Korban Ujian Nasional Di Barito Utara Lebih dari Empat Ratusan Orang
(SUARAPUBLIC) – Hasil ujian nasional SMA/MA dan SMK se-Kabupaten Barito Utara (Barut) tahun ini, lebih parah dibandingkan tahun lalu. Tingkat kelulusan cuma 65,4 persen. Sedangkan yang gagal atau tidak lulus mencapai 34,6 persen atau sebanyak 408 orang dari total peserta UN 1.180 siswa.Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barut Jamaludin mengatakan, jumlah siswa SMA/MA yang lulus dari jurusan bahasa dari 28 siswa, tidak lulus 17 siswa. Jurusan IPA yang lulus 225 siswa, tidak lulus 35 orang. Jurusan IPS yang 593 siswa, tidak lulus 324 siswa.
Menurut Jamal, sapan akrabnya, tingkat kelulusan pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tahun ini relatif masih baik. Dari 334 siswa peserta UN, sebanyak 302 siswa atau 90,42 persen lulus, sedangkan yang tidak lulus hanya 32 siswa atau 9,58 persen.
Jamaludin menjelaskan, bagi siswa yang tidak lulus saat ujian utama diberi kesempatan mengikuti ujian susulan 10-14 Mei mendatang. Para siswa hanya mengulang pada mata pelajaran yang tidak lulus. “Jadi ada kesempatan siswa memperbaiki nilai, karena ada ujian ulangan,” paparnya, kemarin.
Kepala Sekolah SMAN 1 Muara Teweh Rusdi mengaku, tingkat kelulusan siswa rendah, karena minat belajar siswa juga menurun. Khususnya saat mereka diluar sekolah. Siswa tidak serius belajar, karena banyak mengisi waktu dengan kegiatan lain, yang tidak bersifat mendidik. Misalnya play station atau layanan game di internet.
“Saya tidak bisa menyalahkan dewan guru, sebab mereka sudah memberikan hal yang terbaik. Itu semua, kembali kepada para siswa sendiri, apakah mau belajar serius atau tidak,” beber Rusdi.
Mengantisipasi kondisi , tambah Rusdi, langkah selanjutnya pihak sekolah akan meningkatkan proses pembelajaran di sekolah. Termasuk meminta pemkab setempat untuk melengkapi sarana dan prasarana bagi proses belajar dan mengajar.
Sedangkan Kepala Sekolah SMAN 2 Muara Teweh Hery Jhon Setiawan mengatakan, tingkat kelulusan siswa di sekolahnay rendah, karena tim pengawas yang dikirim masih berstatus honorer. Buntutnya, saat ujian banyak siswa salah menerima soal. Hal ini baru diketahui, setelah jam ujian akan berakhir, sehingga para siswa tak sempat memperbaiki jawaban.(*) Baca juga .........'Memaksa Sistem UN, Sama Dengan Menyuruh Siswa Bunur Diri'
Berita lainya :
------------------------------------------------------------------------------------------------
Fokus Kalteng :
------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------