Polisi Incar Pembuat Tabung Gas
(SUARAPUBLIC) - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mulai mengintensifkan penyidikan terhadap banyaknya tabung gas meledak belakangan ini. Kepolisian menduga mudahnya tabung gas meledak karena palsu. Untuk itu penyidik mengincar perusahaan pembuat tabung gas guna keperluan penyelidikan kasus itu."Kita akan cek perusahaan-perusahaan pembuat tabung gas apakah merek sudah memiliki sertifikasi standar SNI atau belum dalam memproduksi tabung tersebut," kata Kepala Satuan Sumber Daya Lingkungan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Eko Saputro, dihubungi wartawan, Senin (10/5/2010).
Hasil penyelidikan selama ini, menurutnya, ada beberapa kasus ledakan tabung gas terjadi justru bukan pada saat korban menyalakan kompor. Beberapa di antaranya, terjadi diduga akibat kebocoran pada tabung gas. "Kemungkinan ada yang bocor dari regulator," timpalnya.
Kemungkinan lain, sebutnya, lantaran pengaman pada tabung gas tidak terpasang. Polisi sendiri telah mengantongi 70 perusahaan resmi pembuat tabung gas. "Resmi maksudnya telah memiliki sertifikat dan izin dari Pertamina," imbuhnya.
Namun, meski telah memiliki sertifikat SNI dan izin dari Pertamina, polisi tetap akan melakukan pengecekan terhadap perusahaan tersebut. "paling tidak untuk memastikan perusahaan tersebut memiliki izin produksi atau tidak," jelasnya.
Jika perusahaan yang telah mengantongi izin dari Pertamina itu tidak memiliki sertifikasi standar SNI, pihaknya akan menindak tegas perusahaan tersebut. "Kita akan periksa karena ini membahayakan masyarakat," pungkasnya.
Berita lainya :
-----------------
Lintas Global :
-----------------
------------------------------------------------------------------------------------------------
