SUARAPUBLIC - Upaya hukum atau gugatan hasil pleno KPU Kalteng yang rencanya akan dilayangkan tim sukses pasangan calon Gubernur Kalimantan Tengah H Achmad Amur-H Baharudin Lisa ternyata tak terbukti. Rencana itu tak lebih dari ungkapan 'pepesan kosong'
"Saya belum dapat kabar. Entah sudah dilayangkan atau belum. Saya dengar tim AyuDik sudah tanda tangan hasil pleno KPU," ucap Supian Marsa, seorang relawan tim sukses pasangan Amur-Bahar, via ponsel, Jumat (18/6/2010). Ketika dikontak ke nomor ponselnya, Supain mengaku tengah berada di Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya.
SUARAPUBLIC - Rapat pleno KPU Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa (15/6/2010), kembali menetapkan pasangan Agustin Teras Narang-Achmad Diran menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng periode 2010-2105. Hanya uniknya, hasil rapat pleno yang digelar di Hotel Luwansa, Palangkaraya tersebut ditolak semua saksi, baik saksi pasangan Amur-Bahar, AyuDik maupun Yubas. Namun KPU setempat tetap mensahkan pasangan incumbent yang diusung PDIP itu sebagai pemenang Pilkada Kalteng 2010.
SUARAPUBLIC - Ditengah upaya hukum akan dilakukan tim sukses pasangan calon Gubernur Kalteng 2010, H Achamd Amur dan H Baharudin Lisa, permasalahan internal mendadak muncul. Bila terjadi dipemerintahan kasusnya termasuk dan sangat krusial. Bahkan si pelakukan bisa-bisa dimasukan ke penjara dengan tudingan korupsi. Untungnya cuma terjadi ditubuh tim sukses.
Tauhidin Noor atau biasa disapa Lento, Rabu(16/6/2010) mengungkapkan, kekalahan kandidat mereka selain masalah teknis lainnya, juga dikarenakan terjadi pembusukan ditubuh tim koalisi partai pendukung pasangan Amur-Bahar. Modusnya, tuding Lento, biaya operasional yang diserahkan kandidat tidak sampai ke tangan petugas yang jauh-jauh hari mengumpulkan atau menunjuk saksi dan relawan.
"Secara garis partai saya sangat ikhlas mendukung pasangan yang kami usung. Namun bila biaya operasional yang seharusnya diserahkan kepada tim sukses didaerah untuk membayar honor saksi dan anggota relawan di embat, ini yang membuat kita tidak terima sampai saat ini," beber Lento.
Lento, mantan politisi Golkar Barut yang kini beralih partai menjadi Ketua Partai Hanura Barut itu bahkan secara pulgar bila orang yang dia tuding telah menyelewengkan dana operasioanal tim adalah inisial H.SRP, Ketua Tim
Koalisi Partai Pemebangan Amur-Bahar."Tulis saja saya sumbernya, bila uang yang disalurkan ke wilayah DAS Barito tidak sampai ketangan kami," tegas Lento dengan nada geram.
Menurut Lento, dana yang diduga diselewengkan ketua mereka juga termasuk bantuan dana untuk biaya akomudasi partai koalisi di daerah yang mendukung penggalangan suara.
"Sebenarnya ada kapasitas saya memberikan keterangan soal gugatan, tapi karena saya jengkel, biarlah mereka atur sendiri. Saya bebas karena tugas sudah saya laksanakan semaksimal mungkin, meski tanpa ditopang dana dari tim sukses," ungkap kakak kandung Ketua DPRD Barut Aprian Noor itu.
Ditambahkan Lento, dana untuk penunjang penggalangan dukungan di TPS 7 Muara Teweh yang oleh KPU Barut dilakukan pencoblosan ulang, juga tak sampai kepada mereka. Ini sangat mengecewakan pihaknya, karena, kasus sebelumnya sudah mereka sampaikan kepada kandidat.
"Kami yang bekarja dilapangan tapi ketua yang diserahkan uangnya. Padahal kampanye didaerah itu sangat mudah. Karena opini sudah terbentuk bila tak nomor urut 3, harus coblos nomor urut 1. Masyarakat bahkan sangat tahu bila saat itu hanya pertarungan antara kandidat kami dengan jago PDIP. Jadi tugas kami hanya menggiring pemilih agar semuanya (500 DPT) memberikan hak pilihnya. Kami tak maksimal karena dana tak mengalir, paling tidak untuk menggantikan penghasilan masyarakat yang ditinggalkan mereka selama pergi ke TPS," kata Lento mengakhiri.
Terjadi kemelut ditubuh interen tim sukses Amur-Bahar sejauh ini baru informasi sepihak yang belum jelas kebenarannya. Ini lantaran ponsel orang atau pihak dengan inisial H.SRP yang tuding Lento belum berhasil di kontak. Beberapa kali dihubungi hanya ada jawaban nada tut dan pesan veronica.
Masalah internal tim sukses pasangan Amur-Bahar itu sendiri sebenarnya tak sengaja diketahui. Ceritanya, Rabu pagi, untuk mengetahui informasi rinci soal langkah upaya hukum atau gugatan tim Amur-Bahar terhadap hasil rapat pleno KPU Kalteng, awak SUARAPUBLIC pun menemui Ketua Partai Hanura, Tauhidin Noor, disalah satu warung makan di Muara Teweh.
Namun bukanya menjawab pertanyaan yang dilontarkan, Lento justru mengungkapkan masalah lain ditubuh tim sukses koalisi partai mereka. Garis besarnya dia menuding, terjadi penyelewengan dana atau korupsi ditubuh tim sukses pasangan Amur-Bahar yang dilakukan oleh ketua tim koalisi partai pemenangan Amur-Bahar hingga menyebabkan perolehan suara tak sesuai target.
Lento memang menyarankan agar SUARAPUBLIC menemui Ketua Tim Sukses Zainudin yang juga ketua PKS Barut, bila hendak jawaban rinci soal rencana gugatan tersebut. "Dia saksi sah tim Amur-Bahar," ucap Lento.
Tapi mantan anggota DPRD Barut periode tahun lalu itu diperkirakan masih berada diluar daerah. Pastinya, ketika Rabu sore coba hendak ditemui di rumahnya di komplek depan Mesjid Raya Jalan Imam Bonjol, Muara Teweh, Zainudin tak berada ditempat.
SUARAPUBLIC - Tim sukses pasangan H Achmad Amur-H Baharudin mulai mempersiapan langkah upaya hukum atau gugatan terhadap hasil rapat pleno KPU Kalteng yang menentapkan pasangan Agustin Teras Narang-Achmad Diran menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng periode 2010-2105. Hasil pleno KPU setempat dianggap tidak sah karena peroses Pilkada diwarnai banyak kecurangan dilakukan tim sukses pasangan lain.
"Kita bersama tim AyuDik dan Yubas mulai mengumpulkan bukti-bukti adanya kecurangan untuk menyanggah hasil pleno. Kita menginginkan terutama dilakukan pencoblosan ulang pada daerah, lokasi atau tempat yang terindikasi terdapat kecurangan. Bila tak ditanggapi laporan akan kita tindak lanjuti ke MK, agar dilakukan pengulangan Pemilukada Kalteng," tulis Supian Marsa dalam pesan singkat (SMS), Selasa (15/6/2010).
Menurut Supian Marsa, kecurangan terindikasi terutama pada kelebihan suarat suara yang melebihi toleransi 2,5 persen dari DPT Kalteng. Selain itu juga terindikasi adanya money politik (politik uang) dilakukan pasangan lain di beberapa daerah, kemudian ada surat suara dicoblos secara kolektif oleh oknum untuk pasangan tertentu, suara di beberapa TPS yang melebihi DPT, proses pencoblosan dilakukan oleh seseorang lebih dari satu kali.
"Untuk kasus surat suara dicoblos secara kolektif oleh oknum dan kasus jumlah perolehan suara di beberapa TPS melebihi DPT TPS itu terjadi di Desa Dirung dan Tumbang Naan Kabupaten Murung Raya. Kami sudah melaporkan ke Panwaslu, kemudian ditindak lanjuti namun rekom Panwaslu agar dilakukan coblos ulang di dua tempat itu malah ditolak KPU Mura pada rapat pleno. Makanya hasil rapat pleno KPU Muara juga tanpa tandatangan kami," kata Supian Marsa.
Sedangkan kasus indikasi politik uang terjadi di Kabupaten Kapuas. Tim pemenangan pasangan HA Amur-Baharudin Lisa di Kabupaten Kapuas, menurut Supian Marsa, juga telah melaporkan tindakan itu ke panwaslu setempat. Laporan bahkan disertai dengan bukti berupa kepingan VCD yang berisi rekaman wawancara dengan seorang warga Sidomuyo Kecamatan Kapuas Kuala.
"Warga mengaku menerima uang Rp 20 ribu untuk memilih salah satu pasangan cagub-cawagub tertentu. Kejadian terjadi pada Jumat (4/6/2010) sekitar pukul 22.00 WIB," ungkap Supian Marsa.
