TERBARU

Situs ini tak lagi apdate. Kunjungi situs kami lainnya
SUARAPUBLIC.COM

Penyebar Video Porno Belum Ditangkap

Jakarta - Polisi belum menangkap pelaku penyebar video porno Ariel-Luna Maya. Meski, beberapa lokasi tempat video tersebut diupload telah teriidentifikasi.

"Belum ke orang. Masih dari mana video itu diupload. Saya belum dapat laporan lagi," ujar Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi, dikutif detikcom, Senin (14/6/2010).


Ito menjelaskan, pihaknya terus berupaya untuk mengejar pelaku. Ia juga enggan membeberkan di mana saja anak buahnya bekerja. "Jika diinformasikan nanti pelakunya bisa kabur," jelasnya.

Menurut Ito, Polri sangat terbuka jika masyarakat mempunyai informasi terkait penyebaran video porno tersebut. "Tentu kita berharap masyarakat juga ikut membantu kita agar kasus ini bisa selesai," imbuhnya.

Sebelumnya telah diberitakan, polisi sudah bisa mengidentifikasi dari mana video porno artis Ariel-Luna pertama kali diupload ke internet. Hasil pelacakan, video itu diupload dari luar Jakarta.



Berita lainya:
--------------

Lintas Global:
--------------







------------------------------------------------------------------------------------------------

6/14/2010 10:34:00 AM | Posted in , | Selengkapnya »

Bawa SS 580 Gram, WN Iran Ditangkap

web
SUARAPUBLIC - Petugas Bea Cukai Soekarno Hatta menggagalkan aksi penyelundupan narkotika jenis shabu. Barang haram tersebut dibawa oleh seorang WN Iran saat tiba di bandara Soekarno Hatta.

"Sabtu, 12 Juni pukul 22.30 WIB KPPBC Tipe madya Pabean Soekarno Hatta berhasil menggagalkan upaya penyelundupan kristal bening yang diduga metamphetamine (shabu) sejumlah 580 gram," kata Kahumas Bea Cukai Evy Suhartantyo, dikutif detikNews, Minggu (13/6/2010).

Evy menjelaskan, shabu tersebut dibawa oleh pelaku berinisial RYA (24) di dalam koper. "Shabu dalam 2 paket disimpan di dinding koper jenis hardcase," jelasnya.

Evy menambahkan, RYA ditangkap saat tiba di Bandara Soekarno Hatta setelah turun dari pesawat Qatar Airways. Saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan petugas.

"RYA adalah penumpang Qatar Airways (QR-670) dari Doha dengan tujuan Jakarta," tandasnya.



Berita lainya:
--------------

Lintas Global:
--------------







------------------------------------------------------------------------------------------------

6/14/2010 10:14:00 AM | Posted in , | Selengkapnya »

Mantan Kapolres Ditangkap

ilustrasi
Ambon - Diduga terlibat dalam penggerakan massa demonstrasi anarkis di kantor KPU Dobo 13 Mei lalu, bekas Kapolres Kepulauan Aru, AKBP (Pur) Jordan Kubella, ditangkap Provost Pengamanan (Propam) Polda Maluku, kemaren.

Kubella sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Propam Polda Maluku. "Dia ditangkap di rumahnya di Kelurahan Lateri, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Kamis sore (28/5). Dia sudah dijadikan tersangka," kata Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Johanis Huwae, dikutif Inilah.com, Minggu (30/5).

Tersangka, menurut Huwae, kini dititipkan di tahanan Polda Maluku. "Berdasarkan pengembangan penyelidikan dan keterangan sejumlah saksi yang ditangani Polres Kepulauan Aru ternyata merupakan aktor di balik demonstrasi anarkhis tersebut," timpalnya.

Kubella akan dibawa ke Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru untuk menjalani penyidikan karena tempat kasusnya di sana. "Sudah dikoordinasikan dengan Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Solihin untuk tersangka tersebut di bawa ke Dobo dalam tenggat waktu sesegera mungkin," kata Huwae.

Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Solihin ketika dikonfirmasi menyatakan siap memeriksa tersangka sekiranya sudah tiba di Dobo. "Terpenting penangkapan tersangka tidak mempengaruhi keamanan di Kepulauan Aru yang stabilitasnya terkendali," ujarnya.

Sekretaris KPU Kepulauan Aru, Agus Ruhulesin, mengemukakan, paska demonstrasi anarakis tersebut tidak menghambat pelaksanaan kegiatan tahapan Pilkada yang telah ditetapkan pada 7 Juli 2010. "Kami untuk sementara berkantor di rumah Bendahara KPU Kepulauan Aru sambil menunggu larangan adat (sasi) yang menyegel kantor dibuka," katanya.

Pilkada Kepulauan Aru untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati periode 2010-215 itu diikuti empat Calon Kepala Daerah yang telah ditetapkan dan diputuskan nomor urutnya pada 13 Mei itu akan memperebutkan 57.372 pemilih tersebut.

Pemilih akan memanfaatkan hak politiknya secara langsung untuk menentukan siapa Bupati dan Wakil Bupati lima tahun kedua setelah Kepulauan Aru dari Maluku Tenggara pada 7 Januari 2004.

KPU Kepulauan Aru menetapkan nomor urut pasangan calon kepala daerah masing-masing pasangan Mercy Christi Barends-Malewa Pattikeloa nomor urut satu, Theddy Tengko-Umar Djabumona nomor dua, Soleman Mantaobobir-Ananias Jonler nomor tiga dan Elwen Roy Pattiasina-Abdul Rahman nomor urut empat.

