlihat pada pemilu 2009.
Bandung23 mei2010 lalu adalah momentum langkah baru untuk demokrat dalam strateginya merumuskan langkah awal menuju 2014. Paling tidak Sang Pengatur Mesin Baru telah lahir, namanya Anas Urbaningrum . Dia terpilih sebagai Ketua Umum ke Tiga DPP Partai Demokrat periode 2010 – 2015. Demokrat boleh berbangga diri karena paktek demokrasi terimplementasi nyata dalam Kongres II lalu. Tidak ada intervensi.
Pujian mengalir untuk partai demokrat dari masyarakat yang sepertinya selaras antara keinginan peserta kongres dengan masyarakat luar.Kepercayaan para pemilih di kongres diserahkan kepadaAnas Urbaingrum untuk meneruskan langkah partaidan jejak para ketua umum sebelumnya. Tidak hanya masyarakat, elite elite partai juga cukup kaget dan memberikan apresiasi bagi partai Demokrat yang mempercayakan sosok berusia 41 tahun tersebut memimpin gerbong dan klaim sebagai partai terbesar hari ini.
Di periode ketiga ini partai demokrat akan diuji kembali dengan kondisi bahwa sosok SBY tidak akan hadir di 2014. Tentu saja Anas dan Ketua Dewan Pembina harus berhitung bagaimana langkah dan strategi yang dapat dilakukan agar posisi partai meningkat perolehan suaranya atau minimal tidak berkurang. Antara lain adalah bagaimana masyarakat bisa menilai keberhasilan pemerintahan SBY di 2009 – 2014.
Kemudian bagaimana cara Anas mengembangkan sayap partai dan memenangkan Pilkada di Indonesia serta kemampuan untukmenyerap potensi SDM yang ada di tanah air yang muda dan merakyat.Paling tidak komitmen yang dikatakan Anas adalah akan mengurus partai secara maksimal dan tidak paruh waktu. Anas akan mundur dari posisi Ketua Fraksi di DPR RI. Pengganti jajaran fraksi segera akan dilakukan.
Struktur kepengurusan partai yang diisi oleh DPP Demokrat sebaiknya adalah gabungan potensi internal dan potensi eksternal. Tim 9 yang menyusun komposisi kepengurusan partai setidaknya perlu memikirkan bagaimana kepengurusan partai menjadi efektif dengan menggabungkan semua komponen dan kekuatan partai.
Posisi posisi kunci partai seperti sekjen dan wakil ketua umum harus diisi oleh individu yang pas dan dapat memperkuat roda partai di Demokrat sehingga semua kalangan terakomodir. Barisan Andi Mallarangeng dan Marzuki Alie, serta kelompok senior tidak ketinggalan perlu diperhatikan oleh Anas dan Tim 9 dalam pertimbangan menyusun kepengurusan.
Posisi sekjen, yakni orang nomor dua di kepartaian saat ini banyak di perbincangkan oleh para pengamat dan partai.Kemauan Edi Baskoro Yudhoyono untuk berpolitik dan kemudian menjadi tim sukses Andi Mallarangeng adalah bukti nyata Ibas sedang belajar dalam berpolitik dan berorganisasi.
Terlepas dari darah birunya, Pada momentum kongres kemarin seolah SBY tengah membiarkan agar ibas semakin belajar dan mempercepat proses pembelajaran politiknya . Anggota DPR RI dengan perolehan suata terbesar di pacitan tersebut dapat menjadi pilihan pertama untuk di plot sebagai sekjen.
Mengapa?Karena Ibas akan dapat belajarbanyakdari Anas dan juga menjadi telingadan matabagi SBY di Kepengurusan Demokrat serta ketika turun ke bawah di daerah daerah.Selain itu pertimbangan Ibas menjadi sekjen adalah agar dapat mudah menyelaraskan agenda DPP Demokrat dengan program pemerintahan yang sedang dipegang oleh Ketua Dewan Pembina.
Kubu Marzuki berpendapat bahwa posisi sekjen perlu diisi oleh generasi Senior untuk dapat menyesuaikan akselerasiAnas yang masih muda. Wajar dengan pendapat tersebut agar jam terbang ke 'senioran' bisa menjadi pertimbangan pertimbangan ketika DPP mengambil sikap. Beberapa nama senior yang mampu tampil sebagai sekjen sebut saja namaAndi Mallarangeng,Haryono Isman, Max Sopacua, Meilani Suharli, dll.
Khusus buat Andi Mallarangeng yang merupakan kandidat Ketum selain sekjen posisi wakil ketua umum juga bisa menjadi akomodasi bagi pria Makassar ini untuk tetap berkiprah di demokrat, toh usianya juga masih muda saat ini. Apalagi Andi memiliki kekuatan jaringan dan advertising FOX yang sudah teruji dalam event event politik tanah air.
Selain Ibas, ada beberapa nama juga dari pihak keluarga yang cukup layak menempati pos orang nomor dua di kepartaian. Antara lain sebut saja Agus Hermanto yang masih kerabat SBY, Nurcahyo Anggoro yang merupakan putra Hadi Utomo. Cukup layak ke dua nama tersebut tampil mewakili pihak keluarga cikeas. Saat ni Nurcahyo ( yoyo ) juga menjabat sebagai Anggota DPR RI dan kemarin juga menjadi tim sukses pemenangan Andi Mallarangeng.