Laporan telah ditidaklanjuti panwaslu. Ketua Panwaslukada Kapuas Libu mengaku pihaknya sudah menyerahkan kasus itu ke tim Gakkumdu Kapuas.
"Dalam kepingan VCD yang disertakan sebagai bukti laporan, Warga yang tidak disebut identitasnya mengaku menerima uang Rp 20 ribu untuk memilih salah satu pasangan cagub-cawagub tertentu. Kejadian itu dilaporkan terjadi pada Jumat (4/6/2010) sekitar pukul 22.00 WIB," kata Libu kepada wartawan, Selasa (15/6/2010).
Menurut Libu, laporan baru mereka terima Sabtu (12/6/2010), namun diakuinya bila pengaduan tetap mereka tindak lanjuti. "Ada beberapa kelemahan dalam kasus ini. Selain tidak ada uang yang jadi barang bukti karena sudah digunakan membeli rokok dan membayar arisan oleh penerima, kasusnya juga baru dilaporkan lebih lama dari batas waktu yang ditentukan, yakni tiga hari setelah kejadian," ucap Libu.
SUARAPUBLIC - Pemenang Pilkada Kalteng 2010 ditentukan hari ini, Senin (14/6/2010). KPU Kalteng akan menentukan pemenangnya melalui rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara. Rapat pleno sendiri menindak lanjuti rapat serupa dilaksanakan KPU di 14 kabupaten/kota yang berakhir, Sabu (12/6) lalu.
Ketua KPU Provinsi Kalteng Faridawaty menegaskan, jika rekapitulasi tidak selesai dalam satu hari maka diperpanjang sampai Selasa, 15 Juni. "Penghitungan suara yang diakui secara hukum adalah hasil penghitungan manual melalui rapat pleno KPU," katanya.
Pleno hari ini akan mengagendakan presentasi hasil rekapitulasi oleh seluruh KPU kabupaten/kota. Jika ada perbedaan data yang dipresentasikan, maka saksi dari masing-masing pasangan calon kepala daerah bisa mengajukan keberatan di tempat yang sudah disediakan.
Semua keberatan atau ketidaksingkronan diupayakan bisa diselesaikan dalam sidang pleno tersebut. Mengingat sesuai jadwal tahapan pemilukada Kalteng, hasil pleno tersebut akan dibawa ke sidang paripurna DPRD Provinsi Kalteng pada 17 hingga 19 Juni untuk dilakukan penetapan.
"Namun jika ada keberatan yang tidak bisa diselesaikan pada sidang pleno tersebut, maka pihak yang merasa keberatan bisa mengisi formulir keberatan yang disiapkan KPU Provinsi Kalteng. Selanjutnya, mereka bisa mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi," tegasnya.
Tempat pelaksanaan rapat pleno mengalami perubahan. Jika sebelumnya disebutkan bahwa rapat pleno dilaksanakan di Aquarius Boutique Hotel, dipindah ke Hotel Luwansa di Jalan G Obos.
Faridawaty mengaku baru mendapat pemberitahuan dari pihak manajemen Aquarius Boutique Hotel bahwa tempat yang akan digunakan ternyata sudah disewa pihak lain.
Rapat pleno akan dijaga ketat oleh aparat kepolisian dengan pengamanan berlapis dan menggunakan metal detector. Hanya pihak yang diundang oleh KPU Provinsi Kalteng yang bisa masuk ke tempat acara.
Saksi dari keempat pasangan calon pun hanya dibatasi satu orang, namun mereka bisa bergantian menugaskan saksi.
Pemilukada Provinsi Kalteng diikuti empat pasang calon yaitu H Achmad Amur-H Baharudin H Lisa, Agustin Teras Narang-H Achmad Diran, H Achmad Yuliansyah-H Didik Salmijardi dan Yuandrias-Basuki.
Namun, perolehan suara cukup ketat terjadi antara pasangan Amur-Bahar dan Teras-Diran.
Kemarin, Teras tidak ada kegiatan resmi usai datang dari Jakarta, selaku Gubernur Kalteng menerima penghargaan Kalteng sebagai Green Region. Sementara Amur yang tercatat sebagai Bupati Pulangpisau, kemarin juga dikabarkan bersantai di rumahnya.
Hasil Penghitungan Sementara :
Versi Hitungan Cepat KPU Kalteng: 1. Amur-Bahar, 323.050(40,65%)suara. 2. Teras-Diran, 322.800(40,62%)suara. 3. AyuDik, 118.982(14,97%)suara. 4, Yuandrias-Basuki,29.796(3,75%)suara Pemilih Kalteng: 1.626.067 orang, Suara Masuk: 794.628(48,87%) Tersisa/Belum Masuk: 831.439(51,13%)
Versi Tim Sukses Amur-Bahar: 1. Amur-Bahar, 789.468(48,55%) suara. 2. Teras-Diran, 311.147(39,41%) suara. 3. AyuDik, 131.342(16,64%) suara. 4, Yuandrias-Basuki, 26.563(3,36%) suara. Pemilih Kalteng: 1.626.067 orang, Suara Masuk: 1.258.520(77,39%) Tersisa/Belum Masuk: 367.547(22,61%)
Versi The ATN Center: 1. Amur-Bahar, 382.338(37,70%)suara 2. Teras-Diran, 428.076(42,21%)suara 3. AyuDik, 159.944(15,77%)suara 4, Yuandrias-Basuki, 43.722(4,31%)suara
Versi Penghitungan Cepat CPI-LSI: 1. H Acmad Amur-H Baharudin H Lisa(37,79%)suara 2. Agustin Teras Narang-H Achmad Diran(42,04%)suara 3. H Achmad Yuliansyah-H Didik Salmijardi(15,91%)suara 4. Yuandrias-Basuki(4,265)suara
Suasana di TPS 7 tampak sepi saat proses pemungutan ulang. (Poto : SUARAPUBLIC)
SUARAPUBLIC - Pasangan calon Gubernur Kalimantan Tengah H Achmad Amur-H Baharudin Lisa menang telak di TPS 7 Kelurahan Lanjar, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara. Di TPS tersebut terpaksa dilakukan pemungutan ulang, karena pada hari pencoblosan 5 Juni, terindikasi terjadi kecurangan dilakukan kelompok masyarakat.
TPS yang memiliki DPT 578 pemilih itu, pasangan Amur-Bahar meraup sebanyak 208 suara. Disusul pasangan Teras-Diran 25 suara, AyuDik 9 suara dan Yubas nol suara. Jumlah masyarakat memberikan hak pilihnya tak sampai 50% atau sebanyak 242, termasuk suara tidak sah sebanyak satu kertas suara.
Hasil ini sangat menarik dicermati. Pasalnya, pada pemungutan sebelumnya di TPS tersebut suara AyuDik begitu mendominasi. Diantaranya AyuDik 143 suara, disusul Amur-Bahar 61 suara, Teras-Diran 27 suara dan Yubas 4 suara.
Jumlah masyarakat memberikan hak pilihnya sebanyak 235, atau kurang 7 pemilih dari yang hari ini, Rabu (9/6/2010).
Rinci perbandingannya, sebanyak 147 penambahan suara untuk pasangan Amur-Bahar, sebanyak 2 suara pengurangan untuk pasangan Teras-Diran, sebanyak 134 suara pengurangan untuk pasangan AyuDik dan empat suara pengurangan untuk pasangan Yubas.
"Jelas terlihar hasilnya bila terjadi duel antara pasangan Amur-Bahar dan Teras-Diran. Kami sangat berterima kasih sekali atas kedewasaan berpolitik masyarakat disini. Mereka bisa berpikir jernih bila dihadapkan pada pilihan yang nyata.
Kami tahu disini basis AyuDik, tapi hari ini mereka memberikan yang terbaik buat pasangan Amur-Bahar," ucap Tajri, tim sukses Amur-Bahar di Muara Teweh, sesaat usai penghitungan suara, Rabu siang.
Sebaliknya, tim sukses Teras-Diran tampak agak kecewa dengan hasil tersebut. Terlebih kekecewaan mereka terjadinya pengulangan pemungutan suara di TPS tersebut padahal masing-masing saksi sudah menandatangani hasil penghitungan sebelumnya.
"Panwas harus bertanggungjawab bisa terjadi apa-apa dengan masalah ini. Karena Panwas kecamatan yang ngotot pemungutan ulang padahal tak ada masalah," ucap Etho, tim sukses Teras-Diran di Muara Teweh.
Selain terjadi hasil mengejutkan, pelaksanaan pemungutan ulang Pilkada Kalteng 2010 di TPS 7 Muara Teweh ini cukup menyedot perhatian masyarakat. Tak hanya diadakannya acara hiburan dangdut selama proses pencoblosan berlangsung, lebih dari itu merupakan satu-satunya terjadi di Kalteng.