Penetapan nomor urut pasangaan diwarnai aksi demonstrasi dari ratusan pendukung Yunus Duganata - Marga Manggar dan Jordan Kubela - Wiky Thenla yang tidak lolos verifikasi.

Para demonstran mengancam akan memboikot pemilihan jika tuntutan mereka tak dipenuhi. Demonstran juga menggelar adat sasi di kantor KPU Kepulauan Aru sehingga tidak bisa rutin berkantor.

Pilkada Kepulauan Aru 2010 - 2015 menarik karena Theddy Tengko yang mengikuti Pilkada untuk periode kedua tidak berpasangan lagi dengan Wakil Bupatinya periode pertama, Junus Duganata.




Berita lainya:
------------------

Lintas Nusantara:
-----------------










------------------------------------------------------------------------------------------------

5/31/2010 01:05:00 AM | Posted in , | Selengkapnya »

Belasan Gadis Tertipu di Facebook

(SUARAPUBLIC) - Jajaran reserse dan kriminal (Reskrim) Polres Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Kamis, berhasil menangkap Choirul Anam (25), pemuda yang melarikan berbagai barang berharga milik belasan gadis yang menjadi korban kejahatannya.

Choirul Anam, warga Desa Sambiyen, Kecamatan Konang, Bangkalan tersebut selama ini beraksi dengan cara terlebih dulu berkenalan dengan calon korban lewat facebook.

"Setelah akrab, pelaku mengajak korban jalan-jalan dan di tengah perjalanan tersangka meminjam motor korban lalu dibawa kabur," kata Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Suwarno,

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sebuah sepeda motor yang diduga merupakan hasil kejahatan.

Suwarno, mengatakan, penangkapan terhadap tersangka merupakan hasil penyidikan polisi bekerja sama dengan salah seorang korban.

"Kami melacak keberadaan tersangka lewat nomor ponselnya. Korban yang sekaligus pacar tersangka mengajak janjian di salah satu mal Surabaya," kata Suwarno di Bangkalan, Kamis.

Tersangka datang untuk menghampiri korban dan polisi meringkusnya lalu Choirul digelandang ke Mapolres Bangkalan untuk jalani pemeriksaan.

"Hasil pemeriksaan, korban sudah melakukan tindak kejahatan di 13 tempat kejadian perkara (TKP). Dimana tujuh TKP di daerah Bangkalan, sedangkan enam TKP lainnya di Surabaya," ucapnya.

Menurut Suwarno, pelaku sudah mengantongi puluhan juta rupiah hasil dari kejahatannya yang kebanyakan korbannya adalah seorang gadis. Adapun barang yang diincar pelaku yakni motor, HP, dan laptop. (Langsung ke Halaman Lintas Nusantara......)



Berita lainya :
-------------------

Lintas Nusantara :
-------------------














------------------------------------------------------------------------------------------------

5/29/2010 03:12:00 AM | Posted in , | Selengkapnya »

Lomba Kartun Nabi Provokasi Umat

(SUARAPUBLIC) – Cara licik menjatuhkan martabat islam belum juga berakhir. Kali ini pelecehan terhadap islam dilakukan orang tak bertanggungjawab dengan cara menggelar lomba kartun Nabi Muhammad SAW di situs facebook.

Menurut Pimpinan Pondok Pesantren As-Syafi’iyah, Tuty Alawiyah, lomba kartun Nabi Muhammad SAW di situs jejaring sosial itu sengaja dilakukan untuk memancing umat Islam agar marah.

Karenanya, Tuty berpesan, agar umat Islam Indonesia tidak terpancing dengan provokasi tersebut. Harus lebih dewasa menyikapi ini,” kata Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim seluruh Indonesia itu, di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan Nabi Muhammad SAW tidak bisa digambar secara imajinasi karena memang tidak pernah ada gambar Rasulullah. Namun, mereka mengapa menggelar lomba kartun Nabi Muhammad SAW.

“Jelas ini ada unsur kesengajaan untuk memancing kemarahan umat muslim seluruh dunia. Karena itu, saya mengharapkan kepada pemerintah agar mengantisipasi masalah ini dengan memblokir yang mau mengadakan lomba tersebut,” tutur Tuty.

Terpisah, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin juga menilai yang sama bahwa, lomba kartun bagian dari provokasi. “Saya harap umat muslim tidak emosi dan marah dengan provokasi semacam itu,” pintanya, di Jakarta, Rabu.

“Ini sengaja diprovokasi. Umat Islam perlu mengendalikan diri, tidak perlu emosi dan tidak perlu marah karena ini bersifat provokatif dan terus menerus,” timpalnya.

Senada dikemukakan Ketua PB Washliyah Drs.H.Masyhuril Khamis. Dia menegaskan, penyelenggara lomba tersebut harus diproses secara hukum. Karena kegiatannya itu dapat menyakiti hati umat Islam dunia. Langsung ke halaman Lintas Global....


Berita lainnya :
-------------------

Lintas Global :
------------------










------------------------------------------------------------------------------------------------

5/21/2010 12:16:00 AM | Posted in , | Selengkapnya »

Orang Diduga Teroris Bertambah

(SUARAPUBLIC) - Detasemen Khusus 88 kembali meringkus dua orang yang diduga teroris. Salah satu di antaranya adalah Ketua Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Jakarta Haris Amir Falah. Satunya lagi bernama Ilham.