Alternatif terakhir adalah pengakomodasian dari kalangan purnawirawan MIliter baik dari AU, AD, AL yang cukup dipercaya SBYuntuk membantu Anas memimpin demokrat. Keterlibatan purnawirawan dalam panggung politik hampir ada di setiap partai. Hal ini tidak lebih untuk menjaga kesatuan NKRI dan Pancasila serta pengalamannya dalam hal territorial di Indonesia akan menjadi tambahan energy bagi partai untuk urusan pilkada, harmonisasi dan stabilitas pusat dan daerah.
Kesibukan Partai Demokrat ke depan selain internal dan penguatan organisasi, tentu saja Demokrat harus menjaga hubungan dengan mitra koalisi yang ada seperti Partai Golkar, PAN, PKB, PKS, PPPadalah pekerjaan rumah yang tidak mudah.Baik hubungan dengan para ketua umum berikut dengan penguatan koalisi di legislatif dan eksekutif.
Tentu saja agar panjang umur demokrat harus melakukan evaluasi terhadap mitra koalisi dan membuat jalan baru yang lebih manis dalam menggolkan agenda agenda pemerintahan SBY – Boediono disamping melakukan reformasi di segala bidang. Sehingga hal ini akan membuat citra partai tetap baik di mata masyarakat dan lembaga survey.
Untuk itulah maka harmonisasi dan jajaran kepengurusan partai demokrat dan jajaran intinya harus dipilih dengan pertimbangan yang matang agar sosok Anas mampu tampil paling tidak mendekati citra SBY sebagai “Sang Demokrat Jilid II“. Bagi Partai demokrat kelahiran sosok sosok baru sangat perlu di munculkan mengingat partai ini masih baru dan membutuhkanresourceyang banyak dan mempercepat akselerasi dari partai sejenis yang ada seperti partai Golkar yang boleh dibilang agak cukup dalam hal resource bagi kebutuhan di jajaran pemerintahan.
Kita tidak akan bisa menebak konstelasi politik yang akan terjadi di 2014. Kalau disejajarkan dengan ketua partai yang lain , Anas terbilang paling muda di bandingkan dengan ketua partai yang ada seperti Abu Rizal Bakrie (Golkar), Hatta Radjasa (PAN), Muhaimin Iskandar (PKB), Suryadharma Ali (PPP), Lutfi Hasan (PKS), Megawati ( PDI – P ), MS Ka’Ban (PBB), Bursah Zarnubi (PBR), Geirndra, Wiranto (Hanura).
Semua pimpinan partai akan kembali berhitung dengan positioning Demokrat hari ini terlebih partai partai besar yang pernah memegang tampuk kekuasaan di Republik Ini. Mungkin saja sejarah baru demokrasi di Indonesia akan bergerak menuju lompatan baru di 2014. Entah apakah generasi muda bisa tampil di arena tersebut ataukah wajah lama yang akan menghiasi kertas suara KPU di ajang pemilihan presiden dan wapres.Rakyat yang akan menentukan hasilnya.
(SUARAPUBLIC) - Ketua Pemimpin Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin juga menilai wajar bila Anas Urbaningrum terpilih menjadi Ketua Umum DPP Partai Demokrat dalam kongres partai itu. Namun Din sedikit kurang yakin Anas mampu mempertahankan kejayaan Demokrat pada Pemilu 2014 nanti.
“Saya kira tidak mudah bagi Demokrat dan partai lainnya dalam Pemilu 2014. Karena rakyat pemilih juga semakin cerdas,” ungkapnya, dikutif JPNN, sembari memberikan alasan beban yang dipikul Anas beserta pengurus partai di pusat maupun daerah semakin berat mengingat Demokrat adalah pememang Pemilu legislatif 2009.
Barometer digunakan Din adalah Pilosofi dimana kadangkala mencapai kemenangan mudah, tapi mempertahankannya tidak mudah. “Apalagi menyangkut orang banyak,” imbuh Din Syamsuddin.
Menurut Din, diawal pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, beban berat yang disandang Anas adalah sudah berhadapan dengan batu sandungan seperti kasus Bank Century yang hingga saat ini belum jelas penyelesaiannya.
Din melihat sikap Demokrat yang defensif dalam kasus Century dan mati-matian membela keputusan pengucuran dana talangan (bailout) membuat partai yang dibidani SBY itu tersudut di mata pemilih.
"Kasus Century ini sedikit banyaknya membawa dampak dan pengaruh secara sistemik bagi Demokrat. Pembelaan Demokrat di pansus Century jusru menimbulkan kecurigaan masyarakat banyak , kenapa kok begitu getol membela?,” tegas Din Syamsuddin.
Din Syamsuddin mengaku menaruh harapan pada terpilihnya Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Din menilai Anas sebagai tokoh generasi muda telah memperlihatkan cara berpolitik santun dan bijak.
"Saya melihat ini sebagai peluang, di mana generasi muda bisa melakukan perubahan," ujar Din Syamsuddin. Din berharap Anas Urbaningrum dapat membawa perubahan siginifikan sesuai dengan visi dan misi maupun ideologi Demokrat.
