TERBARU

Situs ini tak lagi apdate. Kunjungi situs kami lainnya
SUARAPUBLIC.COM

|

Kampanye Dikritik Warga Pedalaman

Calon Gubernur Kalteng 2010 H Achmad Yuliansyah peragakan cara mencoblos
surat suara dirinya (Pasangan AyuDik) pada kampanye akbar di stadion 
Swakarya, Muara Teweh, Sabtu (29/5).  (Poto:SUARAPUBLIC)


(SUARAPUBLIC) - Kampanye akbar pasangan calon Gubernur Kalteng 2010 H Achmad Yuliansyah-H Didik Salmijardi, kemaren, terbilang sukses. Setidaknya, kampanye yang mendatangkan sederetan artis terkenal ibukota tersebut mampu menyedot tak kurang dari 10 ribu penonton.

Namun dibalik itu semua, tetap saja menuai kritikan dari sejumlah masyarakat yang hadir. Garis besarnya, kampanye tersebut dianggap terlalu berlebihan dan hanya menghabur-hamburkan uang. Nuansa kampanye itu dianggap kontras dengan keadaan ekonomi masyarakat saat ini.

"Sebagai seorang manusia yang butuh hiburan saya sangat menikmati sekali pertunjukan ini. Tapi bila diminta tanggapannya jujur saja saya sangat kurang sependapat dengan acara ini. Apalagi sampai memboyong begitu banyak artis yang jelas memakan dana yang besar. Para artis itu sudah kaya semua. Lebih baik duitnya untuk warga yang miskin seperti kami ini," ucap Adansyah, warga Desa Malawaken, polos.

Ketika disinggung acara seperti apa sebenarnya dimaui masyarakat untuk mengisi kampanye calon pemimpin! Adansyah kembali menegaskan bila uang ratusan juta buat mendatangkan artis terkenal ibukota Jakarta, sebaiknya dibagikan kepada masyarakat miskin di desa pedalaman Kalteng yang masih sangat membutuhkan uluran tangan seorang dermawan buat menopang hidup sehari-hari.

"Agar tak terkesan politik uang, kami bisa diberdayakan dengan memasang atribut pasangan calon. Atau bisa juga kami buatkan acara lomba-lomba di desa yang hadiahnya dibantu oleh calon," kata Adansyah, seperti memang hendak mengeluarkan semua uneg-unegnya.

"Tapi saya dengar banyak masyarakat yang mengeluh, biaya pemasangan baliho terlalu kecil padahal di baloho itu terpampang dengan jelas gambar pasangan calon yang dilihat setiap hari oleh masyarakat. Kalau artis begitu selesai, pulang, tak memikirkan lagi apa yang terjadi di sini," timpalnya.

Bersuara dengan seperti sedang memikirkan sesuatu beban, Adansyah tegas mengatakan bila yang memilih pasangan calon Gubernur Kalteng adalah orang-orang seperti mereka, buka jurkam yang dibayar mahal karena ditangkan khusus dari ibukota atau artis cewek yang kadang bergoyang memperlihatkan aura sensitifnya diatas panggung.

"Sekarang ini hanya kekalahan masyarakat pedalaman adalah tak berpendidikan tinggi dan tidak banyak duit. Tapi dalam soal memilih pemimpin, masyarakat sudah cukup cerdas. Bila tak menguntungkan bagi dirinya, mana mau mereka dijadikan pecundang. Kita lihat saja nanti, siapa yang direstui ALLAH SWT memimpin Kalteng ini," ungkapnya.

Pernyataan bila kampanye tersebut sangat luar biasa juga diungkapan Iyan, warga Kampung Jambu, kota seberang Muara Teweh. Namun meski memperkirakan jumlah dana dihabiskan buat mendatangkan artis ibukota, Iyan tak terlalu menghiraukannya. Baginya adalah kepuasan bisa melihat secara langsung artis idolanya.

"Wah...! Ini kampanye benar-benar luar biasa hebatnya. Bayangkan group band terkenal seperti ‘The Titans’ ditambah lagi artis lainnya seperti Armad Maulana (Band Gigi) dan Ari Lasso, Ikee Nurjanah serta Kristina mampu diundang khusus untuk menyemarakan acara hiburan. tentunya ini tidak sedikit duitnya. Ini baru kampanye akbar namanya," kata Iyan.

Diharapkan Iyan, bila nanti terpilih menjadi Gubernur Kalteng periode 2010-2015, pasangan AyuDik tak melupakan suguhan hiburan spektakuler seperti yang dia lihat pada kampanye akbar AyuDik di stadion swakarya tersebut.

"Jangan saat kampanye saja. Nanti kalau terpilih, tolong rakyat tetap dihibur dengan yang kaya ini," ucapnya, sembari menghoyangkan pinggulnya, kala mendengar suara merdu Ikee Nurjanah. ( Langsung ke Fokus Kalteng Klic Disini )



Berita lainya :
-----------------

Fokus Kalteng :
-----------------









------------------------------------------------------------------------------------------------

Editor by Mardedi on 5/31/2010 12:10:00 AM. Melalui feed . Anda dapat mengikuti respon untuk entri ini melalui RSS 2.0. Jangan ragu untuk meninggalkan tanggapan.

0 komentar for "Kampanye Dikritik Warga Pedalaman"

Berikan Tanggapan

Index Arsip

Lihat Komentar

Posting Terbaru