Tambah dua orang itu, sampai dengan hari ini sudah ada 14 orang ditangkap karena diduga sebagai teroris. Mereka diduga terlibat dalam kasus dugaan terorisme.

"Dalam penangkapan ini ada 14 orang yang sudah diamankan dan sedang diusahakan untuk dalam tempo waktu kurang dari 7 hari," ujar Koordinator Tim Pembela Muslim (TPM) Ahmad Michdan kepada wartawan di Badan Reserse Kriminal Polri, Mabes Polri, Senin (10/5).

TPM dan keluarga Senin (10/5) menemui Densus 88 Polri untuk meminta klarifikasi terkait alasan penangkapan sejumlah anggota JAT. Namun, mereka diarahkan bertanya ke Badan Reserse Kriminal Polri.

Petugas Bareskrim mengatakan, ke-14 orang itu ditangkap karena diduga terlibat pelatihan terorisme di Aceh. "Tidak dalam kaitan kasus bom JW Marriot atau Ritz Carlton. Tapi Aceh," kata dia.

Selain itu, petugas Bareskrim menyampaikan penangkapan tersebut tidak ada kaitannya dengan JAT, lembaga pendidikan, dan pengajiannya.

Karenanya, TPM meminta agar Densus 88 membebaskan orang yang tidak berkaitan dengan kasus itu. "Kami memang meminta untuk dalam waktu secepatnya membebaskan beberapa orang yang tidak ada kaitannya. Kemudian juga membuka kembali tempat pengajian dan akan dikoordinasikan," kata dia.

TPM juga meminta agar garis polisi (police line) dibuka agar kegiatan belajar-mengajar berjalan kembali. "Itu kan (tempat pengajiannya) di-police line. Kami minta dibuka. Kami juga meminta barang-barang yang disita," jelas Ahmad




Berita lainya :
-----------------

Lintas Global :
-----------------
















------------------------------------------------------------------------------------------------

5/12/2010 12:43:00 AM | Posted in , | Selengkapnya »

Sadis, Ibu Bunuh Bayinya

(SUARAPUBLIC) - Hamil diluar nikah membuat seorang ibu nekad membunuh bayinya. Sadisnya, itu dilakukannya hanya berselang beberapa menit setelah dia melahirkan bayi malang tersebut.

Untungnya perbuatan keji ibu tersebut cepat diketahui aparat kepolisian. Kemaren ibu yang belakangan diketahui bernama Siti bin Wa'ab itu diringkus Kepolisian Sektor Duren Sawit.

"Dia melahirkannya dengan jongkok di kamar mandi dan membentur-benturkan kepala bayi ke lantai kamar mandi," kata Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Duren Sawit Iptu Diah Tien.

Menurut Diah, pelaku bernama Siti Bin Wa'ab nekad melakukan perbuatan keji tersebut karena stress dan frustasi setelah ditinggal kekasih yang menghamilinya.

Setelah bayinya tewas, Siti bahkan membung jenazah ke tempat sampah dekat rumah majikannya yang berada di komplek Duren Sawit Indah Klender Rt 006/Rw 018.

"Jadi setelah dibunuh, keesokan harinya bayi dibuang di tempat sampah dekat rumah majikannya," timpal Diah.


Berita lainya :
-----------------

Lintas Global :
-----------------
















------------------------------------------------------------------------------------------------

5/12/2010 12:24:00 AM | Posted in , | Selengkapnya »

Polisi Incar Pembuat Tabung Gas

(SUARAPUBLIC) - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mulai mengintensifkan penyidikan terhadap banyaknya tabung gas meledak belakangan ini. Kepolisian menduga mudahnya tabung gas meledak karena palsu. Untuk itu penyidik mengincar perusahaan pembuat tabung gas guna keperluan penyelidikan kasus itu.

"Kita akan cek perusahaan-perusahaan pembuat tabung gas apakah merek sudah memiliki sertifikasi standar SNI atau belum dalam memproduksi tabung tersebut," kata Kepala Satuan Sumber Daya Lingkungan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Eko Saputro, dihubungi wartawan, Senin (10/5/2010).

Hasil penyelidikan selama ini, menurutnya, ada beberapa kasus ledakan tabung gas terjadi justru bukan pada saat korban menyalakan kompor. Beberapa di antaranya, terjadi diduga akibat kebocoran pada tabung gas. "Kemungkinan ada yang bocor dari regulator," timpalnya.

Kemungkinan lain, sebutnya, lantaran pengaman pada tabung gas tidak terpasang. Polisi sendiri telah mengantongi 70 perusahaan resmi pembuat tabung gas. "Resmi maksudnya telah memiliki sertifikat dan izin dari Pertamina," imbuhnya.

Namun, meski telah memiliki sertifikat SNI dan izin dari Pertamina, polisi tetap akan melakukan pengecekan terhadap perusahaan tersebut. "paling tidak untuk memastikan perusahaan tersebut memiliki izin produksi atau tidak," jelasnya.

Jika perusahaan yang telah mengantongi izin dari Pertamina itu tidak memiliki sertifikasi standar SNI, pihaknya akan menindak tegas perusahaan tersebut. "Kita akan periksa karena ini membahayakan masyarakat," pungkasnya.