Tak heran, tak hanya masyarakat yang berbondong menyaksikan proses pemungutan, tapi sejumlah pejabat Pemkab Barut juga tampak hadir. Namun sayang, warga setempat yang memberikan hak pilihnya tak lebih dari separoh, meski tetap membantu penambahan perolehan suara buat pasangan Amur-Bahar.
"Kemaren selisih kemenangan Amur-Bahar dari pasangan Teras-Diran sekitar 300 suara. Ditambah dengan hari ini semakin besar menjadi 500 an suara. Kami optimis pasangan Amur-Bahar bakal memenangi Pilkada Kalteng," ucap Bahana Edwin, dedengkot tim sukses Amur-Bahar di Muara Teweh.
Sementara itu, Susilo, seorang tim sukses Amur-Baharudin, dikontak via ponsel mengaku sangat berterima kasih sekali kepada masyarakat setempat yang lebih memilih kandidat mereka. Dia juga melakukan klarifikasi hasil perolehan suara versi Amur center.
"Bila ada penghitungan lain itu tidak benar. Yang benar adalah yang seleisih 0,03% itu, dimana Amur-Bahar unggul dengan perolehan 40,65% dan Teras-Diran 40,62%," ucapnya, sembari mengaku saat itu sedang berada di Kabupaten Pulang Pisau.
Sekadar diketahui, di TPS 7, Kelurahan Lanjar Muara Teweh, Barut, terjadi pengulangan dikarenakan adanya laporan Panwaslu bila ada sekelompok masyarakat melakukan pencoblosan padahal namanya tak terdaftar dalam DPT. Oleh KPU Barut, laporan ditindaklanjuti dengan melakukan pemungutan ulang di TPS.
SUARAPUBLIC - Lembaga penyelengara Pemilihan Umum Kepala Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (KPU Kalteng) mulai diintimidasi kelompok masyarakat. Pemicunya diduga terkait publikasi tabulasi penghitungan cepat yang dilakukan KPU Kalteng.
Sebuah sumber menyebutkan, kemaren malam, ada pergerakan masa yang meminta KPU Kalteng menghentikan tabulasi penghitungan cepat yang selama beberapa hari ini dilakukan lembaga penyelenggara Pilkada tersebut. "Kita harus waspada. Sepertinya mulai ada pergerakan mengarah anarkis dilakukan kelompok masyarakat," ucap sumber via pesan singkat, Selasa (8/6/2010).
Sumber juga menyebutkan bila saat ini, personil Polkada Kalteng sudah dikerahkan untuk menghalau pergerakan masa tersebut. Bahkan katanya, kini personil kepolisian terpaksa di inapkan di sekitar kantor KPU Kalteng dengan memasang tenda pengamanan.
Sejauh ini belum diperoleh konfirmasi dengan pihak berkompenten terhadap informasi tersebut termasuk benar tidaknya ada pengerahan ratusan personil keamanan yang langsung diinapkan disekitar kantor KPU Kalteng dengan memasang tenda di halaman kantor itu.
Namun sebuah sumber di Polda Kalteng membenarkan sempat terjadi pengerahan masa yang meminta pengentian tabulasi penghitungan cepat dilakukan KPU Kalteng. "Sekarang teman-teman diperintahkan memperketat pengamanan. Tenda tempat menginap sudah dibangun di depan kantor KPU," ungkap sumber itu.
Tak lama setelah terjadi pengerahan masa ke Kantor KPU Kalteng, Kapolresta Palangkaraya AKBP Achmad Alwi, Selasa (8/6/2010) langsung meminta penghitungan cepat atau quick count yang dilakukan KPU Kalteng dihentikan. Alasannya karena bisa memicu pertentangan antara pendukung cagub tertentu.
"Kami berharap perhitungan real dari KPU hanya dipublikasikan saat dilaksanakan perhitungan manual dengan disaksikan semua saksi-saksi pasangan cagub di KPU Kalteng, Senin mendatang," katanya.
Banyak kalangan menyayangkan dihentikannya tabulasi penghitungan cepat yang dilakukan KPU Kalteng. Kalangan masyarakat tersebut protes sebab mereka merasa berhak menghetahui informasi apdate seputar hasil Pilkada Kalteng dari lembaga resmi.
"Kalau boleh jujur, yang harus ditegur ada lembaga yang mengadakan penghitungan cepat pasca Pilkada kemaren. Apalagi penghitungan mereka terkensan sengaja membentuk opini biar seolah-olah salah satu pasang calon pemenang Pilkada Kalteng," ucap seseorang yang mengontak redaksi SUARAPUBLIC, Selasa malam.
Menurutnya, itu yang justru memicu reaksi masyarakat. Bila ternyata dalam perhitungan final calon yang lain memenangi Pilkada Kalteng, diyakininya akan menimbulkan tindakan anarkis. Sebaliknya, bila kenyataannya suara tak singkron tapi karena terpengaruh penghitungan cepat dilakukan lembaga tak resmi itu lantas penyelenggara Pemilu memenangkan salah satu calon itu, juga tetap akan menimbulkan reaksi masa.
Sementara itu, ketua KPU Provinsi Kalteng, Faridawaty, kemaren terpaksa harus melapor dan meminta perlindungan kepolisian karena dia diintimidasi dan diancam oleh orang tidak dikenal sejak beberapa hari terakhir.
Intimidasi dimulai melalui pesan singkat yang menuding dirinya tidak netral dalam pemilukada Kalteng. Bahkan ancaman pun kemudian ditujukan kepadanya melalui pesan singkat yang isinya menyebutkan bahwa ada hal yang sangat serius yang akan terjadi padanya.
Dua hari lalu dia juga sempat dibuntuti oleh lelaki tidak dikenal. Bahkan orangtua Faridawaty sempat cekcok dengan lelaki tersebut.
Atas kejadian itu, Faridawaty telah melapor kepada Kapolda Kalteng, Brigjen Polisi Damianus Jackie untuk meminta perlindungan agar bisa menjalankan tugas dengan baik.
"Saya yakin ancaman serupa juga diterima empat anggota KPU lainnya. Hanya saja mereka tidak mau mengungkapkannya," duga Faridawaty.
Hasil Penghitungan Sementara :
Versi Hitungan Cepat KPU Kalteng: 1. Amur-Bahar, 323.050(40,65%)suara. 2. Teras-Diran, 322.800(40,62%)suara. 3. AyuDik, 118.982(14,97%)suara. 4, Yuandrias-Basuki,29.796(3,75%)suara Pemilih Kalteng: 1.626.067 orang, Suara Masuk: 794.628(48,87%) Tersisa/Belum Masuk: 831.439(51,13%)
Versi Tim Sukses Amur-Bahar: 1. Amur-Bahar, 789.468(48,55%) suara. 2. Teras-Diran, 311.147(39,41%) suara. 3. AyuDik, 131.342(16,64%) suara. 4, Yuandrias-Basuki, 26.563(3,36%) suara. Pemilih Kalteng: 1.626.067 orang, Suara Masuk: 1.258.520(77,39%) Tersisa/Belum Masuk: 367.547(22,61%)
Versi The ATN Center: 1. Amur-Bahar, 382.338(37,70%)suara 2. Teras-Diran, 428.076(42,21%)suara 3. AyuDik, 159.944(15,77%)suara 4, Yuandrias-Basuki, 43.722(4,31%)suara
Versi Penghitungan Cepat CPI-LSI: 1. H Acmad Amur-H Baharudin H Lisa(37,79%)suara 2. Agustin Teras Narang-H Achmad Diran(42,04%)suara 3. H Achmad Yuliansyah-H Didik Salmijardi(15,91%)suara 4. Yuandrias-Basuki(4,265)suara
SUARAPUBLIC - Penghitungan cepat KPU Kotawaringin Barat, masih menunjukan keunggulan perolehan suara calon Kepala Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran-Eko Soemarno. Jumlah suaranya 67.109 atau mendapat dukungan (41,3%) pemilih.
Pasangan nomor urut 1 Sugianto-Eko berhasil mengungguli calon Kepala Daerah nomor urut 2 Ujang Iskandar- Bambang Purwanto yang hanya memperoleh suara 55.579 (34,2%) dari 122.688 suara (75,5%) yang direkapitulasi dari total pemilih sebanyak 162.426 pemilih.
"Ini adalah hasil akhir dari perhitungan cepat di seluruh TPS yang berada di 90 desa. Sementara perhitungan manual yang merupakan hasil sah akan kita peroleh pada 10 Juni di KPU Kabupaten Kotawaringin Barat," kata Ketua KPU Kalteng Faridawati, dikutif Media Indonesia di Palangkaraya, Senin (7/6).
Data ini baru diterima dari KPU Kabupaten Kotawaringin Barat karena mulai hari ini dilakukan perhitungan di tingkat kecamatan secara manual.
Menurut Farida, berdasarkan data terakhir perhitungan cepat (real time) KPU Kalteng, ada beberapa daerah yang sudah menyelesaikan perhitungan seperti di Palangkaraya (100%), Kabupaten Pulang Pisau (100%), Kapuas(98,5%), Katingan (90%) dan Kotawaringin Timur (99%).
