Cadangan Batu Bara Maruwai di Murung Raya 774 Juta MT
![]() |
| PT Adaro. dok.net |
"Kalau merujuk pada rilis BHP Billiton cadangannya sekitar 774 juta metrik ton. Kita punya 25 persen dari tujuh KP yang dimiliki BHP Billiton," kata Presiden Direktur Adaro Garibaldi Thohir di Jakarta, kemarin. Proyek ini diperkirakan baru beroperasi pada 2014.
Namun, Boy mengatakan perusahaan belum dapat menyebutkan nilai investasi pengembangan proyek itu. Mengenai persetujuan pemerintah, Sekretaris Perusahaan Adaro Andre J Mamuaya menambahkan, perusahaan kini tengah menyelesaikan tahap administrasi.
Persetujuan pemerintah berasal dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Hukum dan HAM, serta Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Sebelumnya, Adaro Energy memenangi tender pelepasan 25 persen saham PT Alam Tri Abadi, anak usaha di tujuh proyek tambang batu bara milik PT BHP Biliton Indonesia. Sementara itu, sisanya 75 persen masih dimiliki BHP. Perjanjian kerja sama telah dilakukan antara Adaro dan BHP Minerals Holdings Pty Ltd dan BHP Minerals International Exploration Inc.
Tujuh proyek tambang Maruwai itu adalah PT Maruwai Coal, PT Juloi Coal, PT Kalteng Coal, PT Sumber Barito Coal, PT Lahai Coal, PT Ratah Coal, dan PT Pari Coal. Porsi kepemilikan ADRO dalam konsorsium tersebut sebesar 25 persen.
Menurut Boy, Adaro bangga dipilih jadi partner BHP di Indonesia, karena BHP merupakan perusahaan tambang kelas dunia. Perseroan juga telah menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar 200 juta dolar AS. Dana tersebut di luar anggaran pembangunan power plant.
Tahun ini pula, kata Boy, pihaknya menganggarkan 65 juta dolar AS untuk pembangunan power plant tersebut. Sedangkan, untuk total investasi power plant 160 juta dolar AS. Posisi kas perseroan saat ini dinilai masih cukup kuat, yakni sebesar 1 miliar dolar AS. Sehingga pendanaan untuk proyek di Kalimantan Coal Project, capex, serta pembangkit power plant tidak jadi masalah serius bagi perusahaan.
Saat ini, produksi batubara perseroan pada kuartal pertama 2010 sebesar 11,36 juta metrik ton. Target produksi Adaro tahun ini 45-46 juta ton dan 2014 sebesar 80 juta ton. Dalam RUPS tersebut, perseroan menyepakati akan membagikan dividen sebesar 21 persen dari total laba berhasil yang dicatatkan oleh perseroan senilai Rp 4,4 triliun pada 2009. Yakni, total dividen sebesar Rp 927,592 miliar. Namun, karena telah dibagikan dividen interm Rp 338 miliar, maka dividen yang akan dibagi Rp 530,76 miliar.(*)
Berita lainya :
------------------------------------------------------------------------------------------------
Subscribe to RSS headline updates from:
Powered by FeedBurner
Fokus Kalteng :
------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------