Berita lainya :
-----------------

Lintas Global :
-----------------
















------------------------------------------------------------------------------------------------

5/11/2010 07:54:00 PM | Posted in , | Selengkapnya »

Penyebar Foto Bugil Temannya di Bogor, Dipanggil Paksa Besok

(SUARAPUBLIC): Polresta Bogor Jawa Barat akan memanggil paksa Albert salah satu saksi yang diduga kuat sebagai penyebar foto telanjang milik Devi Sartika alias Clara Adelin Supit pada hari Senin (besok).

Kasat Reskrim Polresta Bogor, AKP Irwansyah menyebutkan, Albert tidak hadir pada pemeriksaan Sabtu (17/4) lalu. Karena dia tidak hadir, hari ini polisi kembali melayangkan surat pemanggilan. “Jika mangkir lagir akan kita jemput paksa," ujar Irwansyah Minggu (18/4).

Irwansyah menjelaskan, Albert sudah dua kali mangkir dari dua kali pemeriksaan. Padahal kehadiran Albert diperlukan untuk dilakukan konfrontir keterangan dengan saksi sebelumnya yakni Joshua dan Christian.

Albert tidak hadir tanpa alasan yang jelas, akibatnya, pihak Polisi hanya memperdalam keterangan Joshua yang memenuhi panggilan polisi pada Sabtu pagi. Selain Albert, Devi Sartika selaku korban penyebaran foto telanjang miliknya dan Misly rekan korban yang mengambil gambar bugil Devi juga berhalang hadir pada pemeriksaan Sabtu.

Irwansyah menyatakan, bahwa pihaknya terus pemeriksaan dan memperdalam siapa pemilik sebenarnya pemilik akun Clara Adelin Supit. "Kami sedang mendalami kasus ini, termasuk siapa pemilik akun Facebook (FB) tersebut. Keterangan Albert sangat kami harapkan, namun karena tidak datang, maka hari senin kami lakukan upaya paksa," tandasnya.

Sementara, salah satu saksi bernama Cristian, pemilik laptop yang digunakan menyebar luaskan foto tersebut dilaporkan pihak keluarga sedang dirawat di rumah sakit. Laporan disertai dengan surat dari dokter Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Soeharto Herdjan dan RSJ Atmajaya, yang dijadikan sebagai bukti. Orang tua Cristian datang melaporkan anaknya dirawat di rumah sakit, karena Cristian berteriak dan meronta-ronta di rumah.

Penyebaran foto telanjang di jejaring FB telah menyebabkan banyak korban, diantaranya Jesica Danies (23) mahasiswa asal Lampung yang fotonya juga disandingkan bersama foto telanjang milik Devi Sartika.

Dua korban telah melapor ke Mapolresta Bogor, menuntut pencemaran nama baik dan mempermalukan pihak keluarga. Penyebaran gambar telanjang, merupakan kejahatan melanggar UU ITE Nomor 11 tahun 2008 pasal 27 ayat 1 dan 3 tentang seseorang dengan sengaja menyebarkan asusila atau penghinaan, maka akan diancam penjara 6 tahun atau denda Rp 1 miliar.(*)


Berita lainnya :
-------------------------------------------------------------------------------------


LINTAS NUSANTARA :
------------------------------------------------------------------------------------












------------------------------------------------------------------------------------

4/19/2010 02:25:00 AM | Posted in , | Selengkapnya »

Benar Biadab, Teman Sekelas Bersama Ibunya Dibunuh Siswa SMK

(SUARAPUBLIC): Misteri pembunuhan seorang ibu dan putranya di Medan berhasil diungkap. Polisil menangkap pelaku pembunuhan dua orang itu. Yang mengejutkan, pelaku adalah siswa SMK, teman sekelas salah satu korban pembunuhan.

Pembunuhan ini sendiri terjadi Kamis (15/4) pukul 16.00 WIB. Kasus terungkap setelah tetangga menemukan Cairin, wanita pengusaha roti telungkup bersimbah darah di anak tangga lantai satu rumahnya. Antoni (18), anaknya, juga tewas bersimbah darah di kamarnya yang terkunci. Ibu dan anak ini tinggal Jl Sutomo Ujung, Medan.

Pelakunya berhasil ditangkap. Dia adalah Hariman (17) siswa kelas 2 SMK Yapim Jl Pintu Air, Medan. Pelaku adalah teman sekelas Antoni yang semalam sebelum kejadian, tidur di kamar korban.

Hariman yang tinggal di Rantau Prapat, ditangkap Jumat (16/4) pukul 22.30 di kamar kosnya di Jalan Gelas Ayahanda. Kepada polisi, Sabtu (17/4), Hariman mengakui bahwa dia membunuh Antoni lantaran sakit hati. Katanya, dua bulan lalu Antoni memukul kepalanya hingga luka.

Hariaman baru tiga bulan pindah ke Yayasan Pendidikan (Yapim). Dia duduk di bangku kelas 2. Pelaku dan korban sering bermain sama. Pelaku juga sering tidur di rumah korban.

Pembunuhan terjadi saat tersangka menginap tidur di rumah korban. Pagi harinya, pelaku dan korban yang tidur di lantai tiga bangun. Tapi tiba-tiba bertengkar. Lantas, pelaku mengambil linggis yang terletak di dalam kamar dan memukul kepala Antoni. Untuk menghilangkan jejak, pelaku mengambil pisau cutter lalu memotong urat nadi korban.

