TERBARU

Situs ini tak lagi apdate. Kunjungi situs kami lainnya
SUARAPUBLIC.COM

|

Bentrok antar Kelompok Masyarakat di Ambawang Berhasil di Damaikan

(PONTIANAK) - Akhirnya bentrok antar warga dua desa di Ambawang Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, berhasil juga didamaikan. Ini setelah tokoh dari dua kelompok yang bertikai memperebutkan tapal batas tersebut mengadakan pertemuan.

Sekadar diketahui, bentrokan bermula ketika 200an warga Desa Ambawang yang bersenjata tajam mendatangi 25 orang warga Desa Olak-olak Kubu di PT Sintang Raya. Saat itu 25 warga tersebut sedang berada di PT Sintang Raya untuk meminta penjelasan terkait beroperasinya perusahaan sawit tersebut di lahan yang masih disengketakan dua desa.

Warga Olak Olak mendesak agar PT Sintang Raya menghentikan pemasangan patok di desa Ambawang yang diklaim sebagai lahan mereka. Sedangkan warga Ambawang juga mengklaim bahwa lahan tersebut miliknya, sehingga terjadi klaim dua kelompok warga dari desa yang berbeda.

Ketika warga Olak olak sedang istirahat di warung, tiba-tiba ratusan warga Ambawang menghampirinya. Kelompok massa ini mencoba menyerang, namun berhasil dicegah sejumlah polisi di sana.

Sekitar 15 menit, 25 warga Olak-olak dikepung. Jumlah polisi yang hanya dua orang tidak mampu mengatasi ulah warga. Warga Olak-olak yang sedang istirahat di warung dilempari.

"Melihat kondisi semakin memanas, kami memilih meminta ampun pada massa yang mulai marah. Kami tidak ingin rumah warga yang kami singgahi rusak," kata Sekretaris LPMP Olak olak, Sumeno, kepada wartawan, Minggu (25/4) malam.

Melihat kondisi itu, Sumeno dan teman-temannya mohon pamit untuk pulang. Saat melewati gertak yang dijaga polisi, sebagian warga kocar-kacir setelah dipukuli menggunakan kayu. Mereka terjun ke parit yang mengelilingi warung tempat mereka istirahat.

Selama di dalam parit, mereka dijaga oleh ratusan warga yang memegang kayu. Setelah sekitar 30 menit dibiarkan berendam, akhirnya warga Olak-olak dipersilahkan pulang.

Sumeno menuturkan, akibat peristiwa itu, sejumlah warga menderita luka lebam. Sumeno sendiri juga menderita luka pukul hingga berdarah di kedua tangannya.

"Peristiwa ini sudah yang kedua kalinya. Bulan puasa tahun lalu juga sempat hampir terjadi hal seperti ini dan untungnya hanya tengkar mulut," katanya.

Usai massa membubarkan diri, puluhan anggota polisi setempat baru tiba di lokasi kejadian.

Kini kondisi kedua desa sudah kondusif. Warga beraktivitas seperti biasa. Kedua belah pihak dikabarkan telah melakukan kesepakatan damai, diwakili tokoh masyarakat masing-masing.


Berita lainya :
------------------------------------------------------------------------------------------------

Lintas Borneo :
------------------------------------------------------------------------------------------------













------------------------------------------------------------------------------------------------

Editor by Mardedi on 4/26/2010 01:59:00 AM. Melalui feed , . Anda dapat mengikuti respon untuk entri ini melalui RSS 2.0. Jangan ragu untuk meninggalkan tanggapan.

0 komentar for "Bentrok antar Kelompok Masyarakat di Ambawang Berhasil di Damaikan"

Berikan Tanggapan

Index Arsip

Lihat Komentar

Posting Terbaru