Meteor Tanda Kekuasaan Allah SWT
(SUARAPUBLIC) – Penomena jatuhnya benda berbentuk meteorit di satu rumah warga di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, hingga kini masih belum terungkap secara benar. Para ulama berharap kejadian tersebut harus disikapi dengan keimanan.Ketua Pengurus Besar Aljam`Iyatul Washliyah (PB Al-Washliyah) Drs,H,Masyhuril Khamis SH mengatakan, adanya meteor merupakan tanda Kekuasaan ALLAH SWT. Sedangkan dimana lokasi ingin dijadikan tempat jatuhnya benda ruang angkasa tersebut sudah menjadi Kehendak-NYA.
“Karena itu, sebagai mukmin harus menyikapinya dengan keimanan. Sebab itu baru sekian persen dari persen kekuasaan Allah yang ditunjukkan-Nya kepada manusia,” kata Masyhuril Khamis, seperti dikutif Pos Kota.
“Hikmahnya adalah menjadi bahan penelitian dan ilmu untuk manusia," timpalnya.
Menurutnya, dalam Al'quran dijelaskan betapa kaya dan lengkapnya isi alam. Semua hal itu diciptakan untuk semua manusia. Hanya saja, manusia terkadang lupa terhadap Maha Pencipta Alam, bahkan manusia lebih cenderung dan mencintai dunia dan takut akan mati.
“Hanya orang-orang yang beriman dan berilmu yang dapat membaca tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Sang Khalik,” katanya.
Sebelumnya, peneliti lembaga Antariksa Nasional (LAPAN), Profesor Thomas Jamaluddin, Jumat, menegaskan, benda yang jatuh dan menimpa rumah di Duren Sawit, Jakarta, diduga kuat merupakan meteroit. Benda ini bisa jatuh akibat terlepas dari ikatannya kemudian melayang dan bertabrakan dengan atmosfir bumi.
“Benda itu berupa batu tapi sangat rapuh. Tak ada radiasi yang dikandung benda tadi. Jadi tak berbahaya,” yakinya.
Lebih jauh dikatakannya, benda yang jatuh menimpa rumah hingga mengalami rusak berat dugaan sementara memiliki ukuran sebesar kelapa atau bola sepak. Untuk meyakinkan ukuran benda itu, pihaknya mengaku akan berangkat ke Duren Sawit untuk melakukan penelitian.
“Kami bisa meyakinkan jika benda itu memang meteorit yang mengandung unsuir batu yang cukup rapuh,” imbuhnya.
Di sisi lain Thoman memaparkan, diangkasa ini memiliki lebih kurang 25 ribu ton batu berbagai ukuran dan dari mulai batu keras, lunak hingga rapuh. bebatuan itu terus berputar mengelilingi bumi.
Ketika batu itu lepas dari ikatannya, tentu akan masuk ke atmosfir bumi dan melayang-layang hingga jatuh ke bumi. “Jadi kami menyimpulkan benda yang jatuh di Duren Sawit adalah batu jenis meteorit.”
Menjawab pertanyaan, peristiwa jatuhnya meteorit tersebut tak akan terjadi peristiwa susulan dan hanya berlangsung satu kali. Olehkarena itu, warga diimbau untuk tenang. selain itu, lanjutnya, benda yang jatuh itu pun tak menimbulkan dampak negatif untuk kesehatan. (Langsung ke halaman Lintas Global....)
Berita lainya :
----------------
Lintas Global :
-----------------
------------------------------------------------------------------------------------------------