"Saat ini, dari perhitungan kami, ada sekitar 10%-15% atau sekitar 16 ribu suara yang belum masuk," ujarnya.
SUARAPUBLIC – Peluang Amur-Bahar menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) periode 2010-2015 kian terbuka lebar. Data petugas TPS masuk ke tim sukses Amur-Bahar tetap menunjukan keunggulan kandidat mereka, demikian pula hasil penghitungan sementara KPUD Kalteng.
Tim sukses pasangan Amur-Bahar menyebutkan, dari seluruh data yang masuk per Selasa (8/6/2010) dini hari, kandidat mereka tetap unggul perolehan suara. Pasangan Bupati Pulang Pisau dan Bupati Barito Selatan itu mendulang sebanyak 789.468 suara atau 48,55% pemilih.
Amur-Bahar berpeluang mampu mengalahkan pasangan incumbent pada Pilkada Kalteng 2010 ini, mengingat suara masuk sudah mencapai 1.258.520 atau 77,39 % surat suara. Jumlah pemilih Kalteng 1.626.067 orang, sehingga suara tersisa belum masuk tinggal 22,61% atau sebanyak 367.547 surat suara.
Pasangan pemenang Pilkada Kalteng 2010 versi hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Agustin Teras Narang-Achmad Diran, hanya memperoleh dukungan sebanyak 311.147 suara atau 39,41% pemilih. Disusul AyuDik 131.342 suara (16,64%) kemudian pasangan Yubas 26.563 suara (3,36%).
Sementara itu, ditengah kerja keras masing-masing tim sukses menghimpun data rekapitulasi penghitungan suara, pihak KPUD Kalteng juga mulai sibuk melakukan penghitungan cepat tabulasi hasil rekapitulasi petugas di masing-masing TPS.
Per Senin (7/6/2010) pukul 18:28:26 wib, hasil tabulasi penghitungan KPUD Kalteng lagi-lagi menunjukan keunggulan pasangan Amur-Bahar dengan perolehan 323.050 suara atau 40,65 persen. Kemudian pasangan Teras-Diran memperoleh 322.800 suara atau 40,62 persen.
Terdapat selisih sekitar 0,03% antara keunggulan perolehan suara pasangan Amur-Bahar dibanding pasangan pemenang Pilkada Kalteng 2010 versi hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) tersebut.
Sedangkan pasangan Achmad Yuliansyah-Didik Salmijardi diurut berikutnya dengan perolehan 118.982 suara atau 14,97 persen dan Yuandrias-Basuki sebanyak 29.796 suara atau 3,75 persen.
“Suara masuk ke tabulasi penghitungan cepat KPU Kalteng sebanyak 794.628 suara atau 48,87 persen. Ini merupakan hasil suara sementara, resminya menunggu hasil penghitungan secara manual," kata Ketua KPU Kalteng Faridawaty kepada wartawan.
Sementara itu sebagian masyarakat Kota Palangka Raya terlihat antusias untuk melihat hasil perolehan suara sementara dari KPU Kalteng. Sebagian warga sudah menunggu sejak sore hari untuk sekadar mengetahui siapa kandidat gubernur dan wakil gubernur yang memperoleh suara terbanyak.
Namun lambannya KPU Kalteng melakukan perbaharuan data perolehan hasil suara tersebut membuat sejumlah warga mengeluh. Sehingga tidak sedikit warga yang datang setelah belum dilakukan pembaharuan hasil suara sementara langsung beranjak pulang.
Terpisah, Borak Milton, tim sukses pasangan cagub dan cawagub Kalteng, Agustin Teras Narang-H Achmad Diran mengaku optimistis pasangan mereka akan menjadi pemenang Pilkada Kalteng 2010 ini.
“Data kami kumpulkan dari seluruh kabupaten dan kota hampir rampung. Hasilnya, Teras-Diran tetap unggul dibanding pasangan lainnya dan diyakini tidak tergeser lagi,” ucap Sekretaris DPD PDIP Kalteng itu.
Data The ATN Center hingga pukul 12.30 WIB menunjukkan, jumlah suara yang masuk mencapai 1.014.080 suara. Borak yakin data yang masuk sisanya nanti tidak sampai merubah posisi Teras-Diran
Hasil Penghitungan Sementara :
Versi Hitungan Cepat KPU Kalteng: 1. Amur-Bahar, 323.050(40,65%)suara. 2. Teras-Diran, 322.800(40,62%)suara. 3. AyuDik, 118.982(14,97%)suara. 4, Yuandrias-Basuki,29.796(3,75%)suara Pemilih Kalteng: 1.626.067 orang, Suara Masuk: 794.628(48,87%) Tersisa/Belum Masuk: 831.439(51,13%)
Versi Tim Sukses Amur-Bahar: 1. Amur-Bahar, 789.468(48,55%) suara. 2. Teras-Diran, 311.147(39,41%) suara. 3. AyuDik, 131.342(16,64%) suara. 4, Yuandrias-Basuki, 26.563(3,36%) suara. Pemilih Kalteng: 1.626.067 orang, Suara Masuk: 1.258.520(77,39%) Tersisa/Belum Masuk: 367.547(22,61%)
Versi The ATN Center: 1. Amur-Bahar, 382.338(37,70%)suara 2. Teras-Diran, 428.076(42,21%)suara 3. AyuDik, 159.944(15,77%)suara 4, Yuandrias-Basuki, 43.722(4,31%)suara
Versi Penghitungan Cepat CPI-LSI: 1. H Acmad Amur-H Baharudin H Lisa(37,79%)suara 2. Agustin Teras Narang-H Achmad Diran(42,04%)suara 3. H Achmad Yuliansyah-H Didik Salmijardi(15,91%)suara 4. Yuandrias-Basuki(4,265)suara
SUARAPUBLIC - Proses pelaksanaan Pemilihan Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kian menarik diikuti. Tak soal penyebab anjloknya perolehan suara jago partai besar Golkar dan Demokrat (AyuDik). Lebih dari itu, karena sekarang terjadi perang data perolehan suara antara tim sukses calon pemenang, pasangan Amur-Bahar dan Teras-Diran.
Perang data ini dilakukan di group halaman dukungan untuk masing-masing calon di situs jejaringan sosial Facebook. Tentunya, komentar terhadap apdate data masing-masing tim sukses tersebut beragam. Ada yang menjawab secara proporsional, namun tak sedikit juga yang memberi komentar sekenanya bahkan bernada plecehan.
Seorang pendukung Amur-Bahar, di halaman yang memang disiapkan untuk menghimpun dukungan masyarakat terhadap kandidat jago mereka, menulis status perolehan suara hingga pukul 00.00 wib pasangan Amur-Bahar didukung 323.050 pemilih (40,65%), Teras-Diran : 322.800 pemilih (40,62%), AyuDik : 118.982 pemilih (14,97%) dan Yubas sebanyak 29.796 pemilih (3,75%).
Data perolehan suara yang menunjukan keunggulan pasangan Amur-Baharudin itu diklaimnya adalah perhitungan atau hasil tabulasi rekapitulasi versi KPU Kalteng. "Suara masuk sudah 48,87 persen. Khusus buat ikhwan dan akhwat, mohon doanya... suara kita sdh terlanjur terpecah, skrg saatnya satukan doa dan harapan kita," ucapnya.
Menariknya status juga di tautkan ke halaman facebook dukungan untuk pasangan AyuDik. Tujuannya, tim sukses Amur-Bahar berharap dukungan do'a dari pendukung atau para tim sukses pasangan AyuDik, jago mereka mampu mengungguli perolehan suara pasangan incumbent.
Para pendukung pasangan Teras-Diran tak mau kalah. Dengan tak menyebutkan perhitungan berdasarkan versi lembaga mana, pendukung pasangan diusung PDIP Kalteng itu menulis status perolehan suara per tanggal 06 juni 2010, pukul 22.15 WIB, pasangan Amur-Bahar = 367.745 (37,28%), Teras-Diran = 419.410 (42,52%), Ayudik = 156.931 (15,91%) dan Yuandreas-Basuki = 42.381 (4,30%).
"Keakuratan Data 100%... TERUSKAN DAN TUNTASKAN!!! MERDEKA!!!," tambahnya pada tulisannya itu. Menariknya, status tersebut justru dituliskan di halaman facebook dukungan untuk pasangan Amur-Bahar. "Jangan bermimpi menang, data kami Tedi (Teras-Diran) unggul suara," tulis pemilik akun yang sepertinya menggunakan nama dan poto palsu itu.
Sementara itu, data perolehan suara berdasarkan pencocokan beberapa saksi empat pasang calon Gubernur Kalteng, menunjukan pasangan Amur-Bahar masih unggul perolehan suara. Pasangan Abah (nama kecil pasangan Amur-Bahar) mendapat dukungan 789.468 suara (48,55%).
