Banjir Barut Terus Meluas
(SUARAPUBLIC) – Banjir di Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), hingga Sabtu (15/5/2010) malam, masih terjadi. Meski perlahan, rembesan air tampak terus meluas. Bahkan beberapa rumah warga Muara Teweh dan desa sekitarnya yang berada didataran agak tinggi, tampak mulai digenangi air.Dengan yang kali ini, tercatat sudah empat kali kota Muara Teweh dan desa sekitarnya diterjang banjir. Bahkan itu tidak termasuk musibah banjir yang terjadi di beberapa desa di enam kecamatan setempat. Banjir itu sendiri diakibatkan meluapnya debit air dibagian hulu sungai Barito.
“Debit air terus naik sejak enam hari lalu. Namun mulai menggenangi pekarangan, sudah tiga hari ini. Sementara ini kita masih memanfaatkan bagian tertinggi dalam rumah untuk mengamankan barang dan perabotan rumah tangga,” kata Gogo, warga gang Ridho Jalan Meranti (komplek Dermaga Ujung).
Di gang yang bermukim sekitar 20 kepala keluarga (KK) itu, termasuk daerah rawan banjir di kota Muara Teweh, selain Jalan Merak, gang Paraguai, Gang MT dan beberapa komplek di sepanjang pinggiran suangai Bengaris.
Pada banjir kali ini, kedalaman air di Gang Ridho, sudah mencapai leher anak umur lima tahun. Gogo mengakui, sejak komplek itu dilanda banjir, belum satupun pejabat bertandang ke komplek itu, meski hanya sekadar mencari tahu informasi dari warga korban banjir.
“Tapi biasanya pendataan dilakukan pasca banjir. Itupun bila daerah itu termasuk parah. Bila hanya banjir biasa, paling warga sibuk membersihkan rumah sendiri. Sedangkan beberapa penyakit pasca banjir, warga melakukan pengobatan sendiri,” kata Gogo, terkesan meyanggah sendiri pernyataan dia sebelumnya.
Pantauan Sabtu pukul 21.00 wib, genangan air sudah mengepung komplek pasar di sekitar pelabuhan speedboad di Jalan Panglima Batur. Kedalaman air bervariasi, mulai dari pinggang orang dewasa hingga mencapai dada.
Tipa sore genangan air di komplek pasar terpadat di Muara Teweh itu dimanfaatkan warga untuk berekreasi dengan mandi bersama keluarga. Seperti tampak pada Sabtu sore, tak kurang dari seribu kepala, baik orang dewasa maupun anak-anak, asyik mandi di genangan air di komplek itu.
Gerombolan manusia yang menikmati air bah itu juga tampak di Jalan Merak dan Jalan Imam Bonjol . Seakan tak mengiraukan layak tidaknya air bah untuk mandi anak-anak, puluhan orang tua tampak meluapkan kegembiraannya bersama keluarga didaerah banjir itu.
Meski banjir masih berlangsung, dinas tenis belum melakukan pedataan desa-desa yang terendam air. Hanya informasi beberapa sumber menyebutkan, sejumlah desa yang letaknya tak begitu jauh dengan kota Muara Teweh, baik dibagian hilir maupun hulu, juga banyak yang diterjang banjir.
Di antaranya, Keluarahan Jambu (dari Desa Jambu, Karengan hingga Manggala) dan Kelurahan Jingah. Sedangkan desa, dibagian hulu di antaranya Desa Pangku dan Teluk Mayang (Malawaken). Dibagian hilir, di antaranya Desa Pendreh, Desa Lemo, Bintang Ninggi dan lainnya.
Sejauh ini masih belum diketahui, besarnya intensitas hujan di Barut maupun di bagian hulu sungai Barito (Kabupaten Murung Raya). Hanya pantauan, tiga hari belakangan, hujan memang cukup sering turun dengan guyuran cukup lebat.
Kemudian sepanjang hari ini Sabtu (15/5/2010), hujan memang tidak turun di Muara Teweh. Tapi cuaca mendung tampak sekali di bagian timur (daerah Kecamatan Teweh Timur dan Gunung Purei) dan bagian hulu (Kabupaten Murung Raya).
Hanya cukup menghibur warga korban banjir, beberapa masyarakat Puruk Cahu (Mura) mengingformasikan bila banjir didaerah sana sudah mulai surut sejak Jumat malam. “Saya dapat kabar dari keluarga disana katanya sudah mulai surut,” ucap Sarbani.
Berita lainya :
-----------------
Fokus Kalteng :
-----------------
------------------------------------------------------------------------------------------------