Karenanya, Din berpesan agar mantan ketua umum PB Himpunan Mahasiswa Islam itu tetap konsisten mengemban amanat Kongres Partai Demokrat yang baru saja berakhir. “Semoga dapat mengemban amanat dengan baik, membawa partai demoktrat pada arah kemajuan,” ujar Din berharap.
Terpisah, Paula Singal, politisi Demokrat di DPR, merasa yakin ide yang diusung Anas akan menghantarkan Demokrat menjadi partai modern, kuat dan disegani. Alasannya, karena Anas merupakan figur berlindung di balik pencitraan tetapi memimpin dengan hati.
Itu menjadi sebuah tolok ukur untuk mewujudkan demokrasi yang modern dan produktif, tegas Paula.
(SUARAPUBLIC) – Ketua Umum DPP terpilih, Anas Urbaningrum, tak ingin sebarangan menyusun kepengurusan Partai Demokrat periode 2010-2015. Kareanya dia meminta waktu satu hingga empat minggu membentuk ‘kabinetnya’.
Diinformasikan, Ketua Umum PD Anas Urbaningrum beserta tim formatur tengah sibuk menyusun susunan kepengurusan lengkap yang berjumlah sekitar 100 orang. Rapat formatur akan berlangsung di Jakarta.
“Kita tidak gegabah. Waktunya kita minta antara satu dan empat minggu," kata Ahmad Mubarok, mantan ketua tim sukses Anas, dikutif Komapas.com, Senin (24/5/2010).
Menurut Mubarok, penyusunan kepengurusan sepenuhnya kewenangan ketua umum dan tim formatur yang terdiri dari Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum PD 2005-2010 Hadi Utomo, Ketua Steering Committee Edhie Baskoro, dan lima kader PD yang mewakili lima wilayah di Indonesia.
Namun Mubarok bertolak belakang dengan pernyataan mantan anggota timses Anas, Benny K Harman. Menurutnya susunan kepengurusan PD akan disusun secepatnya. Ini lantaran ada pekerjaan kepartaian yang memerlukan penyelesaian secara administratif.
"Secepanya lah, agar pekerjaan lainnya yang tak kalah penting dan mendesaknya bisa juga secepatnya diselesaikan,” ungkap Ketua Komisi III DPR RI tersebut.
(SUARAPUBLIC) – Terpilihnya Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD) menggantikan Hadi Utomo memunculkan, komentar beragam dari kalangan politisi tanah air. Namun kesemuanya bernada positif. Bahkan Anas dianggap layak jadi Calon Presiden (Capres) 2014.
Seperti dikatakan Ketua DPP Partai Hanura, Yuddy Chrisnandy. “Kemenangan Anas pertanda baru kepemimpinan muda menyongsong 2014. Anas figur yang menjual sebagai calon presiden (capres) 2014. Dia politikus muda paling memiliki peluang untuk itu,” kata Yuddy dikutif Kompas.com.
Yuddy menilai, terpilinya Anas menjadi Ketua Umum DPP Partai Demokrat juga seakan menepis tradisi lama. Dinamika yang terjadi dalam Kongres PD memberikan pesan bahwa uang bukanlah segala-galanya.
Namun Managing Partner IMPACT Indonesia, M Ichsan Loulembah menilai, terlalu jauh bila kemenangan itu dikaitkan dengan kemungkinan dicalonkannya Anas menjadi Capres 2014. Diakuinya posisi Anas sangat memungkinkan itu terjadi, meski semua keputusan wewenang internal Partai Demokrat.
“Terlalu dini tapi bukan hal mustahil itu terjadi. Apalagi bila Anas nantinya mampu membawa Demokrat menjadi pemenang Pemilu,” kata Ichsan, mantan anggota DPR RI yang juga salah seorang yang berada di belakang kemenangan Anas Urbaningrum di kongres Demokrat tersebut.
Lebih jauh diungkapkan Ichsan, sebelum kongres, Anas memang yang paling memiliki nilai jual dibanding semua kandidat calon ketua umum Demokrat lainnya. Bahkan di internal Demokrat, Anas dianggap yang paling layak menggantikan Hadi Utomo sebagai Ketum PD.
Karenanya tak heran, mereka hanya bekerja 15 persen saja untuk memengkan Anas. Selebihnya, 75 persen, Anas meyakinkan sendiri para kader Demokrat dengan membuktikan kualitasnya sebagai pemimipin. “Telebih dahulu dia sudah membuktikan bahwa dialah yang pantas menjadi pemenang," timpal Ichsan.
Kualitas kepemimpinan Anas, dibenarkan Kader Demokrat asal Aceh, Teuku Riefky Harsya. Menurutnya, terpilihnya Anas menjadi ajang konsolidasi bagi seluruh kader Demokrat kedepannya. “Terpilihnya Anas, makin menunjukkan bila Demokrat adalah partai demokratis,” tegasnya.
Dimata Teuku Riefky sendiri, Anas adalah figur terbaik yang dipilih kader Demokrat. Anas dianggap lebih berhak memimpin partai. “Sangat diperlukan saat ini adalah menunjukkan kinerjanya, berbuat nyata dengan membuat partai ini baik dan lebih baik lagi," pungkasnya.