Berada di rangking dua perolehan suara masih dipegang pasangan Teras-Diran dengan dukungan 311.147 suara pemilih (39,41%). Disusul AyuDik 131.342 suara (16,64%) dan pasangan Yubas 26.563 suara (3,36%). Jumlah pemilih terdaftar sebanyak 1.626.067 pemilih, sementara surat suara masuk dalam data itu berjumlah 1.258.520 pemilih (77,39%). Tersisa belum masuk tinggal 367.547 surat suara (22,61%).
Melihat persentase data surat suara masuk dalam perhitungan tersebut, tampaknya yang paling berpeluang besar menang pada Pilkada Kalteng 2010 adalah pasangan Amur-Bahar. Sebab, dari jumlah tersisa meski semuanya ditambahkan ke perolehan suara Teras-Diran, tetap tak mampu menyamai perolehan suara Amur-Bahar yang sebesar 789.468 suara itu.
Meski begitu, tetap saja perolehan suara final masih menunggu hasil tabulasi rekapitulasi KPU Kalteng. Informasinya, perhitungan sementara terjadi persaingan ketat antara perolehan suara Amur-Bahar dan pasangan incumbent. "Tadi sama-sama 40%," ucap sumber.
Berita lainya : ----------------
Subscribe to RSS headline updates from: Powered by FeedBurner
SUARAPUBLIC - Perolehan suara pasangan Teras-Diran dan Amur-Baharudin terus menunjukan persaingan. Perhitungan di realis sejumlah anggota DPRD Kalteng, pasangan Abah (Amur-Bahar) menang tipis dari pasangan incumbent.
Rinci data perhitungan anggota DPRD Kalteng yakni Abah 39,39%, pasangan Teras-Diran 35,..%, AyuDik 24,...% dan Yubas 4,...%. "Data baru kami terima pukul 11 tadi," ucap Supian Marsa, salah satu pendukung Amur-Bahar di Barut, Minggu (6/6/2010) siang ini.
Penambahan data tersebut kian menguatkan posisi pasangan Amur-Bahar dari 41% menjadi 48,55% atau memperoleh dukungan suara sebanyak 789.468 pemilih. Sedangkan perolehan suara pesaingnya yakni Teras-Diran mendapatkan dukungan 311.147 suara atau 39,41% pemilih.
AyuDik yang diusung partai besar Golkar dan Demokrat masih mengekor diurut tiga dengan perolehan 131.342 suara atau 16,64% pemilih. AyuDik di empat kabupaten DAS Barito masih kalah perolehan suara dengan pasangan Amur-Baharudin. Sementara Yubas memperoleh 3,36% dukungan atau memperoleh suara sebanyak 26.563 pemilih.
Jumlah pemilih di Kalteng sebanyak 1.626.067 pemilih. Namun yang memberikan hak pilihnya pada Pilkada Kalteng 5 Juni kemaren hanya 1.258.520 pemilih. Hingga siang Minggu, data belum masuk dalam penghitungan sekretariat Amur Center tinggal 367.547 suara atau pemilih.
Sebagaimana diketahui, hasil akhir penghitungan cepat Citra Publik Indonesia (CPI) --anak perusahaan LSI-- menunjukan pasangan Teras-Diran unggul perolehan suara Pilkada Kalteng 2010. Namun kemenangan pasangan incombent itu dianggap sejumlah kalangan belum mutlak karena bukan berdasarkan hasil perhitungan dan diumumkan lembaga resmi, KPU Kalteng.
"Kami sangat menyayangkan hasil perhitungan sementara lembaga tidak resmi dijadikan seolah-olah pasangan incumbent memang Pilkada Kalteng 2010. Harus diingat lembaga resmi belum mengumumkan hasil, jadi tolong publikasi jangan seolah-olah perhitungan sudah final," kata Supian Marsa, pendukung pasangan Amur-Bahar di Barut, Minggu (6/6/2010).
"Kami memilih menunggu hasil penghitungan dan diumumkan KPU Kalteng. Hasil penghitungan cepat kami berdasarkan hasil rekap para saksi dan hasil konfirmasi data daru Polres se Kalteng justru perolehan suara Amur-Bahar unggul," timpalnya.
Direalise Supian Marsa, posisi berdasarkan rangking perolehan suara Minggu pagi yakni Amur-Bahar (Abah) 48,55%, Pasangan Teras-Diran 39,41%, AyuDik 16,64% dan pasangan Yubas 3,23%. Suara belum masuk bahkan tinggal 20%, termasuk suara mutlah Amur di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Hasil penghitungan sementara yang media ini lakukan juga menunjukan perolehan Amur-Bahar unggul. Rincinya Abah (Amur-Bahar) 42%, Teras-Diran 38%, AyuDik 16% dan Yubas 4%. Penghitungan berdasarkan pencocokan laporan sejumlah saksi empat pasang calon di beberapa daerah se Kalteng.
"Lembaga survey sekarang banyak yang tidak independen. Contoh: survey golkar, survey CPI, dan LSI metro tv kemaren. Itu hanya untuk pencitraan bhw tedi menang padahal fakta di lapangan sebaliknya. Memang untuk AyuDik dan Yubas angka quick count hmpr pasti," ucap seorang pendukung Amur-Bahar lainnya.
Sementara Koordinator Koalisi 22 Parpol Nonparlemen yang mengusung Yuandrias-H Basuki, Sugi Santosa, mengatakan pihak belum bisa percaya hasil quick count tersebut, karena bukan diumumkan oleh lembaga resmi. "Kita tunggu hasil KPU," sebutnya.
Sedang Tim Kampanye AyuDik, Abdul Razak mengatakan meski hasil akhir tetap sama dengan hasil penghitungan cepat itu tapi pihaknya tetap harus menunggu keputusan KPU. "Kami siap menerima jika memang kalah. Ada faktor lain yang memengaruhi, salah satunya kurangnya sosialisasi pasangan kami," ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, hasil Quick Count atau perhitungan cepat sementara Pemilukada Kalteng yang dilakukan CPI, Teras Diran 41,06%, disusul pasangan Amur-Bahar 38,53%, pasangan Yu-Dik 17,% dan Yu-Bas 2,94%. Hasil quick count ini masih terus berubah mengingat data yang masuk baru 50% suara sampel.
Chief Exeutive Officer PolMark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah --konsultan politik Teras-Diran-- mengatakan dirinya sudah menduga jagonya bakal menang. "Teras-Diran tidak terjebak melayani isu-isu yang tidak semestinya muncul dalam sebuah demokrasi. Ini bukti masyarakat sudah cerdas," kata Eep.
Hal itu juga diakui Direktur Eksekutif LSI, Denny JA dan Direktur Eksekutif CPI, Hendrasmo. Menurut mereka, kedewasaan berpolitik warga Kalteng, cukup bagus. Meskipun Teras berasal dari agama minoritas, tetapi mendapat dukungan dari warga Kalteng yang 70 persen lebih beragama Islam. Isu kesukuan pun tidak berpengaruh di Kalteng.
"Ini menjadi pelajaran yang baik bagi pemilukada lain," kata Denny. "Selisih perolehan suara antara urut satu dan dua sangat tipis sekali, sehingga sangat rawan terjadi gugatan hukum," timpal Hendrasmo.
Sementara itu, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 47 Kecamatan Jekan Raya, yang menjadi tempat pasangan Teras Narang dan keluarga mencoblos, hasil perolehan suara dimenangi oleh Teras Narang dan Achmad Diran dengan 198 suara. Selanjutnya ada Achmad Amur-Baharudin H Lisa 42 suara, Achmad Yuliansyah-Didik Salmijardi 20 suara, dan Yuandrias-Basuki satu suara.
Di TPS 3 Kelurahan Menteng, tempat Achmad Diran dan keluarga mencoblos, hasil perolehan suara juga dimenangi pasangan pejabat tersebut. Pasangan Teras Narang-Achmad Diran memperoleh 87 suara, Achmad Amur-Baharudin H Lisa 27 suara, Achmad Yuliansyah-Didik Salmijardi 6 suara, Yuandrias-Basuki 4 suara.
Sedangkan diwilayah Barut secara keseluruhan masih dipegang pasagan AyuDik dengan perolehan 22.835 suara, Teras Diran 17.210 suara, Amur-Bahar 9.178 suara dan Yubas 632 suara. Penghitungan diperoleh di sekretariat Teras Center di Muara Teweh.
SUARAPUBLIC - Hasil akhir penghitungan cepat Citra Publik Indonesia (CPI) --anak perusahaan LSI-- menunjukan pasangan Teras-Diran unggul perolehan suara Pilkada Kalteng 2010. Namun kemenangan pasangan incombent itu dianggap sejumlah kalangan belum mutlak karena bukan berdasarkan hasil perhitungan dan diumumkan lembaga resmi, KPU Kalteng.
"Kami sangat menyayangkan hasil perhitungan sementara lembaga tidak resmi dijadikan seolah-olah pasangan incumbent memang Pilkada Kalteng 2010. Harus diingat lembaga resmi belum mengumumkan hasil, jadi tolong publikasi jangan seolah-olah perhitungan sudah final," kata Supian Marsa, pendukung pasangan Amur-Bahar di Barut, Minggu (6/6/2010).
