Teras Narang Incar Pilpres 2014
![]() |
| Poto by SUARAPUBLIC |
Hal itu diungkap Teras Narang, saat memberikan siraman politik kepada para kader, simpatisan PDIP dan pendukungnya dalam kampanye dialogis digedung Balai Antang Muara Teweh, Barito Utara, Selasa (25/5). Teras bersama Diran adalah calon Gubernur Kalteng 2010 diusung PDIP.
"Perjuangan saya membangun Kalteng tak berhenti disini saja (menjadi Gubernur Kalteng,red). Meski saya nanti tak terpilih, saya tetap turut berperan membangun Kalteng, meski hanya mendorong dari belakang. Dan bukan tidak mustahil, saya tak hanya menjadi pemimpin Kalteng tapi justru menjadi pemimpin masyarakat Indonesia," diplomasi Teras, yang disambut tepuk tangan para pendukungnya.
Kampanye Teras sendiri, meski dilaksanakan di ruang tertutup, terbilang heboh. Bahkan sepanjang memberikan orasi politik, meski kerab terselip ucapan rasa prihatin Teras terhadap kondisi politik yang cukup tak menguntungkan bagi dirinya, justru terlewati dengan teriakan isteris dan canda tawa para pendukungnya.
Itu lantaranya Teras mampu memainkan irama suasana sehingga para pendukungnya tebuai dengan rasa riang gembira. Ditambah lagi dengan jok-jok orasi politiknya yang selalu disisipi humor oleh Teras, meski sebenarnya mengandung beban berat, tapi yang sampai ketelinga para pendukungnya adalah suasana kemenangan.
"Saya tak ingin begitu keluar dari ruangan ini ada yang loyo. Kita harus semangat. Bila kalian semua ingin Kalteng terus maju, modal utama harus semangat. Jangan loyo, cobaan adalah kembang dalam kehidupan. Mari kita bersatu memenangkan Teras-Diran," ucap Teras disambut pekikan 'Merdeka' para pendukungnya.
Selain memberikan pembelajaran politik yang sehat kepada para pendukungnya Teras juga menyelipkan kalimat pemersatu rumah betang. Ucapan Teras untuk topik ini seakan menepis isu atau anggapan beberapa kelompok masyarakat yang menuding Teras hanyalah mengakumodir suku dan agama tertentu.
"Saya berjuangan demi NKRI. Sedikitpun tak terlintas dibenak saya menghiyanati bangsa ini. Saya telah mendapatkan penghargaan Bintang Maha Putra Utama yang tidak saya mohon atau loby dari bangsa ini, itu yang saya pegang untuk agar tetap dan terus mencintai bangsa saya. Hidup dan mati saya hanya untuk kemakmuran rakyat bangsa ini, terutama rakyat Kalteng," tegas Teras.
Dalam orasinya, Teras juga sempat melontarkan sindiran terhadap pejabat atau kalangan birokrat yang mau dijadikan mesin politik calon lain. Menurut Teras hal itu justru berpotensi besar menghambat karir pejabat bersangkutan di birokrasi, tidak malah menguntungkan.
Teras pun mencontohkan sikap salah satu bupati yang mendukungnya. Dengan tegas bupati bersangkutan dilarang menggunakan atribut politik apalagi ikut berpidato, kecuali bupati yang ditentukan dan telah mendapat izin dan telah disetujui cuti dari pimpinannya.
"Belum lama ini saya ada mendatangi pak Sekda Pemprov. Saya katanya padanya bila dia harus netral. Saya yang melarang dia berpolitik tidak malah membiarkan bahkan mengajaknya berpolitik. Ini saya lihat ada pejabat malah dengan baju sapari ikut berpidato mengajak mendukung salah satu calon. Bagi pendukung Teras-Diran dilarang keras," ucap Teras.
Kampanye dialogis Teras-Diran di Barut dipusatkan di Kecamatan Lahei. Usai memberikan pembelajaran cara pencoblos pasangan Teras-Diran, rombongan langsung meluncur ke Lahei. Namun sebelum berangkat, terlebih dahulu dilakukan jumpa pers dan makan bersama di sekretariat Teras-Diran di Jalan Sengaji Hulu.
Turut bersama Teras Bupati Murung Raya, Willy M Yoseph. Bupati dua periode tersebut memang diplot melakukan kampanye di kabupaten DAS Barito.
Berita lainya :
----------------
Fokus Kalteng :
----------------
------------------------------------------------------------------------------------------------
