Warga Dayak Kalteng Termarjinalkan
(PALANGKARAYA): Meski daerahnya kaya-raya, keadaan penduduk lokal atau warga Dayak di Kalimantan Tengah (Kalteng) menyedihkan. Umumnya mereka masih terpinggirkan, karena keterbatasan akses ekonomi dan pendidikan. Mereka sering tersingkir, karena keterbatasan tersebut.Ketua Dewan Penasehat Lembaga Musyawarah Masyarakat Dayak Daerah Kalteng Prof KMA Usop mengatakan, dia sangat prihatin melihat kondisi masyarakat Dayak pedalaman Kalteng yang tersingkir. Percepatan pembangunan belum menjamin kemajuan orang Dayak Kalteng. Sebaliknya bahkan membuat mereka tersingkir.
Menurut Usop, kondisi ini terjadi , akibat banyaknya investasi perkebunan dan pertambangan yang masuk ke Kalteng. Hasil investasi bukannya menyejahterakan masyarakat, justru membuat warga asli tercabut dari akar kehidupannya, karena mereka mengandalkan hutan dan air sebagai penyambung hidup.
"Warga asli Kalteng menjadi terpinggir, akibat banyaknya masuk perkebunan kelapa sawit maupun tambang yang tidak peduli dengan penududuk sekitar kebun atau lahan tambang yang masuk ke kalteng," tandas Usop, kemarin.(*)