"Kami memilih menunggu hasil penghitungan dan diumumkan KPU Kalteng. Hasil penghitungan cepat kami berdasarkan hasil rekap para saksi dan hasil konfirmasi data daru Polres se Kalteng justru perolehan suara Amur-Bahar unggul," timpalnya.
Direalise Supian Marsa, posisi berdasarkan rangking perolehan suara Minggu pagi yakni Amur-Bahar (Abah) 48,55%, Pasangan Teras-Diran 39,41%, AyuDik 16,64% dan pasangan Yubas 3,23%. Suara belum masuk bahkan tinggal 20%, termasuk suara mutlah Amur di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Hasil penghitungan sementara yang media ini lakukan juga menunjukan perolehan Amur-Bahar unggul. Rincinya Abah (Amur-Bahar) 42%, Teras-Diran 38%, AyuDik 16% dan Yubas 4%. Penghitungan berdasarkan pencocokan laporan sejumlah saksi empat pasang calon di beberapa daerah se Kalteng.
"Lembaga survey sekarang banyak yang tidak independen. Contoh: survey golkar, survey CPI, dan LSI metro tv kemaren. Itu hanya untuk pencitraan bhw tedi menang padahal fakta di lapangan sebaliknya. Memang untuk AyuDik dan Yubas angka quick count hmpr pasti," ucap seorang pendukung Amur-Bahar lainnya.
Sementara Koordinator Koalisi 22 Parpol Nonparlemen yang mengusung Yuandrias-H Basuki, Sugi Santosa, mengatakan pihak belum bisa percaya hasil quick count tersebut, karena bukan diumumkan oleh lembaga resmi. "Kita tunggu hasil KPU," sebutnya.
Sedang Tim Kampanye AyuDik, Abdul Razak mengatakan meski hasil akhir tetap sama dengan hasil penghitungan cepat itu tapi pihaknya tetap harus menunggu keputusan KPU. "Kami siap menerima jika memang kalah. Ada faktor lain yang memengaruhi, salah satunya kurangnya sosialisasi pasangan kami," ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, hasil Quick Count atau perhitungan cepat sementara Pemilukada Kalteng yang dilakukan CPI, Teras Diran 41,06%, disusul pasangan Amur-Bahar 38,53%, pasangan Yu-Dik 17,% dan Yu-Bas 2,94%. Hasil quick count ini masih terus berubah mengingat data yang masuk baru 50% suara sampel.
Chief Exeutive Officer PolMark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah --konsultan politik Teras-Diran-- mengatakan dirinya sudah menduga jagonya bakal menang. "Teras-Diran tidak terjebak melayani isu-isu yang tidak semestinya muncul dalam sebuah demokrasi. Ini bukti masyarakat sudah cerdas," kata Eep.
Hal itu juga diakui Direktur Eksekutif LSI, Denny JA dan Direktur Eksekutif CPI, Hendrasmo. Menurut mereka, kedewasaan berpolitik warga Kalteng, cukup bagus. Meskipun Teras berasal dari agama minoritas, tetapi mendapat dukungan dari warga Kalteng yang 70 persen lebih beragama Islam. Isu kesukuan pun tidak berpengaruh di Kalteng.
"Ini menjadi pelajaran yang baik bagi pemilukada lain," kata Denny. "Selisih perolehan suara antara urut satu dan dua sangat tipis sekali, sehingga sangat rawan terjadi gugatan hukum," timpal Hendrasmo.
Sementara itu, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 47 Kecamatan Jekan Raya, yang menjadi tempat pasangan Teras Narang dan keluarga mencoblos, hasil perolehan suara dimenangi oleh Teras Narang dan Achmad Diran dengan 198 suara. Selanjutnya ada Achmad Amur-Baharudin H Lisa 42 suara, Achmad Yuliansyah-Didik Salmijardi 20 suara, dan Yuandrias-Basuki satu suara.
Di TPS 3 Kelurahan Menteng, tempat Achmad Diran dan keluarga mencoblos, hasil perolehan suara juga dimenangi pasangan pejabat tersebut. Pasangan Teras Narang-Achmad Diran memperoleh 87 suara, Achmad Amur-Baharudin H Lisa 27 suara, Achmad Yuliansyah-Didik Salmijardi 6 suara, Yuandrias-Basuki 4 suara.
Sedangkan diwilayah Barut secara keseluruhan masih dipegang pasagan AyuDik dengan perolehan 22.835 suara, Teras Diran 17.210 suara, Amur-Bahar 9.178 suara dan Yubas 632 suara. Penghitungan diperoleh di sekretariat Teras Center di Muara Teweh.
SUARAPUBLIC - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Tengah tak melakukan pemusnahan terhadap kelebihan pencetakan surat suara Pilkada Kalteng. Alasannya karena masih dalam proses pemeriksaan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat.
Ketua Panwaslu Kalteng Barombon mengatakan, surat suara yang lebih dicetak itu saat ini mereka titip di Mapolda Kalteng untuk pengamanannya. "Itu barang milik negara yang harus diamankan," kata Barombon, Rabu.
Menurutnya penitipan kelebihan pencetakkan surat suara sebanyak 228.674 tersebut juga karena kantor Panwaslu tidak memiliki gudang penyimpnan dan minimnya personil keamanan.
Untuk itu pihaknya berinisiatif untuk menitipkan kelebihan surat suara tersebut di Mapolda Kalteng karena ada gudang penyimpanan serta personil pengamanan sehingga lebih aman.
Barang-barang tersebut katanya diserahkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalteng dan pihak percetakan PT Pura Barutama, Kudus, Jawa Tengah ke pihaknya.
Sehingga rencana pemusnahan yang akan dilakukan oleh KPU Kalteng dan pihak perusahaan batal dilakukan sesuai hasil kesepakatan bersama.
Berdasarkan hasil klarifikasi pihaknya ke pihak KPU Kalteng, menurut Barombon untuk sementara disimpulkan terindikasi terjadi pelanggaran administrasi.
"Tidak menutup kemungkinan terjadi pelanggaran-pelanggaran lainnya, tapi yang kami lihat saat ini hanya pelanggaran sesuai undang-undang pemilu," katanya.
Pihaknya berkeinginan menyelesaikan permasalahan tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada.
Diketahui kelebihan pencetakkan surat suara tersebut tidak berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ditetapkan pada 5 Juni 2010 sebanyak 1.626.067 pemilih ditambah 2,5 persen dari jumlah DPT, namun berdasarkan DPT Pilpres beberapa waktu lalu.
Rencananya, KPU Kalteng akan memusnahkan kelebihan surat suara tersebut yang disaksikan oleh Kapolda Kalteng, Danrem Panju Panjung, Panwaslu Kalteng serta saksi dari masing-masing pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalteng periode 2010-2015.
Sebelumnya, sekretaris KPU Kalteng Dendul Toepak mengakui bahwa kelebihan pencetakan surat suara tersebut diakibatkan pihak percetakan mencetak surat suara sebelum daftar pemilih tetap (DPT) Kalteng ditetapkan dan kontraknya ditandatangani pada tanggal 28 April.
Karenanya, pihaknya melalui surat tanggal 26 Mei 2010 meminta seluruh KPU yang ada di kabupaten/kota untuk segera mengembalikan kelebihan surat suara tersebut paling lambat sebelum Pilkada berlangsung.
SUARAPUBLIC - DPP PDIP pusat sangat yakin bila kadernya, Agustinus Teras Narang, mampu memenangi Pilkada Kalteng 5 Juni mendatang. Alasan PDIP karena Teras Narang dianggap diterima oleh masyarakat Kalteng. Apalagi Teras meruakan calon incombent yang hasil kerjanya nyata dan terbukti.
"Sejauh yang kita tahu, masyarakat disana masih menyukai Pak Teras Narang. Hal ini, antara lain, karena keberhasilan Pak Teras dalam memimpin Kalteng selama ini. Saya optimis Pak Teras menang hanya dengan satu putaran," kata Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo kepada wartawan di Jakarta, Rabu (2/6/2010).
Menurut Tjahjo, masyarakat Kalteng saat ini sudah lebih cerdas dalam memilih pemimpinnya. Mereka tak akan gambling dengan asal memilih pemimpin. Mereka tentu akan memilih pemimpin yang sudah teruji kapasitasnnya, kapabilitasnya, integritasnya dan keberhasilannya.
"Saya kira Pak Teras sudah berusaha melakukan yang terbaik buat masyarakat Kalteng. Dan itu sekarang sudah dirasakannya. Tinggal tugas Pak Teras untuk membuat lebih baik lagi," tegasnya.
Sementara itu, lingkaran Survei Indonesia (LSI) juga menyampaikan hasil surveinya bahwa pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, yaitu Agustin Teras Narang dan Achmad Diran unggul sementara melampaui tiga kandidat lainnya. Pasangan ini hampir 45,0 persen didukung publik dari 440 orang responden yang diteliti.