Ibu korban, Cairin alias Irene mendengar suara gaduh di lantai tiga. Dia hendak naik. Saat itu pelaku sambil menenteng linggis yang berlumurah darah turun hendak kabur.

Di lantai satu pelaku dan ibu korban bertemu. Karena panik, pelaku memukulkan linggis ke bagian kepala Irene beberapa kali. Janda pengusaha roti ini roboh bersimbah darah tepat di anak tangga pertama.

Setelah itu pelaku kabur naik motor spin BK 4954 ZC. Sebelumnya, pelaku sudah mengambil uang Rp70 ribu dan dua unit handphone milik dua korban, ibu dan anak. Lalu pelaku kabur ke kosnya di Jalan Gelas Ayahanda.

Pelaku berhasil ditangkap polisi karena lupa menonaktifkan handphone yang dicurinya. Di situlah polisi melacak melalui GPS, dan mendapati handphone korban aktif di Jalan Sendok Ayahanda, Medan.

Polisi juga mengetahui bahwa pelaku berada di seputaran Jalan Ayahanda dari handphone yang masih aktif itu. Lalu sejumlah polisi berpakaian preman melakukan penyisiran.

Tapi baru keesokan harinya pelaku ditangkap. Hingga Sabtu malam, tersangka belum bisa dimintai keterangan karena masih diperiksa Polsek Medan Timur. Tak seorang pun wartawan diberi kesempatan mewawancarai pelaku.(*)


Berita lainnya :
------------------------------------------------------------------------------------


LINTAS NUSANTARA :
------------------------------------------------------------------------------------











------------------------------------------------------------------------------------

4/19/2010 02:19:00 AM | Posted in , | Selengkapnya »

Ketua FPI Habib Rizieq : Seorang Polisi Dinasihati Kok Malah Minta Perang


(Jakarta): Habib Riziek yang hadir dalam pertemuan mediasi antara PT Pelindo dengan ahli waris makam Mbah Priok mengungkapkapkan adanya oknum polisi ngeyel ketika bentrokan terjadi.

Oknum polisi tersebut sudah dinasihati untuk menahan diri dan juga tidak menyerang warga namun justru mengabaikan nasihat ustad-ustad dari FPI.

"Kami dari FPI sudah mengutus ustad-ustad untuk meredam massa dan juga meminta kepada aparat untuk menahan diri. Tapi, ada oknum aparat yang bilang, 'Kami mau perang saja'. Mohon oknum ini ditindak," kata Habib Riziek di Kantor Balaikota DKI Jakarta, Kamis (15/4/2010).

Riziek kemudian mengatakan oknum polisi tersebut berinisial NG dengan pangkat melati dua. Riziek juga sudah mengirimkan surat kepada Kapolri untuk segera memeriksa aparat yang bersangkutan.

"Kami meminta untuk ditindaklanjuti," ujar Riziek.

Babak pertama mediasi sengketa lahan makam Mbah Priok diawali dengan pembacaan tuntutan kubu ahli waris yang dipercayakan kepada Habib Rizieq.

Di depan forum mediasi, Habib Rizieq menegaskan keinginan ahli waris Habib Hasan bin Muhammad Alhadad alias Mbah Priok. Keinginan utama yaitu menjadikan areal makam Mbah Priok sebagai kawasan cagar budaya.

Dengan dijadikannya status makam keramat sebagai kawasan situs budaya Betawi, kata Habib Rizieq, maka secara otomatis kawasan ini akan menjadi milik seluruh umat Islam. Bukan milik Pemda DKI, ahli waris, atau PT Pelindo II.

Jemaah Makam Mbah Priok Gelar Pengajian
Sementara itu, situasi di sekitar Jalan Dobo, Koja, Jakarta Utara, hingga Kamis (15/4) malam, sudah terlihat lengang. Tak terlihat lagi kerumunan warga yang pada sore hari memadati kompleks makam Habib Hasan bin Muhammad Al-Hadad alias Mbah Priok.

Keramaian hanya terjadi di pengajian di kompleks makam keramat Mbah Priok yang dihadiri ratusan jemaah. Pengajian ini digelar rutin setiap Kamis malam. Para petugas keamanan yang sejak kemarin berjaga-jaga di sekitar lokasi bentrokan, malam ini sudah tak terlihat.

Namun di beberapa titik masih terlihat sejumlah warga yang masih mencoba mempreteli bangkai kendaraan sisa kerusuhan. Bahkan ada yang membawa alat las untuk memotong besi-besi tebal di badan mobil.

Jalan Dobo, Rabu (14/4), menjadi lokasi bentrokan warga yang menolak penggusuran makam Mbah Priok dengan Satuan Polisi Pamong Praja. Kerusuhan itu menewaskan tiga orang dan melukai ratusan lainnya.

Berita lainnya :
------------------------------------------------------------------------------------


LINTAS GLOBAL :
------------------------------------------------------------------------------------













------------------------------------------------------------------------------------

4/16/2010 01:48:00 AM | Posted in , | Selengkapnya »

Shabu Senilai Rp 1 Miliar Disita

(Surabaya): Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur berhasil membongkar pengiriman sabu seberat 502 gram atau senilai lebih dari Rp 1 miliar.

Pengiriman barang haram ini bisa digagalkan polisi setelah kurirnya bernama Titus,39 warga Jl.Kapten Kasidin, Tulungagung Jawa Timur ditangkap, saat hendak mengambil paket di eksepdisi Titipan Kilat (Tiki) Jl. Ngurah Ray, Tulungagung, kemaren.

