Banjir, Bank Tetap Layani Nasabah
(SUARAPUBLIC) : Meski kejadiannya belum separah tahun 2005 yang kedalamannya mencapai empat meter, tapi banjir kota Muara Teweh kali ini mulai menganggu perekonomian warga setempat. Setidaknya pelanggan pedagang komplek pasar Dahlia, beberapa hari ini terpaksa ada yang mengurungkan niatnya berbelanja karena toko ditutup pemiliknya.Sebagaimana diketahui, kini genangan air sudah hampir mengepung komplek pasar tertua di Muara Teweh tersebut. Beberapa toko terpaksa tutup karena semenjak banjir mereka sepi pengunjung. Selain itu, mereka juga menjaga ruangan toko agar tidak kotor.
Guna menyesuaikan perkembangan kota, untungnya kini tinggal beberapa toko di daerah itu masih menjual bahan pokok. Selebihnya menjamur toko peralatan bangunan, spare part kendaraan roda dua dan roda empat, dan toko penjulan berbagai merek mesin.
Toko menjual bahan pokok dipusatkan di Pasar Pendopo. Selain itu cukup menjamur juga toko serupa milik pribadi pengusaha Muara Teweh di sepanjang Jalan Sengaji Hulu hingga Sengaji hilir. Didaratan seperti di Jalan Yetro Sinseng hingga Jalan Achmad Yani, sekarang juga cukup banyak berdiri toko penjualan sembilan bahan pokok.
“Sudah dua hari toko spare part langganan saya tutup. Ada tempat lain, tapi saya sudah tak begitu familiar. Biar menunggu saja, semoga banjir tak berlangsung lama,” ucap seorang warga Desa Benangin, yang hendak membeli spare part mobil taki miliknya.
Kondisi ini berbeda dengan dua perusahaan perbankan di Jalan Panglima Batur itu. Meski pekarangan sudah cukup dalam digenangi air, namun dua bank yakni Bank Danamon dan Simpedes (Ranting BRI Cabang Muara Teweh) masih tampak melayani nasabah.
Namun jalan kerjanya dikurangi dari biasanya. “Entah besok, apakah masih buka atau disuruh libur. Kalau air terus naik kemungkinan ditutup. Tapi biasanya di pindah ke daerah yang aman dari banjir,” ucap security dua bank itu, dihubungi terpisah, Sabtu sore.
Hanya yang pasti paling terganggu dalam musibah banjir, jalur lalu lintas banyak terputus karena jalan utama yang berada didataran rendah banyak yang terendam air dengan kedalaman air mencapai satu hingga dua meter.
Di antaranya Jalan Cempaka Putih, Imam Bonjol, Pangeran Antasari, Sengaji Hilir, Jalan Dahlia, Jalan Merak dan Panglima Batur. Mobil dari arah luar kota jalur Muara Teweh-Banjarmasin, dipertigaan Gunung Anem diarahkan turun langsung masuk kawsan pasar tidak lagi lurus ke Jalan Merak.
Bisa juga melewati Jalan Achmad Yani terus ke arah pertigaan Jalan Cempaka Putih, kemudian ambil belok kanan turun hingga perempatan Jalan Piere Tendean, terus ke arah Mapolres Barut. Perempatan Jalan Cepaka Putih tak boleh dilewati karena air di perempatan Jalan Dahlia sudah mencapai kedalaman dua meter lebih.
Hanya bagi pengendara roda dua dari hulu hendak ke pasar Jalan Sengaji Hulu terpaksa melintas Jalan sempit penuh julanan para pedagang di samping Pusat Pertokoan Barito Permai karena pasar Belauran belum di relokasi ke daerah aman lalu lintas.
Berita lainya :
-----------------
Fokus Kalteng :
-----------------
------------------------------------------------------------------------------------------------
