Hutan Kalteng Rusak Parah
| Lobang bekas galian tambang PT Hikmah belum dilakukan reklamasi |
Kondisi kerusakan teramat parah tersebut jelas saja menyebabkan wilahan DAS Kahayan dan DAS Barito rentan terhadap bencana alam seperti musibah banjir dan bencana kebakaran lahan, seperti yang ditahun belakangan semakin sering terjadi.
Jumlah luasan kerusakan tersebut terungkap dalam acara Workshop "Membangun Pemahaman Isu Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim dalam Konteks Pelaksanaan dan Penyusunan Revisi Tata Ruang Kabupaten/kota di Kalteng, yang digelar, Selasa (25/5/2010).
“Kerusakan hutan dikawasan DAS Kahayan lebih besar dibanding kerusakan DAS Barito wilayah Kalteng,” beber Asisten I Setdaprov Kalteng, H Muchtar, dalam acara Workshop tersebut. Muchtar sendiri berbicara mewakili Gubernur Agustin Teras Narang yang tak bisa hadir karena cuti kampanye Pilkada Kalteng 2010.
Dirincinya kerusakan yakni DAS Kahayan seluas 4,133 juta hectare kemudian DAS Barito seluas 1,2 juta hektare. “Jadi kerusakan terparah berada diwilayah DAS Kahayan,” tegasnya.
DAS Kahayan menurutnya meliputi Kabupaten Katingan, Gunungmas, Kapuas, Pulangpisau, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Seruyan, Sukamara, Lamandau dan Kota Palangkaraya. Sedangkan DAS Barito meliputi Kabupaten Barito Utara (Barut), Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kabupaten Barito Timur (Bartim) dan Kabupaten Murung Raya (Mura).
Diakui Muchtar, dampak lahan kritis sangat luas tersebut menimbulkan benca banjir dan munculnya kebakaran hutan dan lahan disejumlah kabupaten ditiap tahunnya. Kondisi ini diperparah banyak gagalnya upaya rehabilitas lahan kritis yang padahal telah dilakukan terus menerus.
Lebih detail disebutkannya, kawasan hutan Kalteng diwilayah DAS Kahayan dan BP DAS Barito telah mengalami deforestasi dan degradasi yang menimbulkan terjadinya lahan sangat kritis dan kritis mencapai 5,3 juta hektar hingga 2009 lalu.
Kerusakan itu menurutnya diduga disebabkan oleh pembalakan liar, bencana kebakaran dan faktor lainnya. “Data berdasarkan laporan Balai Pengelolaan (BP),” timpalnya.
Menurutnya, wilayah Kalteng dengan luas mencapai 15,3 juta hektare atau 1,5 kali luas Pulau Jawa memiliki kawasan hutan seluas 10,2 juta hektare dan kawasan nonhutan atau budidaya 5,1 juta hektare.
Dari jumlah itu sekitar 3.010.640 hektare merupakan lahan gambut atau sekitar 52 persen dari luas gambut yang ada di Kalimantan. “Namun sedikitnya 1,5 juta hektare lahan gambut di Kalteng telah pula rusak,” ungkapnya.
Berita lainya :
----------------
Fokus Kalteng :
-----------------
------------------------------------------------------------------------------------------------