Kombes Polisi Erwin Azhar Siregar Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Timur dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Rabu (14/4) mengatakan jaringan ini sudah diintai sejak lama. Selama 7 hari 7 malam, kata Azhar, anggota disebar di Tulungagung untuk membongkar jaringan ini.

“Kami dapat informasi adanya pengiriman paket sabu lewat ekspedisi dari Jakarta ke Tulungagung. Paketnya seolah-olah dikirim dari Surabaya untuk mengelabui petugas tentang asal-usul paket ini,” paparnya.

Setelah Titus tertangkap, polisi kembali terus memburu jaringan yang melindunginya. “Kami menggeledah rumahnya, katanya, ada kurir yang berinisial DD di sana. Ternyata di rumah itu kosong, kami tidak menemukan lagi barang lainnya di sana,” kata Erwin.

Setelah diinterogasi, kata Erwin, tersangka ternyata telah 3 kali menerima pengiriman dengan modus ekspedisi paket. “Nilainya kurang lebih sama,” paparnya.



Berita lainnya...
------------------------------------------------------------------------------------



LINTAS NUSANTARA...
------------------------------------------------------------------------------------














------------------------------------------------------------------------------------

4/15/2010 10:24:00 AM | Posted in , | Selengkapnya »

Polisi Periksa Saksi Kunci

(Bogor): Penyidik Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Bogor, sampai Selasa (12/4) pukul 17.00 telah memeriksa dua saksi kunci penyebaran foto bugil. Polisi memeriksa Joshua dan Christian yang diduga mengetahui penyebar foto bugil Devi Sartika, 23 tahun, yang menggunakan akun Clara Adheline Supit. Salah satu saksi kunci, Albert, belum datang.

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal, Ajun Komisaris Irwansyah, penyidik menanyakan apakah Joshua yang memotret Devi. Joshua mengaku pemotretan dilakukan oleh Misly Safarini menggunakan telepon selulernya di tempat kos kawasan Kebun Jeruk, Jakarta Barat. “Saat itu Joshua pura-pura kesurupan dan bisa sembuh kalau melihat foto telanjang, tetapi yang memotret Misly,” kata Irwansyah.

Dalam pemeriksaan terungkap Joshua mengatakan pemotretan dilakukan 2007 lalu di tempat kos Misly di Kebun Jeruk. Hasil foto-foto itu kemudian dipindahkan ke dari sebuah kartu memori dan di transfer ke laptop Christian. Setelah itu Joshua pergi meninggalkan Christian dan Albert.

“Pengakuan Christian, Albert-lah yang menyebarkan foto-foto saksi pelapor,” jelas Irwansyah sambil menunjukkan bukti cetakan sebuah halaman Facebook.

Semula Joshua mengaku file tersebut telah dihapus dan flashdisknya hilang. Tetapi di akhir pemeriksaan dia mengaku sempat memindai kembali foto-foto yang telah dihapus dalam laptop Christian.

Usai diperiksa, Joshua dan Christian langsung bergegas meninggalkan ruang Reserse Kriminal untuk menghidari wartawan. Meskipun diminta wawancara, keduanya terus menghidari kamera. “Saya bukan pelaku yang menyebarkan foto-foto itu. Kalau saya jadi tersangka mungkin tidak pulang,” jawab dia pendek sambil mempercepat langkahnya.

Sampai saat ini, polisi sudah meminta keterangan dari delapan saksi yakni Yohanes Tri Utama, Juan Mayabu, Sany, Gloria handayani, Hendry Andiano, Misly Safarini, Joshua, dan Christian. Sedangkan Devi Sartika belum datang lagi untuk dimintai keterangannya. “Mudah-mudahan besok Albert yang merupakan saksi kunci dan Devi datang untuk dimintai keterangan,” kata Irwansyah.

Berita lainnya...
------------------------------------------------------------------------------------



Lintas Nusantara....
------------------------------------------------------------------------------------














------------------------------------------------------------------------------------

4/15/2010 10:06:00 AM | Posted in , | Selengkapnya »

Korban Foto Telanjang Belum Diperiksa

(Bogor): Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Bogor masih menyelidiki kasus penyebaran foto bugil Clara Adheline Supit alias Devi di jejaring sosial Facebook yang diduga dilakukan oleh Joshua. Sampai pukul 13.00 WIB, kemaren korban belum datang ke Markas Polresta Bogor.

“Jika nanti terbukti pelaku sengaja menyebarkan foto bugil di internet, diancam hukuman 6 tahun atau denda Rp. 1 miliar, karena melanggar pasal 27 ayat 1 dan 3, UU IT tahun 2008,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal, Ajun Komisaris Irwansyah.

Untuk mengembangkan kasus ini polisi telah meminta keterangan dari saksi teman korban yang juga teman pelaku yakni Misly yang baru saja melahirkan di RS Azra, Kota Bogor. Namun ketika di konfirmasi wartawan, Misly tidak bersedia bertemu. “Keterangan dari saksi Misly mengatakan memang kenal dengan tersangka Joshua yang merupakan bekas pacarnya,” jelas Irwansyah.

Dari saksi Misly diperoleh keterangan dua tahun lalu Clara alias Devi, pernah diminta untuk dipotret tanpa busana atas permintaan Joshua. Alasannya Joshua menderita penyakit sehingga menyebabkan dirinya tidak bisa ‘ereksi’ kecuali melihat foto bugil. Semula Devi menolak permintaan aneh ini. Namun karena tidak mau mengecewakan temannya dia pun mau.