(SUARAPUBLIC) – Kandidat kuat calon Ketua Partai Demokrat Anas Urbaningrum angkat bicara soal koalisi pendukung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono. Menurutnya koalisi tak lain demi meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Kesepakatan politik yang terjadi dapat memperkokoh dan mengefektifkan koalisi. Bukan untuk melayani kepentingan transaksional para elit partai. Bukan koalisi dagang sapi," tegas Anas, dalam keterangan tertulisnya, Senin 10 Mei 2010.
Anas yakin, efektifitas koalisi bisa berpengaruh dan semakin banyak berbuat untuk kepentingan rakyat. Orientasinya adalah untuk menjamin efektifitas dan produktivitas pemerintah.
"Jangan sampai ikhtiar untuk membangun koalisi politik yang stabil dan produktif dianggap sebagai keganjilan," ujar Ketua Fraksi Demokrat di DPR ini.
Anas menegaskan, partai-partai koalisi bersepakat untuk membentuk Sekretariat Bersama Partai Koalisi. Di dalam sekretariat gabung itu, akan dibahas dan disepakati isu-isu dan agenda strategis yang akan dilaksanakan bersama seluruh partai koalisi.
"Agenda dan isu strategis itu adalah fokus pada upaya membina demokrasi produktif dan peningkatan kesejahteraan rakyat," tegasnya.
Menurut Anas, membina koalisi yang terlembaga adalah tuntutan sejarah dan untuk kepentingan masa depan. "Ini adalah operasionalisasi dari komitmen berkoalisi," ujarnya.
Seperti diketahui, pada Kamis 6 Mei malam lalu digelar pertemuan mitra koalisi SBY-Boediono di kediaman Presiden SBY di Cikeas, Bogor. Hasilnya, SBY menjadi Ketua Koalisi, dan Aburizal Bakrie menjadi Ketua Harian.
(SUARAPUBLIC) - Persaingan memperebutkan Ketua Umum Partai Demokrat terus memanas. Bahkan dua kandidat kuat, Andi A Mallarangeng dan Anas Urbaningrum mulai menunjukan cara tak sehat dalam meraih simpatik kader Demokrat. Dalam beberapa kesemaptan, keduanya terkesan berupaya ‘saling menjatuhkan’.
Sejauh ini, kubu Andi Mallarangeng mengklaim telah mendapatkan dukungan mayoritas dari kader-kader Partai Demokrat di seluruh Indonesia.
Namun klaim itu terbantahkan oleh hasil survei. Menurut lembaga Cirus Surveyors Group (CSG), Andi hanya unggul dari sisi pesona dan tingkat elisitas pendidikan. Ia jauh lebih mempesona dan enak dipandang mata dibandingkan dengan sosok Anas Urbaningrum. Andi Mallarangeng juga lebih unggul dibanding saingan kuatnya Anas Urbaningrum. Namun begitu, Anas di mata opinion leader cukup matang dari segi kepemimpinan.
"Hasil kita (survey Cirus - red), untuk urusan kepemipinan dan berorganisasi, Anas jauh lebih baik," kata Manager Riset Cirus Survey Group (CSG), Hasan Azmi, dalam seminar 'Tantangan Kepemimpinan Politik Partai Demokrat', di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Minggu (9/5).
Lebih jauh diungkap Hasan, Anas yang kini menjabat sebagai ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, menurut publik merupakan sosok yang mampu melahirkan ide cemerlang dan bertangan dingin. "Dia mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan persoalan pelik, termasuk konflik politik," katanya.
Menurutnya, mantan Ketua PB HMI itu pun memiliki pengalaman politik yang lebih banyak dari Andi. "Dia (Anas) tidak berpotensi menjadi one man show, menggunakan power dan bersedia menjadi pendengar. Kurang lebih mirip Pak SBY lah." Tegasnya.
Dalam kriteria kemampuan menyampaikan gagasan kepada konstituen dan kemampuan melakukan komunikasi ke sesama elit politik, Anas mengungguli Andi.
"Kemampuan Anas untuk kemampuan menyampaikan pandangan kepada konstituen mendapatkan skor 7,5 sedangkan Andi mendapat skor 7,3. Selain itu untuk kemampuan melakukan komunikasi ke sesama elit politik, Anas mendapat skor 7,6 dan Andi 7,1. Untuk kemampuan menggalang dukungan massa keduanya tidak berbeda jauh, Anas mendapat skor 7,2 dan Andi mendapatkan 7,1," sebutnya.
Survei juga menunjukan bila besarnya pengaruh restu SBY pada kandidat untuk menjadi ketua umum tak terlalu signifikan.
Dari survei yang dilakukan Cirus terhadap 150 orang berpengaruh di 15 ibukota provinsi di Indonesia, 60 persen menyebutkan, tidak perlu mendapat restu dari SBY. Sebanyak 150 orang berpengaruh itu terdiri dari 30 orang akademisi dan pengamat politik, 30 orang pimpinan lembaga swadaya masyarakat, 30 orang tokoh politik di tingkat provinsi, 15 orang pemimpin redaksi media cetak dan elektronik, 15 orang budayawan, 15 orang tokoh masyarakat/adat serta 15 orang tokoh agama.
