Penyakit CIKUNGUNYA Serang Warga Transmigran
MUARA TEWEH-Penyakit yang minggu belakangan diderita puluhan warga Kecamatan Gunung Purei dan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara ternyata penyakit Cikungunya. Penyakit tersebut disebabkan gigitan nyamuk aedes Albopictus.
Hingga kini penderita masih belum mendapatkan perawatan medis memadai. Khususnya di Desa Liju, bekas trans, penderita kesulitan berobat lantaran jarak tempuh ke ibukota kecamatan jauh, kurang lebih 16 kilometer.
“Hampir semua warga terserang penyakit itu. Mereka mulanya merasakan demam tinggi disertai linu di persendian serta rasa sakit pada tulang. Bahkan sampai ada yang tidak bisa beranjak dari tempat tidur karena lemas,” kata Hohih, kepala desa setempat.
Hohih mengakui telah melaporkan langsung kasus itu kepada Wakil Bupati Barito Utara, Oemar Zaki Hebanuddi, saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Liju dalam rangka monitoring dan penyerahaan hasil PNPM-MP.
Namun hingga, Minggu (13/12), penanganan belum juga dilakukan. “Entah di desa lain, di Desa Linju hingga kini belum satupun didatangi petugas medis,” ucap Hohih. Padahal Wakil Bupati Barito Utara mengaku sudah memerintah Kadis Kesehatan agar menindak lanjuti laporan masyarakat.
Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Barito Utara) Cornelis AG, SKM mengakui telah memberikan laporan kepada atasannya. “Tim pasti diturunkan,” ucapnya.