TERBARU

Situs ini tak lagi apdate. Kunjungi situs kami lainnya
SUARAPUBLIC.COM

|

Penghulu se Barut Dukung Ayudik

(SUARAPUBLIC) - Dukungan masyarakat Provinsi Kalimantan Tengah terhadap AYUDIK terus mengalir. Jika sebelumnya para kader dan simpatisan DPC PPP Palangkaraya mendeklarasikan dukungannya terhadap pasangan ini, kini giliran komunitas penghulu Kabupaten Barito Utara menyatakan hal yang sama.

AYUDIK adalah jargon politik pasangan H Achmad Yuliansyah-Didi Salmijardi. Sedangkan PPP, secara garis partai adalah salah satu Parpol yang mengusung Pasangan H Achmad Amur - H Baharudin Lisa. Para komunitas penghulu Barut yang didalamnya bercokol nama-nama tokoh masyarakat DAS Barito dan petugas KUA, menyatakan siap memenangkan AYUDIK pada Pilkada Kalteng 5 Juni 2010 nanti.

Kami (6/5) malam, diadakan syukuran terhadap pernyataan politik komunitas penghulu Barut tersebut. Syukuran yang diawali dengan Sholat Magrib dan Isya bersama tersebut dihadiri pula beberapa pejabat Pemkab Barut, termasuk Sekda Sapto Nugroho, Fery Kusmayadi, Izhar Safawi dan Kadishut Barut H Iwan Fikri.

Kehadiran para pejabat penting Barut tersebut jelas saja menambah semangat para penghulu yang memang sudah memiliki tekad bulat mendukung AYUDIK. "Kami tidak maen-maen dengan pernyataan dukungan ini. Kami akan ikut berjuang mati-matian dilapangan agar AYUDIK menang," diplomasi seorang penghulu, sambil mengacungkan tiga jari tangannya yang menandakan nomor urut pasangan yang di usung Golkar dan Demokrat Kalteng tersebut.

Dalam kesempatan itu, Yuli kembali menegaskan delapan programnya dalam membangung Kalteng, bila nanti terpilih. Terutama paling ditekannya adalah masalah pemekaran wilayah, pelayanan kesehatan total terhadap warga miskin dan mengupayakan sekolah gratis, setidaknya bagi warga tidak mampu.

"Saya sudah hidup enak dua periode memimpin Barut. Hanya terpanggil untuk membangun Kalteng sehingga saya ikut maju menjadi calon gubernur. Apalagi survey Golkar menunjukan respon positif warga Kalteng terhadap saya. Bila nanti terpilih, utama yang saya lakukan adalah melakukan terobosan kebijakan untuk mensejahterakan masyarakat, terutama yang berada di perdesaan," kata Yuli.

Untuk mencapai keinginan mensejahterakan masyarakat, Yuli akan membuka sebanyak-banyaknya lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Namun untuk mewujudkan itu, tentu dengan memanfaatan potensi SDA yang ada di Kalteng, yang dalam pelaksanaannya akan berkerjasama dengan investor bermodal yang juga punya niat turut membangun Kalteng.

Sedangkan terhadap recananya membantu realisasi pemekaran wilayah yang sudah lama dihendaki masyarakat, Yuli optimis akan terwujud. Selain fasilitas sarana dan prasaranan masing-masing wilayah yang hendak memekarkan diri sangat menunjang, perjuangan itu sebelumnya sempat mendapat respon pusat.

"Disini perlu saya luruskan. Banyak isu berkembang seolah-olah saya yang hendak memekarkan wilayah. Tapi tak mengapa itu kelompok yang tak tahu sejarah aspirasi ini. Saya hanya mendukung dengan membantu perjuangan warga. Posisi sebagai Gubernur, saya yakin aspirasi itu bisa diwujudkan," tegas Yuli.

Bila membuka kembali hasil survey lembaga indevenden Unlam Banjarmasin, dibawah komando Dr Setia Bhudi MSi, apa yang direncanakan Yuli dalam program pemekaran wilayah itu, kemungkinan besar memang bisa terwujud. Hasil survey itu menunjukan 95% warga DAS Barito mendukung pemisahan diri dari Kalteng.

Hasil survey tersebut dipaparkan kembali pada Musyawarah Besar Provinsi Barito Raya di Ampah, Kabupaten Barito Timur (2004). Hanya saja, lantaran orang-orang penting yang duduk di Provinsi Kalteng, tak mendukung pemekaran, sehingga aspirasi itu terseok-seok jalannya.

"Bila pak Yuli membuka kembali lembaran itu, dengan menyatakan akan membantu perjuangan pemekaran, saya yakin orang DAS Barito akan sepenuhnya mendukung AYUDIK. Tapi ini komitmen yang berhubungan langsung dengan kemaslahatan warga, akan berbahaya bila nanti terpilih, pemekaran tak terwujud," kata Hj Wolyani, Ketua Laskar Dayak Kecamatan Teweh Tengah.

Dari daerah timur Kalteng, juga deras mengalir dukungan terhadap AYUDIK. Itu juga implementasi dari program AYUDIK yang menyatakan membantu perjuangan masyaraka disana yang memang sudah lama hendak memekarkan diri menjadi provinsi sendiri.

"Nilai positifnya direncana pemekaran wilayah ini. Masyarakat disana memang benar-benar ingin mengatur sendiri daerahnya dengan membentuk provinsi sendiri. Ini aspirasi lama terpendam, hanya tak tersalurkan lantaran tak mendapat dukungan orang penting," kata Kasriadi, warga asal Sampit yang sekarang menetap tinggal di Muara Teweh.

Tapi jangan salah mengartikan desakan pemekaran ini. Niat mereka jangan diartikan hendak memisahkan diri dari Kalteng, lantas ingin menjauh dari warga Kalteng. Masyarkat tetap bersaudara, hanya wilayahnya dimekarkan agar pelayanan terhadap masyarakan menjadi mudah dijangkau, dan cepat aksennya.

"Ini yang ingin kita bantu mewujudkannya. Bila nanti terpilih, aspirasi pemekaran provinsi, baik itu wilayah Kotawaringin Raya maupun Barito Raya, akan kita bantu sepenuhnya. Kita bukan latah, tapi memang sudah saatnya Kalteng dimekarkan," tegas Yuli di Runjab Barut, disela menyusun jadwal tempat kampanye, didampingi Koyem, seorang pengusaha muda sukses asal Barut.





Berita lainnya :
------------------

Baca juga :
------------















--------------------------------------------------------------------------------------------------

Editor by Mardedi on 5/07/2010 04:27:00 AM. Melalui feed . Anda dapat mengikuti respon untuk entri ini melalui RSS 2.0. Jangan ragu untuk meninggalkan tanggapan.

0 komentar for "Penghulu se Barut Dukung Ayudik"

Berikan Tanggapan

Index Arsip

Lihat Komentar

Posting Terbaru