Panwaslu Barut : "Kita Selidiki Motifnya"
(SUARAPUBLIC) – Cara salah satu pasangan calon Gubernur Kalteng 2010 yang satu ini agar dirinya dipilih pada Pilkada setempat 5 Juni mendatang cukup unik. Guru, Kepala Desa dan Lurah dikirimi surat yang dibagian amplopnya dicetak gambar pasangan calon bersangkutan.Amplop surat bergambar salah satu pasangan calon Gubernur Kalteng 2010 tersebut ditemukan Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Barut disejumlah sekolah di Muara Teweh, Sabtu (22/5) lalu. Jumlahnya ribuan dikirim via kantor pos Muara Teweh.
Namun Panwaslukada Barut tak melakukan penyitaan terhadap amplop surat bergambar salah satu pasangan calon gubernur Kalteng tersebut. Hanya karena dianggap tak lazim dan ditolak penerima, amplop surat tersebut kemudian ditarik kembali petugas Kantor Pos setempat.
“Motifnya sedang kami selidiki. Kemungkinan surat itu bukti temuan yang telah dikirim pasangan calon tersbut ke semua kabupaten/kota di Kalteng. Temuan kami selidiki, terutama apakah merupakan bentuk pelanggaran atau ada motif lain,” ucap Mulyono, Ketua Panwaslukada Barut, Selasa (25/5).
Sementara itu, seorang salah satu sekolah di Muara Teweh tak menampik perihal penemuan itu. Isi surat menurut para guru adalah minta dukungan dan doa restu. “Kami terkejut tiba-tiba ada tumpukan surat bergambar pasangan calon gubernur Kalteng,” kata guru tersebut.
Diakui pula bila adanya surat itu membuat sejumlah guru sekolah itu takut bukan kepalang. Sebaliknya menurut sejumlah guru, seharusnya hal itu tak perlu dilakukan mengingat mereka sudah paham betul yang mana harus dipilih mengingat sudah dilakukan sosialisasi pasangan calon oleh KPU maupun oleh tim sukses pasangan calon.
Terpisah, Rusdiansyah, Kepala Kantor Pos Cabang Muara Teweh, kepada wartawan membenarkan adanya kiriman surat bergambarkan salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalteng itu.
Surat tiba di Muara Teweh bersamaan dalam satu sepaket dengan pengiriman kertas suara yang dicetak dari Kudus Jawa Tengah, Sabtu (22/5). Tujuan surat adalah guru TK hingga tingkat SLTA, para Lurah juga Kades se Barut.
“Ada dua kantong berjumlah 3.000 lembar. Paket diterima di Muara Teweh sebanyak 14 dus, sedangkan yang tersisa masih ada 23 dus, total keseluruhan kertas suara yang dikirim ke wilayah Barut sebanyak 37 dus. Sebagian sudah diantar ke sejumlah sekolah, namun kini mulai kami tarik," jelas Rusdiansyah.
Menurut Rusdiansyah, pengiriman paket surat Nomor 893/MLO/CMML-2/0510 berdasarkan perjanjian kerja sama antara tim salah satu pasangan gubernur tersebut dengan pihak Kantor Pos Provinsi Kalteng atau pihak Kantor Pos luar Daerah Kalteng.
"Kami berkewajiban mengantarkan surat atau barang yang dikirimkan melalui jasa kantor pos. Tugas kita hanya menyampaikan ke tujuan pengiriman. Sementara maksud dan tujuan surat tersebut kami tidak tahu,” ucapnya.
Berita lainya :
----------------
Fokus Kalteng :
-----------------
------------------------------------------------------------------------------------------------