Usai di potret Devi diberi sejumlah uang. Devi meminta agar foto tersebut jangan disebarluaskan. Namun awal April foto bugil Devi menyebar di internet. Hal inilah yang membuat Devi marah dan melaporkan kasusnya ke Polres Kota Bogor.


Berita lainnya....
------------------------------------------------------------------------------------



Lintas Nusantara....
------------------------------------------------------------------------------------














------------------------------------------------------------------------------------

4/15/2010 10:00:00 AM | Posted in , | Selengkapnya »

PNS Gelapkan Beras Korban Bencana

(Jember): Tim Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Jember, Rabu (14/4), menangkap Holik, 35 tahun, pegawai Dinas Sosial Kabupaten Jember. "Dia diduga kuat menggelapkan beras bantuan untuk korban bencana alam," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resort Jember Ajun Komisaris Polisi Nur Hidayat.

Menurut Hidayat, sejak Maret 2009 hingga awal April 2010, Holik menggerogoti sedikitnya 74 ton beras yang menjadi hak para korban bencana alam yang disimpan di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional XI Jember.

Holik bisa mengambil beras tersebut setelah memalsukan dokumen dan tanda tangan para pejabat Dinas Sosial dan Asisten II Pemerintah Kabupaten Jember. Beras tersebut kemudian dijual kepada sejumlah pedagang di wilayah Jember. Dalam kasus ini, kerugian Bulog ditaksir mencapai Rp 216 juta.

Terungkapnya kasus tersebut bermula dari kecurigaan petugas di gudang Bulog Jember. Setiap bulan, satu hingga tiga kali dia melihat Holik mengambil beras dengan membawa dokumen pengambilan dari para pejabat di Jember. "Akhirnya tim melaporkan ke polisi untuk diusut," kata Kepala Bulog Jember Chairil Anwar.

Hingga kini polisi masih menahan dan terus memeriksa Holik. Polisi juga menelusuri orang lain yang diduga ikut terlibat dalam kasus tersebut.


Berita lainnya....
------------------------------------------------------------------------------------



Lintas Nusantara....
------------------------------------------------------------------------------------













------------------------------------------------------------------------------------

4/15/2010 09:49:00 AM | Posted in , | Selengkapnya »

Bahasyim Tersangka Suap Terus Diusut

(Jakarta): Bahasyim Assifie, bekas pejabat Ditjen Pajak yang dikejar-kejar berkat laporan PPATK, menjalani pemeriksaan lanjutan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, kemarin.

"Ada penambahan sedikit berita acara pemeriksaan (BAP)," kata Jhon K Aziz, kuasa hukum Bahasyim, di Polda Metro Jaya. Menurut dia, pemeriksaan lanjutan itu untuk menambah BAP yang sebelumnya dan materi pemeriksaan juga sudah mulai masuk substansi yang dituduhkan.

Jhon menambahkan, mantan Kepala Kantor Pemeriksaan Jakarta VII Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak itu menjawab sembilan hingga sepuluh pertanyaan. Terkait dengan pengajuan penangguhan penahanan Bahasyim, tim pengacara sudah melayangkan suratnya kepada penyidik. "Kami masukin (surat) sekitar pukul 14.00 WIB," ujar Jhon.

Ia menyatakan, penyidik yang berwenang apakah penangguhan penahanan terhadap Bahasyim disetujui atau tidak. Sebelumnya pada Jumat (9/4/2010), penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menetapkan Bahasyim sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang senilai Rp 64 miliar.

Penyidik menduga Bahasyim mengalirkan uang hasil gratifikasi dari wajib pajak sebesar Rp 64 miliar kepada rekening istrinya, Sri Purwanti (Rp 35 miliar dan 1 juta dollar AS), putrinya, Winda Arum (Rp 19 miliar), dan R (Rp 2,1 miliar). Saat ini, Bahasyim ditahan di Sub Perawatan Tahanan Biro Operasi Polda Metro Jaya sejak penetapan sebagai tersangka.

"Permohonan penangguhan sudah dimasukkan, sudah diterima dengan baik. Disetujui atau tidak disetujui itu kewenangan penyidik," kata pengacara Bahasyim, John K Aziz, seusai menemani kliennya diperiksa di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.(*)







Berita lainnya...
------------------------------------------------------------------------------------





Lintas Global...
------------------------------------------------------------------------------------













------------------------------------------------------------------------------------

4/14/2010 08:24:00 AM | Posted in , | Selengkapnya »

Teroris, Residivis Bom Kedubes Australia

(Jakarta): Dua dari lima tersangka teroris yang ditangkap di Medan, Sumatera Utara, ternyata residivis pelaku peledakan bom Kedutaan Besar Australia di Kuningan, Jakarta, pada 2004.

Juru bicara Markas Besar Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Edward Aritonang mengatakan, kedua tersangka itu adalah Ibrohim alias Deni alias Suramto dan Japar alias Lutfi alias Upen alias Abu Musa. Keduanya alumni Mahad Ali, Universitas Al-Mukmin, Ngruki, Solo.