Sedangkan pasangan Pasangan Achmad Amur dan Baharuddin Lisa, yang diusung PPP, PAN, PBB, PKNU, Hanura, Gerindra dan PKB) didukung 34,5 persen. Pasangan Achmad Yuliansyah dan Didik Salijardi, yang diusung Partai Goklar dan Partai Demokrat didukung 8,1 persen publik. Sementara pasangan lainnya yang diusung partai yang tidak meraih kursi DPR, Yuandreas dan Basuki 0,0 persen.
"Mengapa unggul? Karena Teras Narang yang posisinya sebagai incumbent jauh lebih dikenal dibanding kandidat lainnya, yaitu 96,0 persen. Selain itu, Teras juga unggul karena kekuatan figurnya yang lebih disukai sekitar 77,8 persen, serta 53,1 persen puas atas kinerja Teras Narang selama ini," kata Direktur Eksekutif LSI, Denny JA.
Namun demikian, Denny mengingatkan, tingginya masyarakat yang belum menentukan sikap, belum memutuskan atau ragu-ragu (swing voter), yaitu sekitar 36,5 persen. "Jumlah suara sebanyak itulah yang nanti akan diperebutkan seluruh kandidat. Jika tidak ada gempa politik di Kalteng, untuk sementara Teras Narang potensial menang satu putaran," tutupnya.
Hasil survey LSI sangat beda jauh dengan jajak pendapat yang media ini laksanakan. Dimana Pasangan TERAS-DIRAN hanya dapat respon 16 persen. Respon tertinggi justru diraih pasangan AyuDik (Yuli-Didik) sebesar 42 persen, pasngan AMUR-BAHAR 38 persen dan Yuan-Basuki 4 persen.
Calon Gubernur Kalteng 2010 H Achmad Yuliansyah peragakan cara mencoblos surat suara dirinya (Pasangan AyuDik) pada kampanye akbar di stadion Swakarya, Muara Teweh, Sabtu (29/5). (Poto:SUARAPUBLIC)
(SUARAPUBLIC) - Kampanye akbar pasangan calon Gubernur Kalteng 2010 H Achmad Yuliansyah-H Didik Salmijardi, kemaren, terbilang sukses. Setidaknya, kampanye yang mendatangkan sederetan artis terkenal ibukota tersebut mampu menyedot tak kurang dari 10 ribu penonton.
Namun dibalik itu semua, tetap saja menuai kritikan dari sejumlah masyarakat yang hadir. Garis besarnya, kampanye tersebut dianggap terlalu berlebihan dan hanya menghabur-hamburkan uang. Nuansa kampanye itu dianggap kontras dengan keadaan ekonomi masyarakat saat ini.
"Sebagai seorang manusia yang butuh hiburan saya sangat menikmati sekali pertunjukan ini. Tapi bila diminta tanggapannya jujur saja saya sangat kurang sependapat dengan acara ini. Apalagi sampai memboyong begitu banyak artis yang jelas memakan dana yang besar. Para artis itu sudah kaya semua. Lebih baik duitnya untuk warga yang miskin seperti kami ini," ucap Adansyah, warga Desa Malawaken, polos.
Ketika disinggung acara seperti apa sebenarnya dimaui masyarakat untuk mengisi kampanye calon pemimpin! Adansyah kembali menegaskan bila uang ratusan juta buat mendatangkan artis terkenal ibukota Jakarta, sebaiknya dibagikan kepada masyarakat miskin di desa pedalaman Kalteng yang masih sangat membutuhkan uluran tangan seorang dermawan buat menopang hidup sehari-hari.
"Agar tak terkesan politik uang, kami bisa diberdayakan dengan memasang atribut pasangan calon. Atau bisa juga kami buatkan acara lomba-lomba di desa yang hadiahnya dibantu oleh calon," kata Adansyah, seperti memang hendak mengeluarkan semua uneg-unegnya.
"Tapi saya dengar banyak masyarakat yang mengeluh, biaya pemasangan baliho terlalu kecil padahal di baloho itu terpampang dengan jelas gambar pasangan calon yang dilihat setiap hari oleh masyarakat. Kalau artis begitu selesai, pulang, tak memikirkan lagi apa yang terjadi di sini," timpalnya.
Bersuara dengan seperti sedang memikirkan sesuatu beban, Adansyah tegas mengatakan bila yang memilih pasangan calon Gubernur Kalteng adalah orang-orang seperti mereka, buka jurkam yang dibayar mahal karena ditangkan khusus dari ibukota atau artis cewek yang kadang bergoyang memperlihatkan aura sensitifnya diatas panggung.
"Sekarang ini hanya kekalahan masyarakat pedalaman adalah tak berpendidikan tinggi dan tidak banyak duit. Tapi dalam soal memilih pemimpin, masyarakat sudah cukup cerdas. Bila tak menguntungkan bagi dirinya, mana mau mereka dijadikan pecundang. Kita lihat saja nanti, siapa yang direstui ALLAH SWT memimpin Kalteng ini," ungkapnya.
Pernyataan bila kampanye tersebut sangat luar biasa juga diungkapan Iyan, warga Kampung Jambu, kota seberang Muara Teweh. Namun meski memperkirakan jumlah dana dihabiskan buat mendatangkan artis ibukota, Iyan tak terlalu menghiraukannya. Baginya adalah kepuasan bisa melihat secara langsung artis idolanya.
"Wah...! Ini kampanye benar-benar luar biasa hebatnya. Bayangkan group band terkenal seperti ‘The Titans’ ditambah lagi artis lainnya seperti Armad Maulana (Band Gigi) dan Ari Lasso, Ikee Nurjanah serta Kristina mampu diundang khusus untuk menyemarakan acara hiburan. tentunya ini tidak sedikit duitnya. Ini baru kampanye akbar namanya," kata Iyan.
Diharapkan Iyan, bila nanti terpilih menjadi Gubernur Kalteng periode 2010-2015, pasangan AyuDik tak melupakan suguhan hiburan spektakuler seperti yang dia lihat pada kampanye akbar AyuDik di stadion swakarya tersebut.
"Jangan saat kampanye saja. Nanti kalau terpilih, tolong rakyat tetap dihibur dengan yang kaya ini," ucapnya, sembari menghoyangkan pinggulnya, kala mendengar suara merdu Ikee Nurjanah. ( Langsung ke Fokus Kalteng Klic Disini )
Calon Gubernur Kalteng H A Yuliansyah bersama istri Hj Relawaty Yuliansyah meny apa pendukungnya pada kampanye di lapangan sepak bola stadion Swakarya Muara Teweh, Sabtu (29/5/2010). Poto : SUARAPUBLIC
(SUARAPUBLIC) - Stadion Swarkaya Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah, laksana lautan kuning biru, kemaren. Puluhan ribu masyarakat dari berbagai di daerah di DAS Barito memadati stadion lapangan sepakbola itu. Mereka datang untuk menyaksikan kampanye akbar calon Gubernur Kalteng 2010, H Achmad Yuliansyah-H Didik Salmijardi.
Tak tanggung-tanggung, sederetan artis papan atas diboyong bareng guna memeriahkan kampanye akbar AyuDik ditempat H Achmad Yuliansyah bertugas. Di antaranya, artis dangdut Ikke Nurjanah, Kristina, Noviantri KDI dan empat sekawan (N.Komar, Eman, Dery dan Ginanjar).
Acara hiburan kampanye AyuDik semakin lengkap dengan kehadiran The TITANS, group band terkenal ibukota, diatas panggung. Dukungan sound system super pawer milik Kasubdin Bina Marga Dispu Barut H Shollahudin, menambah hingar bingarnya acara hiburan tersebut.
Kampanye akbar pasangan berslogan 'Bersatu Untuk Semua' itu dibuka dengan penampilan puluhan artis lokal dan artis Jakarta yang kurang familiar ditelinga masyarakat setempat. "Kami memberikan hiburan ini hanya untuk masyarakat.
Kemaren hiburan yang sama kami sungguhkan buat masyarakat Barito Selatan dan Barito Timur," ucap seorang tim sukses AyuDik, disela acara hiburan tersebut.
Orasi politik AyuDik dibuka oleh juru kampanye dari Partai Demokrat pusat, Ruhut Sitompul, SH.
Usai menyapa puluhan ribu masyarakat yang memadati stadion kebanggaan orang Barut itu, Ruhut yang sempat digoyang kedudukannya akibat ucapannya yang dianggap kasar dan ceplas-ceplos oleh warga Jakarta itu, langsung membuka orasi dengan menyebutkan jika hanya pasangan AyuDik yang mendapat restu dari Presiden SBY dan Ketua Demokrat, Anas Urbaningrum.