Dalam survei ini, imbuhnya, juga ditanyakan lebih lanjut, apakah budaya restu dari ketua dewan pembina adalah budaya konstruktif. "Responden memberika lima jawaban berbeda. Sebanyak 48,0 persen menjawab sangat tidak konstruktif, 18,7 persen menjawab tidak konstruktif, 15,3 persen menjawab netral, 8,7 persen menjawab konstruktif serta 9,3 persen menjawab sangat konstruktif."
Bagaimana dengan Marzuki Alie? "Marzuki Alie tetap bagus memiliki keterampilan politik namun jauh tertinggal di antara kedua calon tersebut," tandas Hasan.
Tim sukses Anas Urbaningrum, Saan Mustofa yang mengaku sangat mengapresiasi hasil survei Cirus ini. "Ini modal luar biasa. Menambah kepercayaan diri. Sedikit optimislah. Cukup optimis Anas Urbaningrum Insya Allah akan menang," katanya di Jakarta, kemarin.
Sementara tim sukses Andi Mallarangeng, Ramadhan Pohan mengungkapkan, yang terpenting dalam pemilihan ketum ini adalah dukungan dari DPD dan DPC yang memiliki hak suara untuk menentukan. "Responden (150) itu sama sekali tidak memilki hak suara," tukasnya.
(SUARAPUBLIC) – Bila sejumlah kalangan menganggap dibentuknya Sekretaris Bersama Partai Koalisi kedepannya akan memunculkan kiamat kecil dalam demokrasi tanah air, justru sebaliknya menurut pandangan PPP. Bahkan PPP yakin, keberadaan koalisi itu akan menstabilkan suasana politik nasional hingga tiga tahun mendatang.
"Saya tegaskan, Sekber memang kartel politik. Kalau OPEC (Organisasi Minyak Dunia) saja boleh membentuk kartel untuk stabilisasi supply dan demand,mengapa kami (koalisi) tidak?" kata Wakil Sekjen PPP, Romahurmuziy, di Gedung DPR, Jakarta, Senin 10 Mei 2010.
Ia menyatakan, kartel politik macam ini merupakan terobosan dan babak baru dalam demokrasi Indonesia. "Kita justru harus mengapresiasi kartelisasi politik untuk Indonesia putih," kata politisi yang akrab disapa Romy ini.
Kendati demikian, ia mengakui bahwa dalam jangka pendek ini, pembentukan Sekretariat belum menjadi jaminan bahwa agenda-agenda koalisi dapat terealisasi penuh.
"Kartel politik dalam bentuk Sekber adalah untuk efisiensi demokrasi. Jadi kita lihat saja efektivitasnya nanti," kata Romy lagi.
Ia menambahkan, langkah SBY untuk memilih Aburizal itu jelas lebih didasarkan pada pertimbangan profesionalisme. Pada akhirnya, ujarnya, kader Demokrat sendiri harus menjadikan hal ini sebagai pembelajaran untuk lebih keras bekerja dan berusaha.
(SUARAPUBLIC) – Ditetapkannya Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie sebagai ketua harian Sekretariat Gabungan koalisi memunculkan tudingan beragam dari berbagai kalangan. Di antaranya ada yang menyebutkan telah terjadi transaksi politik antara Partai Demokrat dan Partai Golkar.
Namun Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso membantah tudingan tersebut. "Tidak benar ada politik transaksional dan deal-deal politik jangka pendek termasuk soal mundurnya Sri Mulyani sebagai menteri keuangan," kata Priyo, Senin (10/5), di gedung DPR, Jakarta.
Priyo juga membantah jika Ical dikatakan sebagai pengendali koalisi. "Yang jadi ketua Pak SBY (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-red), pengendali utama sudah tentu Pak SBY," ucapnya, sembari mengatakan bila ditujuknya Ical dipilih sebagai ketua harian karena mempertimbangkan Golkar adalah pemenang urut dua pemilu.
Alasan lainnya, kata dia, bisa saja karena Ical dianggap politisi senior. Meski Golkar jadi ketua harian, Priyo menegaskan tidak ada posisi bos dalam koalisi. "Koalisi itu kesetaraan dan kebersamaan, jadi tidak ada bos," ujarnya. Koalisi juga bukan dimaksudkan buat menyeragamkan. Sebab kalau itu terjadi, timpalnya, akan ada kiamat kecil dalam demokrasi di tanah air.
Dia juga membantah bahwa Partai Golkar tidak melanjutkan kembali kasus Bank Century setelah adanya koalisi. Priyo mengaku mendapat telepon dari Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie setelah melontarkan keinginan Golkar mempetieskan kasus Centuy. "Pak Ical meminta saya menggunakan istilah yang lebih tepat. Karena itu saya tarik istilah mempetieskan," kata Priyo.
Bukan cuma menarik istilah mempetieskan, Priyo juga membalik lidah soal pernyataannya tentang kasus Century. "Sikap Golkar terhadap kasus Century adalah kasus Century agar bisa dituntaskan setuntas-tuntasnya, aspek hukum agar berjalan terus," katanya. Dia menjamin proses hukum akan terus berjalan, apalagi DPR telah membentuk tim pengawas.
Golkar, kata dia, tidak punya rencana sedikit pun untuk menghentikan kasus Century. Yang ingin dilakukan Golkar, kata Priyo, adalah agar ada pendinginan situasi politik. Karenanya bila ada anggota yang ingin mengajukan hak menyatakan pendapat, maka pihaknya mempersilakan saja selama sesuai dengan koridor yang diatur DPR. "Kami tidak dalam posisi maupun melarang maupun menganjurkan," pungkasnya.
