Lebih Enam Ribu Rumah Penduduk di Kabupaten Banjar Dikepung Air
(Martapura): Kabupaten Banjar di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dikepung banjir menyusul luapan air Sungai Riam Kiri. Ribuan rumah warga di sembilan kecamatan di kabupaten itu digenangi air.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, Nasrun Syah mengatakan, banjir yang merendam ribuan rumah warga pada sembilan kecamatan itu merupakan banjir musiman akibat alur sungai Riam Kiwa tidak mampu menampung air hujan di daerah hulu.
“Musibah banjir ini memang musiman karena setiap kali hujan lebat turun di bagian hulu, airnya tidak mampu ditampung alur Sungai Riam Kiwa sehingga meluap dan merendam rumah-rumah warga,” ujarnya di Martapura, Jumat (16/4/).
Berdasarkan data dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Banjar, rumah warga yang terendam air dengan ketinggian bervariasi satu hingga tiga meter yang tersebar di sembilan kecamatan itu sebanyak 8.159 buah.
Sembilan kecamatan yang rumah warganya terendam air itu adalah Kecamatan Sungai Pinang sebanyak 366 rumah, Pengaron 1.500 rumah, Simpang Empat 1.748 rumah, Matraman 3.428 rumah dan Kecamatan Astambul 1.117 rumah.
Empat kecamatan lain yakni Kecamatan Sungai Tabuk, Martapura Barat, Martapura Kota dan Martapura Timur masih belum terdata berapa jumlah rumah yang terendam namun diperkirakan jumlahnya mencapai ratusan buah rumah.
Sekada mengatakan, saat ini ketinggian air sudah mulai menyurut di bagian hulu pada lima kecamatan namun dikhawatirkan air terus mengalir sehingga merendam rumah-rumah warga di bagian hilir yang membawahi empat kecamatan tersebut.
Sesuai alur wilayahnya, jika air dihulu menyurut maka dipastikan aliran airnya turun di wilayah yang lebih rendah sehingga melihat kondisi sekarang, statusnya dalam kondisi siaga.
Nasrun menambahkan, Pemkab Banjar sudah menyalurkan bantuan berupa sembako melalui Dinsos setempat dan menginstruksikan kepada aparat desa dan kecamatan segera menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan.
Bantuan sudah disalurkan kepada warga dan diserahkan kepada camat kemudian diteruskan melalui aparat desa kepada warga korban banjir,” ujarnya.
Selain menyerahkan bantuan, Dinsos juga menyiapkan dapur umum di pusat kecamatan dan ditempat-tempat yang mudah didatangi warga sehingga mereka tetap mendapatkan makanan yang dibutuhkan. Badan Kesatuan Bangsa, Perlindungan Masyarakat dan Politik Kabupaten Banjar juga menurunkan dua perahu karet untuk mengevakuasi korban dibantu dua perahu karet dari Polres Banjar, dan satu unit perahu karet dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar.
“Peralatan evakuasi sudah diturunkan tetapi warga tidak ada yang mau mengungsi sehingga kami tetap menyiagakan perahu karet di lokasi rawan. Sejauh ini tidak ada korban jiwa akibat banjir musiman ini,” tandas Kepala Badan Kesbanglinmas, Politik, Khairil Anwar, Jumat (16/4) sore.
Berita lainnya :
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
LINTAS BORNEO :
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
.jpg)