"Masyarakat Kalteng tak perlu ragu lagi dengan pasangan Ayudik. Bayangkan saja, Pak SBY dan Bung Anas mendukung penuh Ayudik untuk maju menjadi calon Gubernur Kalteng apalagi anda dan saya. Perlu di ingat, kedua tokoh tersebut adalah orang Jawa asli dan mendukung penuh dengan pencalonan pasangan AyuDik," ungkap Ruhut penuh semangat.
Selain mengajak agar masyarakat Kalteng selayaknya memilih pasangan AyuDik, Ruhut yang terkenal dengan sebutan 'Poltak Si Raja Minyak' itu juga meyakinnya bila H Achmad Yuliansyah layak menjadi Gubernur Kalteng. Yuli, katanya, teruji dan terbukti hasil karyanya selama dua periode menjadi Bupati Barut. Demikian pula H Didik, juga teruji dan terbukti kinerjanya.
"Jangan lupa, Sabtu tanggal 5 Juni nanti, coblos AyuDik, nomor urut 3," tegas Ruhut, yang disambut teriakan histeris masyarakat yang hadir.
"Yuliansyah adalah tipe pemimpin yang tidak banyak bicara tapi banyak bekerja. Sosok inilah yang saat ini cocok memimpin Kalteng. Saya kenal betul pak Yuli, dan saya tahu sejauh mana kinerjanya. Makanya kami segenap pengurus Demokrat pusat mendukung AyuDik," timpal Ruhut.
Dalam kesempatan berorasi tersebut, Ruhut juga sempat menyindir pasangan diusung PDIP Kalteng. Kata Ruhut, jika sekarang Presidennya dari Demokrat maka bila hendak mudah menjalin kerjasama dengan pusat harus pilih calon yang dari Demokrat, jangan pilih calon yang warna merah.
"Yang merah di provinsi ini sudah kaya, sudah punya TV dan koran sendiri. Kita tidak punya tv dan koran. Oleh karenanya jangan pilih merah. Kita harus menang bersama Ayudik," sindir Ruhut.
Usai Ruhut, orasi politik tim kampanye pasangan AyuDik dilanjutkan oleh Juru Kampanye Partai Golkar, Mukri Inas.
Secara tegas, mantan Ketua DPRD Kabupaten Barito Selatan diera tahun 90'an tersebut mengatakan bila masyarakat DAS Barito patut berbangga ada seorang tokoh yang menjadi calon Gubernur Kalteng periode tahun ini.
"Sejarah mencatat putra asli barito yang pernah menjadi gubernur Kalteng yakni, pertama W.A. Gara putra asli dari Pepas (Das Barito) dan kedua Asmawi A Gani juga asli putra barito. Mudah-mudahan berkat dukungan saudaraku sekalian H Achmad Yuliansyah bisa menjadi Gubernur Kalteng periode 2010-2015 ini,’ ucap Mukri lantang.
Sebagai orang yang pernah mengasuh dan membesarkan H Achmad Yuliansyah, Mukeri Inas yang terkenal dengan kepribadiannya yang santun dan bersahaja itu, mengaku siap menjadi orang yang selalu mengontrol dan menegur Yuliansyah bila keliru menjadi pemimpin di Kalteng.
"Saya tidak senang dengan pemimpin yang mengabaikan kepentingan rakyatnya. Nanti bila Yuliansyah terpilih, saya lah orang yang menegur dia bila ternyata dia lalai terhadap tugasnya menjadi pengayom dan pelindung masyarakat Kalteng," ucap Mukri.
Ditengah berlangsungnya kampanye, jalannya acara hiburan sempat diwarnai hujan lebat. Namun puluhan ribu pengujung yang tumpah ruah dilokasi kampanye tak satupun beranjak dari dalam arena stadion Swakarya Muara Teweh, dimana acara kampanye tersebut dilangsungkan.
Alhasil, kampanye yang sejatinya berakhir pukul empat sore, molor menjadi pukul lima. Acara hiburan ditutup dengan penampilan apik band terkenal ibukota The TITANS. "Kami sangat puas, ini hiburan betul-betul menghibur. Lain lagi tampilan artis lawak, benar-benar mampu mengocok isi perut," ucap Asmadi, warga Lanjas, Muara Teweh. (Langsung ke Fokus Kalteng Klic Disini)
(SUARAPUBLIC) - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri-1 Muara Teweh kembali keluar sebagai juara pertama pada Lomba Tangkas Terampil Koperasi (LTTK) tingkat SLTA, yang diselenggarakan Dewan Kopeasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Barito Utara (Barut). Dengan begitu, piala bergilir kembali jatuh ketangan siswa SMKN-1 tahun ini.
Kegiatan LTTK tingkat SLTA meliputi Lomba Pidato Koperasi dan Karya Tulis Koperasi pemuda/pelajar dan mahasiswa se Barito Utara. Kegiatan sendiri ditutup secara resmi oleh Ketua Dekopinda Barut Mastur SE MM, Sabtu di aula MTsN Muara Teweh.
Ketua Dekopinda Barut Mastur SE MM mengatakan, kegiatan lomba yang dilaksanakan itu rutin dilaksanakan guna peningkatan SDM generasi muda, pelajar maupun mahasiswa, khususnya pada bidang perkoperasian.
Sedangkan target yang hendak dicapai dari penyelenggaran tersebut tak lain agar dimasa mendatang bermunculan generasi penerus yang mampu mengelola sebuah koperasi. Dengan begitu, eksistensi koperasi selalu terjaga guna meningkat profesionalisme serta kemampuan bersaing dengan badan-badan usaha lainnya.
"Saya ucapkan selamat kepada pemenang. Saya juga berterima kasih kepada peserta atas partisipasinya dalam kegiatan ini. Bagi yang mampu meraih juara janganlah bekecil hati. Justru harus dijadikan pengalaman untuk memacu kembali minat belajar tentang ilmu koperasi dan ilmu pengetahuan lainnya," ucapnya.
Mastur meyakini bila kegiatan serupa akan kembali diperlombakan ditahun mendatang. Untuk itu, dia minta agar peserta yang gagal meraih predikat terbaik, mulai dari sekarang mempersiapkan diri dengan menambah jam belajar dirumah.
Diakui Mastur, bila kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemkab Barito Utara. Tak lupa ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Wakil Bupati Barut Drs Oemar Zakie Hebanoedin yang pada pembukaan kegiatan secara spontan memberikan bantuan dana sebesar Rp 5 juta kepada panitia.
"Kami juga sangat berterima kasih Kepala kadis Koperasi & UMKM Barut H Masdulhaq, Ketua TP PKK Hj Relawati Yuliansyah. Karena berkat dorongan moril dan bantuan materiil, kegiatan yang besar manfaatnya bagi pelajar Barut itu sukses terlaksana," kata Mastur.
Sedangkan penghargaan dan ucapan terima kasih untuk Bupati Barut H Achmad Yuliansyah diberikan panitia secara khusus pada acara penutupan. Calon Gubernur Kalteng 2010 tersebut mendukung kegiatan dengan menyumbang uang tunai sebesar Rp 5,5 juta dan 20 buah door prize.
"Ini salah satu bukti perhatian Pak Yuli terhadap pembinaan generasi penerus bangsa, baik kalangan pemuda, pelajar dan mahasiswa. Pak Yuli juga sangat mendukung berkembangnya bagan usaha koperasi, agar bisa membantu kesulitan masyarakat kelas menengah ke bawah," ucap Mastur.
Berikut hasil lengkap juara lomba LTTK di antaranya, juara I SMKN 1 Muara Teweh, juara II SMA PGRI Trahean, juara III SMA 1 Gunung Timang, juara harapan I SMA PGRI Muara Teweh dan juara harapan II diraih oleh SMAN 2 Muara Teweh.
Secar rinci hasil perlombaan, adu tangkas berpidato topik koperasi kategori putra adalah, juara I Febrianto (SMA PGRI Muara Teweh), juara II Mujamil (SMAN 2 Muara Teweh), juara III Aredo (SMAN 2 Muara Teweh), juara harapan I Taufikurrahman (SMA PGRI Trahean) dan juara harapan II Gani Alfajri (MTsN Muara Teweh).
Sedangkan lomba pidato kategori putri, juara I lomba pidato koperasi diraih Endang (SMAN 1 Muara Teweh), juara II Maria M (SMA PGRI Trahean), juara III Setapani Meri K (SMAN 1 Gunung Timang), juara harapan I Lilis Afrianti(SMA PGRI Trahean) serta juara harapan II Dola Dolita, wakil SMAN 2 Muara Teweh.
Kemudian lomba Karya Tulis Koperasi juara I diraih Tahau, wakil SMA PGRI Muara Teweh, juara II MuktamaridhohM (MTsN Muara Teweh), dan juara III Dola Dolita (SMAN 2 Muara Teweh).
”Penghargaan untuk para juara lomba, diserahkan tropy bergilir, piala tetap, piagam, hadiah hiburan dan uang tunai. Jumlah hadiah kami sadari masih belum seberapa, namun semoga bisa dijadikan pemacu kreatifitas peserta pada lomba berikutnya tahun depan,” ungkap Mastur. Berita lainya : --------------------