(NGAWI) - Panitia Pengawas (Panwas) pemilihan kepala daerah Kabupaten Ngawi terus menelusuri keterlibatan sejumlah camat dalam kampanye calon bupati dan wakil bupati Budi Sulistyono alias Kanang-Ony Anwar (OK). Kanang saat ini adalah Wakil Bupati Ngawi dan Ony adalah putera Bupati Ngawi Harsono.
Ketua Panwas Pilkada Ngawi Sugiharto mengatakan, sudah memintai keterangan Camat Paron Suraji, Camat Jogorogo Suhadi, dan Camat Sine Bambang Supriyanto. Namun mereka mengaku hanya melakukan tugasnya sebagai kepala wilayah.
Menurut Sugiharto, ketika dimintai keterangan para camat juga beralasan mereka melakukan monitoring sesuai dengan perintah bupati yang tercantum dalam Peraturan Bupati tentang monitoring Pilkada. “Katanya memang ada Peraturan Bupati untuk monitoring pilkada, itu yang dijadikan alasan mereka,” katanyanya, dikutif Tempo, Senin (3/5).
Beberapa waktu lalu, Panwas mendapat laporan tentang keterlibatan camat dalam berbagai kegiatan kampanye pasangan OK. Camat Paron Suraji, misalnya, hadir dalam acara OK di Desa Jeblokan, Kecamatan Paron, 27 April lalu.
Sugiharto berjanji jika memang terbukti melanggar maka sesuai aturan KPU, Panwas akan merekomendasikannya ke KPU setempat untuk ditindaklanjuti.
Selain itu, saat kampanye OK, Panwas juga mendapat laporan adanya mobil dinas berpelat merah dengan nomor polisi AE 369 JP milik salah satu fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Ngawi yang digunakan peserta kampanye. “Hingga kini, Panwas masih mengkaji dan mendalami temuan pelanggaran tersebut,” ucapnya.
Ketua KPU Ngawi Sunarto mengingatkan batasan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang netralitas PNS selama masa tahapan pemilihan umum, termasuk dalam Pilkada, juga Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008.
“Seorang PNS baik melibatkan diri atau dilibatkan dalam kampanye jelas tidak diperbolehkan oleh Undang-Undang. Jika terbukti melanggar maka sanksinya bisa berupa peringatan hingga pemecatan,” jelasnya.
Berita lainya : ------------------------------------------------------------------------------------------------
(SURABAYA) - Desakan untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) marketing fee Bank Jatim terus menguat. Setelah para inisiator melayangkan surat pembentukan Pansus kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur, dua fraksi mengajukan surat serupa.
Dua fraksi tersebut adalah Fraksi Gerindra dan Fraksi Persatuan Pembangunan Reformasi (FPPR). “Seluruh anggota fraksi kami sudah satu suara untuk mendesak pembentukan Pansus,” kata Ketua DPD Gerindra Jawa Timur Gudfan Arif, Senin (3/5).
Dengan delapan kursi, menurut Gudfan, dukungan Gerindra akan sangat berarti bagi terwujudnya Pansus. Apalagi hingga hari ini sudah terkumpul 16 orang inisiator.
Dihubungi terpisah, anggota FPPR Nizar Zahro juga optimistis Pansus akan terbentuk. Dukungan anggota DPRD dari dua fraksi tersebut semakin memperkuat upaya desakan kepada pimpinan DPRD untuk menyetujui pembentukan Pansus. “Kami optimistis Pansus bisa terbentuk,” ucap Nizar yang juga salah seorang inisiator.
Menurut Nizar, pembentukan Pansus sangat penting untuk mengusut berbagai kejanggalan dalam pemberian marketing fee Bank Jatim senilai Rp 71,4 miliar pada tahun 2004-2005 kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Di antara kejanggalan tersebut adalah dana marketing fee ternyata masuk ke dalam sebuah rekening khusus di luar rekening milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Selain itu, pemberian fee juga tidak masuk kedalam kas daerah.
Kejanggalan-kejanggalan tersebut juga menjadi temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat menyelidiki kasus tersebut.
Yang jadi pertanyaan, kapan dilakukan penyelidikan serupa terhadap bank milik daerah lainnya di provinsi dan kabupaten.
Berita lainnya : ------------------------------------------------------------------------------------------------
(SUARAPUBLIC) - Artis bertubuh sintal, Tessa Mariska diam-diam beberapa kali mendapat tawaran maju sebagai calon bupati atau calon wali kota. Bukan sekadar tren atau ikut-ikutan dengan artis yang maju pada pilkada. Tapi dia harus menyediakan dana sangat besar.
Tapi Tessa punya bekal dalam politik. Maklum dia masih tercatat sebagai pengurus Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo Subianto. "Memang sudah ada tawaran untuk pencalonan sebagai calon bupati Lampung Tengah, bukan siap-siap, tapi aku belum berani maju. Pada 4 Maret lalu aku diminta untuk menjadi cawabup Lampung Tengah, aku belum siap," terangnya, Sabtu (24/4)
Pedangdut bertubuh seksi ini mengaku, beberapa minggu lalu kembali mendapat tawaran menjadi calon bupati Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Namun tawaran tersebut ia tolak karena ia tidak mengerti keberadaan kota tersebut.
