TERBARU

Situs ini tak lagi apdate. Kunjungi situs kami lainnya
SUARAPUBLIC.COM

|

Tanam Perdana Disawah Terlantar

(SUARAPUBLIC) - Akhirnya petani Desa Trehean Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Kalteng, kembali bisa melakukan penanaman padi di sawah yang sempat terlantar di desa setempat. Petak sawah seluas puluhan hektar di daerah itu hanya efektif dimanfaatkan warga seluas dua hektar.

Tanam perdana kali ini yang dilakukan langsung oleh Bupati Barito Utara H Achmad Yuliansyah terkesan sangat istimewa. Tak hanya hampir seluruh pejabat Pemkab Barut hadir pada acara tersebut, tapi kehadiran Bupati dilokasi penanaman pratis dibawah pengawalan ketat aparat setempat.

Maklum, Bupati Barut H Achmad Yuliansyah pada Pilkada Kalteng tahun ini menjadi salah satu peserta. Yuli yang diusung dua partai besar, Golkar dan Demokrat itu bergandengan dengan Didik, yang saat ini tercatat sebagaia anggota DPR RI mewakili Kalteng.

Tidak ketinggalan hadir, Kapolres Barut, Komandan Kodim 1013 Muara Teweh dan Sekretaris Daerah. Kecuali Sekda dan Kapolres, sedangkan Komandan Kodim 1013 turut mendampingi Bupati melakukan tanam perdana.

Proses tanam perdana berlangsung sekitar setengah jam. Setelah itu dilakukan dialog tatap muka antara warga setempat dengan rombongan bupati. Disesi dialog ini banyak fakta terungkap, tak hanya masalah pembangunan tapi juga masalah lainnya yang berkaitan kebutuhan warga setempat.

Hal pertama menggelinding adalah masalah hasil produksi padi petani yang hingga sekarang belum mampu mencukupi kebutuhan beras petani apalagi masyarakat Barut. Ini diungkapkan sendiri oleh Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Pertanian Barut, Ir Sunoto.

"Kendalanya adalah tidak maksimalnya penyaluran bibit dan bantuan pupuk untuk para petani. Selain itu lahan epektif dimanfaatkan tak lebih dari 35%, dan kurangnya pembinaan. Akibat ini, petani jadi kurang bersemangat rutin melakukan tanam tiap tahunnya," ucap Sunoto.

Sunoto sendiri tak lebih dari setahun menjabat sebagai Kadis Pertanian, Perikanan dan Peternakan Barut. Sebelumnya kadis dijabat Jainal Abidin, sekarang dimutasi menjadi Kepala Bappeda Barut.

"Sekarang kita lakukan uji coba bibit unggul baru. Jenis bibit masih Hibrida, hanya varitasnya yang sekarang Barnas Super. Sesuai dengan arahan pak Bupati, kita coba di lahan dua hektar ini. Mudahan ujicoba ini berhasil agar kebutuhan beras petani tercukupi," ucap Sunoto.

Menjawab itu, Bupati Barut meminta kepada Kelompok Tani agar secepatnya melakukan sosialsisai ke semua desa. Tujuannya agar semua masyarakat bisa menggunakan bibit itu agar kebutuhan beras di desa-desa bisa tercukupi tiap tahunnya.

"Bibit ini saya tahu persisi, paling bagus. Bibit ini berhasil ditanam petani di Bogor. Bahkan panennya langsung di lakukan Presiden SBY. Saya sudah intruksikan kepada dinas teknis agar selalu mengontrol semua kebutuhan petani, baik bibit maupun pupuk," kata bupati.

Dalam kesempatan dialog itu juga terungkap bila petani setempat masih belum diserahkan bibit karet sebagaimana sudah dijanjikan. Karena Dinas Kehutanan dan Perkebunan hadir, menjawabnya diserahakn kepada dinas teknis.

"Sekarang masih dalam proses lelang. Kita sudah siapkan 750 ribu bibit. Tapi hanya itu bisa kita serahkan. Sedangkan sisanya menunggu tahun mendatang. Sekarang sudah ada hampir sejuta lebih permintaan," kata Kadishutbun Barut, Ir Iwan Fikri.

Kades Trehean Gofur mempertanyakan soal jalan ke salah satu pemukiman yang sudah dilakukan pengerasan tapi tak diaspal. Menurut Kepala Dinas PU Barut, untuk lanjutan sudah dipersiapkan dananya melalui APBD Barut 2010.

"Saya sudah cek, tahun ini ada lanjutan pekerjaan itu. Saya targetkan tidak sampai beberapa minggu pekerjaan sudah bisa dilakukan. Sekarang sedang proses lelang, jadi setelah selesai baru di kerjakan," ucap Kadis PU.

Menurut Kadis Pu, beberapa waktu lalu Barut mendapat tambahan dana Rp50 milyar dari APBN. Itu berkat loby bupati di Departemen Pu pusat yang bekerjasama dengan Panitia Anggaran DPR RI.

"Untuk itu kita perlu berterima kasih kepada bupati yang mampu menambah dana untuk pembangunan kita disini," ucap Kadis PU Barut.

Ada juga usulan warga masalah peningkatan SPM Swasta menjadi negeri. Menurut Sekda itu sudah diusulkan namun keputusan tergantung Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng.



Berita lainya :
-----------------
Baca juga :
--------------

















------------------------------------------------------------------------------------------------

Editor by Mardedi on 5/14/2010 11:32:00 PM. Melalui feed . Anda dapat mengikuti respon untuk entri ini melalui RSS 2.0. Jangan ragu untuk meninggalkan tanggapan.

0 komentar for "Tanam Perdana Disawah Terlantar"

Berikan Tanggapan

Index Arsip

Lihat Komentar

Posting Terbaru