TERBARU

Situs ini tak lagi apdate. Kunjungi situs kami lainnya
SUARAPUBLIC.COM

|

Bangun Pelabuhan Bagendang Telan Dana Rp1 Triliun

SUARAPUBLIC - Pembangunan Pelabuhan Bagendang Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah, telah berjalan tiga tahun dan diperkirakan akan menelan dana sebesar Rp1 trilun.

“Pelabuhan Bagendang memiliki lahan seluas kurang lebih 30 hektare, dengan bangunan dermaga sepanjang 120 meter, lebar 25 meter,” kata Maneger PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Sampit, Abdul Rofid Fanany, di Sampit, Senin(19/4).

Menurut Fanany, Pembangunan Pelabuhan Bagendang sekarang telah mencapai 60 persen, PT Pelindo III pusat akan berinvestasi di Pelabuhan Bagendang sebesar Rp1 triliun dana itu rencananya untuk pembangunan dan menyiapkan seluruh fasilitas penunjang pelabuhan.

Pelabuhan Bagendang merupakan salah satu pelabuhan terbesar di Kalteng. Pelabuhan Bagendang nantinya akan dijadikan sebagai pusat bongkar muat barang, peti kemas dan minyak curah kelapa sawit.

Pengoperasian pelabuhan Bagendang dijadwalkan pada 1 Juni 2010 mendatang, katanya, namun menjelang pengoperasian Pelabuhan Bagendang infrastruktur pendukung, seperti jalan menuju kepelabuhan hingga saat ini masih belum siap.

Kekuatan jalan yang ada saat ini hanya mampu untuk dilalui angkutan bermuatan seberat 8 ton, sementara berat dari peti kemas rata-rata di atas 12 ton, sehingga tidak mungkin peti kemas diangkut melintasi jalan itu.

Untuk menghindari kerusakan jalan, pihak PT Pelindo III Cabang Sampit merencanakan tidak akan mengangkut peti kemas melalui jalan itu, melainkan membongkar isi peti kemas kemudian diangkut dengan menggunakan truk angkutan yang berkapasitas kecil.

Fanany mengungkapkan, peti kemas akan tetap berada di Pelabuhan Bagendang, dengan menggunakan cara itu diharapkan tingkat kerusakan jalan menju ke pelabuhan Bagendang akan dapat dihindari.


“Pemberlakuan sistem bongkar isi peti kemas sifatnya hanya untuk sementara, sebab ruas jalan menuju ke palabuhan Bagendang rencananya akan ditingkat dari 8 ton menjadi 12 ton dan akhir tahun 2010 peningkatan jalan telah selesai,” ujarnya.

Dengan dioperasikannya pelabuhan Bagendang sebagai pusat bongkar muat barang, peti kemas dan minyak curah kelapa sawit, diharapkan nantinya akan dapat menekan dan menurunkan biaya bongkar muat di Pelabuhan Sampit yang selama ini dikeluhkan sejumlah pengusaha pengiriman barang.

Selain bertujuan untuk menurunkan biaya bongkar muat di pelabuhan juga untuk mengurangi kepadatan aktifitas di Pelabuhan di Sampit, sebab selama ini Pelabuhan Sampit berfungsi ganda, yakni pusat pelabuhan penumpang dan barang.(*)


Berita lainya :
------------------------------------------------------------------------------------------------

Subscribe to RSS headline updates from:
Powered by FeedBurner


Fokus Kalteng :
------------------------------------------------------------------------------------------------















------------------------------------------------------------------------------------------------

Editor by Mardedi on 4/20/2010 09:04:00 AM. Melalui feed . Anda dapat mengikuti respon untuk entri ini melalui RSS 2.0. Jangan ragu untuk meninggalkan tanggapan.

0 komentar for "Bangun Pelabuhan Bagendang Telan Dana Rp1 Triliun"

Berikan Tanggapan

Index Arsip

Lihat Komentar

Posting Terbaru