Teras : Saya Bangun Puluhan Langgar
![]() |
| Poto by SUARAPUBLIC |
"Selama saya memimpin baru satu gereja yang batu pertama awal pembangunannya saya letakan. Gereja itu berada di Tamiang Layang. Justru sebaliknya, sudah puluhan Langgar dan Mushola saya bangun yang batu pertamanya saya letakan sendiri. Terakhir saya bangun mesjid di Desa Babai, Barito Selatan," ucap Teras, dalam jumpa pres usai orasi politik kampanye dialogis di gedung Balai Antang Muara Teweh, Selasa (25/5).
Teras mengakui sangat sadar betul bila umat Nasrani hanya beberapa persen di Kalteng dan justru terbanyak sekitar 75% adalah umat muslim. Karenanya sebanyak 75% pula anggaran di alokasikan untuk membantu urusan ke agamaan umat muslim di Kalteng.
"Dari pada saya membangun 1000 gereja yang nanti justru tidak ada jemaatnya lebih baik saya membangun 1000 unit rumah sederhana buat masyarakat miskin Kalteng. Saya menjadi gubernur bukan milik umat Nasrani tapi sudah menjadi milik masyarakat Kalteng secara umum," tegas Teras.
Diakui Teras, sikapnya yang memporsi terlalu banyak anggaran untuk pembangunan sarana dan prasaranan atau bantuan ke agamaan buat umat muslim, dirinya kerab mendapat protes dari umat lainnya. Tapi hal itu mudah dikendalikannya dengan pemahaman dan pengertian.
"Sekarang semua umat sudah menerima karena mereka paham betul dengan kondisi riil penyebaran umat di Kalteng. Jadi sekali lagi saya tegaskan isu itu sangat tidak benar. Isu itu sudah termasuk kampanye hitam dan aparat harus bertindak bila ada yang ketangkap tangan melakukan penyebaran isu itu," ucap Teras.
Teras juga menepis isu bila selama ini dirinya tak mau menandatangi surat rekomendasi izin pinjam pakai kawasan hutan yang di ajukan para pengusahaa batu bara. Justru sebaliknya, dia paling mendukung masuknya investasi di Kalteng. Namun tentunya harus berlandaskan aturan yang legal.
"Saya juga tegaskan, kalangan investor jangan kawatir bila saya terpilih. Saya tidak akan melakukan tindakan sembrono dengan tak melegalkan pengajuan izin yang dimohonkan. Itu namanya sama saja saya menghambat investasi di daerahku sendiri," jelas Teras.
Demikian masalah RTRWP Kalteng, Teras menegaskan bila masalah tersebut sekarang ini sudah kelar. Dia memperkirakan sekitar bulan Juli (meralat bulan Juni), RTRWP Kalteng sudah selesai. Diakuinya untuk masalah RTRWP Kalteng tersebut dirinya sudah melakukan koordinasi dengan Menhut dan lembaga terkait serta kalangan anggota DPR RI.
"Pokoknya Gubernur Kalteng terpilih nanti tak perlu repot lagi mengurusi masalah RTRWP Kalteng, karena Teras Narang sudah menyelesaikannya. Tugas mereka tinggal masalah lainnya, termasuk memperbaiki perizinan perusahaan yang beroperasi secara ilegal," ungkap Teras.
Teras Narang yang pada jumpa pers tersebut didampingi Bupati Murung Raya Ir Willy M Yoseph juga membeberkan bila kini petugas KPK telah melakukan penyelidikan adanya dugaan mafia tambang dan pelanggaran pertambangan di Barut. Pelanggaran menurutnya terkait beroperasinya perusahaan tambang yang belum mendapatkan izin pinjam pakai kawasan hutan dari Menhut RI.
Namun Teras tak merinci nama berikut lokasi perusahaan dimaksud. Dia hanya menyebutkan bila di Kalteng paling banyak mengeluarkan izin KP adalah Barito Utara. "Ini konsekwensi kenapa melakukan pelanggaran. Laporan masalah ini disampaikan ke Kapolri, Kejagung dan KPK. Sekarang sedang diusut KPK," timpal Teras.
Menurut Teras, perlu dijelaskan bila penindakan terhadap pelanggaran bukanlah perintah dia melainkan perintah undang-undang. Teras Narang katanya tidak pernah memerintahkan siapapun melakukan penindakan atau pengusutan. Petugas diperintahkan langsung oleh aturan dan perundang-undangan.
Sebelum mengakhiri jumpa pres tersebut, Teras berpesan agar semua pihak dengan kepala dingin menyikapi hal itu. Dia juga titip pesan kepada semua bupati dan walikota agar tidak merasa diabaikan dalam urusan pemerintahan. "Bupati 14 kabupaten dan walikota adalah anak saya. Biasa bila ada yang membandel. Tapi namanya anak, saya berkewajiban membimbing mereka agar kedepanya tak lagi berbuat keliru," sebut Teras.
Berita lainya :
----------------
Fokus Kalteng :
----------------
------------------------------------------------------------------------------------------------