Kepolisian Kota Besar Medan dua hari yang lalu menangkap enam lelaki dengan gelagat mencurigakan. Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Inspektur Jenderal Oegroseno mengatakan keenam lelaki itu diduga anggota jaringan teroris Aceh yang diburu tim antiteror Mabes Polri. Menurut Oegroseno, polisi menangkap enam dari delapan lelaki penumpang mobil Kijang Jantan bernomor polisi wilayah Aceh itu. Dua penumpang mobil lainnya kabur. Hingga kemarin sore, mereka masih dikejar polisi.

Edward menjelaskan, lima tersangka dibawa ke Mabes Polri untuk diperiksa lebih lanjut. Sementara itu, satu orang lainnya masih berada di Medan karena menjalani perawatan. Edward menyebutkan nama dan peran para teroris yang tertangkap di Medan itu. Pertama adalah Qomaruddin alias Abu Musa alias Mustagim alias Abu Yusuf alias Hafshoh.

Edward menuturkan, Qomaruddin berperan sebagai koordinator pelatihan di Aceh dan alumnus Akademi Militer Al-Jamaah, Mindanao, Filipina Selatan. Dia juga terlibat dalam kontak senjata dengan Detasemen Khusus 88 Antiteror pada Maret lalu. Tersangka kedua, Pandu Wicaksono Widyan Putro sebagai peserta latihan dan ditempatkan di Regu III. Dia dicari karena ikut mengamankan Noor Din M. Top (almarhum) di Solo.

Sementara itu, Bayu Sena alias Budi alias Rahmat alias Tono alias Seno adalah orang yang ikut merencanakan dan merakit bom untuk mengebom Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jatiasih, Bekasi. Hingga kini polisi masih mengejar dua teroris yang masih kabur. Yakni Ali dan Daud alias Usman alias Gito.

Wakil Kepala Polda Sumatera Utara Brigadir Jenderal Syafruddin mengatakan Qomaruddin alias Abu Musa beserta tujuh anggota teroris lainnya keluar dari wilayah Nanggroe Aceh Darussalam guna mempersiapkan perencanaan aksi teror lain.

Di Magetan, Jawa Timur, keluarga salah satu tersangka teroris, Lutfi, mengaku belum menerima pemberitahuan resmi dari polisi. Keluarga juga masih belum yakin Lutfi salah satu tersangka teroris. “Sebagai orang tua, saya terkejut,” kata Bukhori Burhanuddin, ayah ayah Lutfi, kemarin.

Sedangkan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengungkapkan bahwa keenam tersangka teroris yang tertangkap pada Minggu (11/4) dini hari di Jalan Sisingamangaraja, Medan Kota, merupakan topnya teroris yang lari dari Aceh. Selain menyebut mereka sebagai “top six terrorist escape from Aceh”.

Gubernur Irwandi merinci bahwa dua dari enam yang ditangkap itu merupakan teroris paling dicari setelah kematian Dulmatin. Keduanya adalah Qomaruddin (35) alias Muttaqin/Mustaqim alias Abu Musa alias Abu Yusuf dan Lutfi Haidaroh alias Jakfar/Zafar alias Adi alias Ubaid. Muttaqin alias Abu Yusuf merupakan pelatih senior kelompok teroris di Aceh, sedangkan Ubaid adalah ideolog jaringan teroris di Aceh.

Menurut Irwandi, selain rata-rata memiliki keahlian merakit bom, di antara mereka juga punya kemampuan propaganda, terutama Ubaid. Malah di antara yang tertangkap itu Ubaidlah yang kulitnya paling putih, gagah, dan berpenampilan simpatik.(*)





Berita lainnya.....
------------------------------------------------------------------------------------





Lintas Global....
------------------------------------------------------------------------------------















------------------------------------------------------------------------------------

4/14/2010 08:17:00 AM | Posted in , | Selengkapnya »

Dua Polisi Aniaya Remaja

(SINJAI): Tindakan tidak terpuji dilakukan dua oknum polisi, Brigda Edwan dan Brigpol Basrun. Keduanya dilaporkan menganiaya seorang remaja, Faisal, 18, hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai, Selasa 30 Maret.

Sebenarnya, penganiayaan yang dilakukan dua petugas Polsek Pulau Sembilan ini dilakukan Jumat 26 Maret...Berita lengkapnya.....

4/02/2010 11:25:00 PM | Posted in , | Selengkapnya »

Potongan Kepala Korban Ditemukan

(SURABAYA): Kerja keras polisi untuk mengungkap identitas mayat tanpa kepala membuahkan hasil. Setelah melakukan penyisiran di sekitar Bumi Pergudangan Maspion IV di Jalan Romo Kalisari, kepala akhirnya ditemukan.

Bagian kepala pria yang diduga Tri Agung warga Gresik ini ditemukan sekitar 12 meter dari lokasi pembuangan jenazah. Bagian kepala...Berita lengkapnya.....

4/02/2010 11:16:00 PM | Posted in , | Selengkapnya »

Pembunuhan Terkait Anggaran

(SENGKANG): Kepolisian mulai berani membeberkan motif pembunuhan terhadap bendahara Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) Wajo, Hasdawati. Pembunuhan terjadi akhir 2009 lalu itu diduga terkait anggaran Rp 256 juta yang raib. Kini anggaran itu belum jelas keberadaannya. Pencairan anggaran itu dinilai menyalahi mekanisme. Belakangan...Berita lengkapnya...

4/02/2010 11:12:00 PM | Posted in , | Selengkapnya »

Index Arsip

Lihat Komentar

Posting Terbaru