"Bukan kota kelahiranku, aku juga nggak tahu tentang kota tersebut. Aku belum percaya diri Apalagi aku di partai baru banget. Masih belajar di DPR di Fraksi Gerindra. Belum berani banget untuk maju. Kalau aku pede dan banyak dukungan, hajar! Terus dihina-hina sama orang-orang, deh. Artis itu pasti dihina dan direndahkan kalau maju sebagai calon birokrat," tukasnya.
Untuk maju di pilkada, menurut Tessa, seseorang harus menyiapkan dana yang tidak sedikit. Di tangan mesti ada Rp 10 miliar untuk jadi cawabup. Aku ini nggak siap untuk kalah.
Tessa mengungkapkan, selama ini masyarakat menilai dirinya mempunyai masa lalu jelek, kejelekan masa lalu selalu akan diungkit jika masuk dalam birokrat. Untuk itu, ia sekarang membentengi dengan memperdalam ilmu politik sebagai wakil rakyat di DPR dan berusaha menyelesaikan kuliah S2.
"Kalau lima tahun sudah siap, hajar bleh, termasuk modalnya yang Rp10 miliar itu. Kalau bupati sekitar Rp 35 miliar untuk kampanye dan sosialisasi. Jadi caleg aja bisa lebih dari Rp 2 miliar kemarin yang keluar," jelasnya.
Tessa mengatakan, saat ini dirinya belum siap untuk maju di bursa pilkada. "Saya sampaikan kepada calon yang meminta saya itu sampai saat ini belum berpikir untuk maju. Aku hargai tawaran tersebut. Enggaklah, aku belum punya modal, kok. Aku banyak belajar dari Nurul Arifin. Dia bener-benar hebat sekarang. Sangat intelek. Sosok artisnya bahkan menghilang dan aku melihatnya sebagai politikus," tandasnya.(*)
Berita lainya : ------------------------------------------------------------------------------------------------
(SUARAPUBLIC) - Satuan Kerja Anti Korupsi (SKAK), salah satu unit kerja Forum Renovasi Indonesia, mendorong Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, segera menyatakan darurat korupsi dengan mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang tentang pembuktian terbalik.
Koordiantor SKAK Bob R Randilawe mengatakan, SKAK juga menilai perlu tindakan tegas tanpa pandang bulu unruk memberikan hukuman terhadap para koruptor, yaitu, hukuman mati, penyitaan aset para koruptor dan keluarganya, serta menjadikan koruptor dan keluarga sebagai warga negara kelas dua.
Selain itu, SKAK juga meminta institusi penegak hukum, seperti Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, Kepolisian, KPK, serta institusi pengawasan, seperti Kompolnas, komisi kejaksaan, hingga lembaga legislatif, perlu dibersihkan dari para oknum yang terlibat mafia hukum.
Untuk menilai, saat ini ada upaya meloloskan diri dari jeratan tuduhan korupsi dari saksi atau tersangka. Upaya tersebut misalnya dengan berpura-pura sakit atau lupa ingatan. Hal ini dinilai SKAK telah menjadi tren melepaskan diri dari jeratan hukum.
“Tanpa langkah-langkah darurat melawan korupsi, takkan pernah ada kemajuan dalam penanganan kasus maupun tindakan terhadap para koruptor. Korupsi sudah keterlaluan di Indonesia ini. Setiap hari kita mendengar kasus bermunculan, tanpa pernah ada tindakan keras,” tandas Bob.(*)
Berita lainya : ------------------------------------------------------------------------------------
Lintas Global : ------------------------------------------------------------------------------------
(SUARAPUBLIC): Skandal Bank Century merupakan skandal terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Semua rakyat Indonesia mempertanyakan mengenai penuntasan kasus tersebut, karena sampai kini terasa tidak ada penanganan memadai, meski rekomendasi DPR-RI telah keluar.
"Kami baru saja selesai reses ke daerah dan saya sudah menemui konsitituen saya. Konstituen saya masih menanyakan penuntasan skandal Century," kata bekas anggota Pansus Centurygate, Maruarar Sirait, kepada wartawan di Jakarta Media Center (JMC) Minggu (18/4).
Politisi PDI Perjuangan ini mengaku, tidak mengetahui bagaimana dengan konstituen anggota DPR lainnya di daerah masing-masing. Tapi dia merasa yakin, anggota DPR lainnya juga ditanyakan hal yang sama. "Setahu saya, rakyat di berbagai daerah masih mempertanyakan DPR tentang skandal Century. Saya yakin, dari 560 anggota DPR yang ada, juga ditanyakan hal yang sama oleh konstitutennya,” paparnya.
Di tempat terpisah, aktivis mahasiswa dari Petisi 58, Haris Rusly Moti menegaskan, skandal Bank Century harus segera dituntaskan, karena bisa dijadikan tolok ukur apakah bangsa ini masih waras atau tidak."Kalau Century tak juga selesai, berarti kita semua sudah tidak waras," katanya.
