Kapoltabes Pontianak Berang Terhadap Pernyataan Markus Pengacara Edwin
![]() |
| Kapoltabes Pontianak Kombes Pol Asep Syahrudin saat menerima penghargaan |
SUARAPUBLIC - Kapoltabes Pontianak, Komisaris Besar (Kombes) Pol Asep Syahrudin naik darah (berang) begitu membaca statement mantan koordinator pengacara Edwin Rahadi, Hanafi Kasimin. Ia menilai, statement itu sangat menyakitkan.
“Kalau dibilang marah, jelas saya marah,” tegas Asep saat konferensi pers di kantornya, kemarin siang. Kemarahan Asep ini merupakan reaksi atas pernyataan Hanafi yang mengaku mengundurkan diri sebagai pengacara Edwin karena menghindari kemungkinan adanya praktik makelar kasus (Markus) dalam kasus tersebut.
Meski Hanafi tidak mengungkapkan secara jelas siapa yang dimaksudnya sebagai Markus, namun hal itu bisa berimbas pada citra kepolisian, khususnya jajaran Poltabes Pontianak. “Logikanya, Markus tidak akan bisa bekerja sendiri. Pasti ada orang yang membantunya, misalnya penyidik kepolisian. Dan pimpinan tertinggi penyidik di Poltabes ini, saya,” ujar Asep.
Sekadar diketahui, proses hukum kasus Edwin Rahadi (38), tersangka utama kejahatan pembunuhan, kepemilikan pabrik narkoba, senjata api, serta uang dolar Amerika palsu ditangani Poltabes Pontianak. Kasus ini menjadi perhatian besar masyarakat karena baru pertama kalinya di Kalbar. “Saya pertaruhkan jabatan. Jelas saya tidak main-main karena ini masalah besar. Masalah kecil saja saya tidak berani main-main,” tegas Asep.
Pernyataan Hanafi soal indikasi makelar kasus dalam kasus Edwin memang cukup mengejutkan. Wajar jika Kapoltabes Pontianak beserta Kasat Reskrim, Komisaris Polisi (Kompol) Sunario S Ik dan Kasat Intel, Kompol Munizar merasa perlu untuk meluruskannya.
Dalam kesempatan konferensi pers itu, Asep yang mengenakan baju putih lengan panjang dipadu dengan celana jens warna biru ini memang terlihat beda dari hari-hari biasanya. Raut wajahnya tampak serius saat memberikan klarifikasi kepada para awak media di ruang lobi Mapoltabes.
Tak hanya mengklarifikasi, pria berperawakan atletis ini juga mencetuskan rencana memperkarakan pernyataan Hanafi tersebut. Sebagai langkah awal, ia langsung memerintahkan beberapa anak buahnya untuk menggunting sekaligus mengkliping berita tentang Markus ini.
“Kalau memang ada Markus, saya tantang untuk buktikan. Mau panggil Satgas anti Mafia Kasus juga silakan,” cetus pria yang akan pindah tugas sebagai guru di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), 21 April mendatang.
Selama menjadi orang nomor satu di Poltabes Pontianak, Asep mengaku selalu berusaha berbuat yang terbaik untuk masyarakat Kalbar, khususnya Kota Pontianak. “Jangan mendekati kepindahan saya ini menimbulkan isu yang tidak sedap,” tandasnya.(*)
Berita lainya :
------------------------------------------------------------------------------------------------
Subscribe to RSS headline updates from:
Powered by FeedBurner
Lintas Borneo :
------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------
