Jusuf Kalla Siap Pimpin Investigasi Kerusuhan Tanjung Priok
(SUARAPUBLIC): - Mantan Wakil Presiden, M Jusuf Kalla, yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), mengatakan siap melakukan investigasi kemanusiaan atas kerusuhan yang terjadi di sekitar makam keramat Mbah Priuk, pekan lalu.
Kerusuhan yang pecah pada Rabu (14/4) menyebabkan tiga orang tewas dan seratusan orang luka-luka. Permintaan secara lisan agar PMI menjadi investigator telah diutarakan oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Kamis (15/4) pagi dan Minggu (18/4) siang.
JK menegaskan, secara institusi, PMI bisa menerima permintaan ini, selama dalam skop kemanusiaan. Saat ini, PMI kami tinggal menunggu surat permintaan resmi dari Pemprov DKI Jakarta. Dalam melakukan investigasi nanti, PMI akan bekerja sama dengan para ahli perguruan tinggi dan institusi lainnya sepanjang diperlukan, seperti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.
"Kami akan melihat sebab musabab terjadinya kerusuhan dengan kekerasan yang justru korban jiwanya aparat pemerintah. Saya menilai, ada miskomunikasi yang dalam di masyarakat," katanya, usai menghadiri kegiatan donor darah di GKJ Nehemia, kemarin.
JK mengemukakan, miskomunikasi dan ketidakpercayaan masyarakat, menjadi pemicu terjadinya kericuhan di sekitar makam Mbah Priok yang menyebabkan banyak korban. Pernyataan Kalla ini diungkapkan ketika ditanyakan penyebab terjadinya kericuhan di makam Mbah Priok, pekan lalu.
Menurut Kalla, pada saat itu informasi yang beredar di masyarakat akan adanya penggusuran makam Mbah Priok. Padahal yang sebenarnya terjadi, telah ada kesepakatan semua pihak bahwa makam Mbah Priok tidak akan digusur. "Selama ini juga ada prinsip; membangun dulu baru digusur, bukan gusur dulu baru membangun. Hal ini kenapa tak dijalankan?” kata Kalla.
Karena prinsip itu tak dijalankan, maka di masyarakat muncul ketidakpercayaan ketika yang dilakukan adalah penggusuran. Dengan demikian, muncul pula rasa saling curiga. Ini semua memunculkan ketidakpercayaan dalam masyarakat.
Kalla juga mengingatkan media untuk melakukan instrospeksi. Tayangan langsung media masa yang tidak akurat atau "keseleo lidah", akan merangsang orang untuk bertindak lebih.
Kalla menilai, saat ini telah terjadi perubahan luar biasa dalam masyarakat. Kericuhan Priok menyisakan banyak pertanyaan, antara lain, mengapa Satpol PP yang tugasnya menertibkan justru beringas dan mengapa majelis zikir yang tujuannya menentramkan malah menjadi keras.(*)
Berita lainnya :
------------------------------------------------------------------------------------
LINTAS GLOBAL :
------------------------------------------------------------------------------------