Menurut Haris, skandal Bank Century tidak saja pertarungan akal sehat bangsa ini, tapi juga pertaruhan bagi kewibawaan institusi BPK dan DPR yang telah memutuskan bahwa penyaluran dana bailout bermasalah. Namun, pemerintah tidak juga melaksanakan rekomendasi DPR.
Haris menangkap kesan, pemerintah tidak menganggap lagi keberadaan DPR dan BPK. Kalau sudah seperti itu, sebaiknya dua institusi itu dibubarkan saja. “Karena tidak ada gunanya lagi. Toh hasil temuan BPK dan DPR tidak dianggap,” tandasnya.(*)
Beria lainnya : ------------------------------------------------------------------------------------
LINTAS GLOBAL : ------------------------------------------------------------------------------------
(SUARAPUBLIC): - Mantan Wakil Presiden, M Jusuf Kalla, yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), mengatakan siap melakukan investigasi kemanusiaan atas kerusuhan yang terjadi di sekitar makam keramat Mbah Priuk, pekan lalu.
Kerusuhan yang pecah pada Rabu (14/4) menyebabkan tiga orang tewas dan seratusan orang luka-luka. Permintaan secara lisan agar PMI menjadi investigator telah diutarakan oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Kamis (15/4) pagi dan Minggu (18/4) siang.
JK menegaskan, secara institusi, PMI bisa menerima permintaan ini, selama dalam skop kemanusiaan. Saat ini, PMI kami tinggal menunggu surat permintaan resmi dari Pemprov DKI Jakarta. Dalam melakukan investigasi nanti, PMI akan bekerja sama dengan para ahli perguruan tinggi dan institusi lainnya sepanjang diperlukan, seperti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.
"Kami akan melihat sebab musabab terjadinya kerusuhan dengan kekerasan yang justru korban jiwanya aparat pemerintah. Saya menilai, ada miskomunikasi yang dalam di masyarakat," katanya, usai menghadiri kegiatan donor darah di GKJ Nehemia, kemarin.
JK mengemukakan, miskomunikasi dan ketidakpercayaan masyarakat, menjadi pemicu terjadinya kericuhan di sekitar makam Mbah Priok yang menyebabkan banyak korban. Pernyataan Kalla ini diungkapkan ketika ditanyakan penyebab terjadinya kericuhan di makam Mbah Priok, pekan lalu.
Menurut Kalla, pada saat itu informasi yang beredar di masyarakat akan adanya penggusuran makam Mbah Priok. Padahal yang sebenarnya terjadi, telah ada kesepakatan semua pihak bahwa makam Mbah Priok tidak akan digusur. "Selama ini juga ada prinsip; membangun dulu baru digusur, bukan gusur dulu baru membangun. Hal ini kenapa tak dijalankan?” kata Kalla.
Karena prinsip itu tak dijalankan, maka di masyarakat muncul ketidakpercayaan ketika yang dilakukan adalah penggusuran. Dengan demikian, muncul pula rasa saling curiga. Ini semua memunculkan ketidakpercayaan dalam masyarakat.
Kalla juga mengingatkan media untuk melakukan instrospeksi. Tayangan langsung media masa yang tidak akurat atau "keseleo lidah", akan merangsang orang untuk bertindak lebih.
Kalla menilai, saat ini telah terjadi perubahan luar biasa dalam masyarakat. Kericuhan Priok menyisakan banyak pertanyaan, antara lain, mengapa Satpol PP yang tugasnya menertibkan justru beringas dan mengapa majelis zikir yang tujuannya menentramkan malah menjadi keras.(*)
Berita lainnya : ------------------------------------------------------------------------------------
(Jakarta): Venna Melinda, artis yang juga anggota Komisi X DPR RI, menyatakan tidak siap menjadi calon bupati Blitar, Jawa Timur. Namun, akunya, itu bukan karena ia takut bersaing dengan rekan separtainya yang asli putra daerah Blitar, Anas Urbaningrum.
"Ini hal yang sangat spesial buat saya. Sejujurnya, saya belum pernah punya rumah aspirasi (lumbung suara) di Blitar," kata Venna di Jakarta, Kamis (15/4/2010).
Menurut Venna, dukungan para warga Blitar kepadanya cukup besar. "Ini mungkin karena dulu sewaktu kampanye ke DPR saya selalu kampanye sampai ke grass root. Saya ajak masyarakat Blitar bersenam, lalu saya juga mengunjungi perpustakaan Bung Karno di Blitar. Saya enggak nyangka kampanye itu bisa meninggalkan kesan," kenangnya.
Namun, dengan dukungan yang menurutnya cukup signifikan, Venna tidak langsung mengiyakan tawaran menjadi calon bupati Blitar. Apakah Venna takut menghadapi Anas yang separtai dengannya?
"Enggak, saya enggak takut. Waktu saya mencalonkan diri untuk ke DPR, saya memang enggak ada rasa takut. Saya tahu, sewaktu itu memang sudah bertemu nama-nama besar politisi. Tapi, balik lagi, semua ada tanggung jawabnya. Ini tidak semudah kalau saya hijrah dari sinetron lalu ke menyanyi lalu kembali lagi ke sinetron," pungkas Venna.
Berita lainnya : ------------------------------------------------------------------------------------
LINTAS GLOBAL : ------------------------------------------------------------------------------------