SUARAPUBLIC - Dunia selebritis tanah air kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah video beradegan sex yang dituding dilakukan oleh sepasang kekasih dari kalangan artis. Video tersebut disebarkan lusakan melalui situs jejaringan sosial Facebook dan Twitter.
Pelaku yang meng-uploud dan diduga menyebarluaskan adegan porno tersebut via facebook menamakan video miliknya 'Video sex Ariel dan Luna Maya'. Namun sejauh ini masih belum bisa dipastikan apakah pemeran adegan sex dalam video tersebut benar artis Luna Maya dan Ariel.
Video berdurasi 2 menit 37 detik itu dimulai dengan munculnya sesosok wajah perempuan bermata bulat yang dituding sebagai Luna Maya tengah melakukan oral seks. Gambar dalam video itu diambil oleh pasangan prianya di dalam sebuah kamar hotel.
Sedangkan di situs jejaringan sosial Twitter, video adegan mesium berjudul 'Video sex Ariel dan Luna Maya' itu pun langsung jadi trending topics.
"Luna Ariel langsung jd Trending Topics di twitter," tulis Tweeps (pengguna Twitter) namakuaji dalam akun Twitternya, Jumat (4/6) dini hari.
Tweeps lainnya juga ada yang menuliskan, "LUNA, selamat ya kamu jadi trending topics di dunia MAYA."
Ada juga yang menuliskan di Twitternya, "wah kacau, ini video bakal rame dah di infotainment dan jadi trending topic selanjutnya.
Anggienda Soeparto Bersama Temannya. Poto Istimewa
(SUARAPUBLIC) - Warga Kabupaten Barito Uttara (Batara) patut berbangga. Seorang putri asli daerah ini berhasil meraih predikat dokter muda di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Selain menyandang predikat dokter muda, juga Indeks prestasi komulatifnya tinggi.
Anggienda Soeparto (22thn) putri kedua hasil perkawinan dari Daniel Soeparto dan Erline (Giok Ranan) dinilai berhasil meraih predikat dokter muda dan berhasil mendapat Indeks prestasi komulatif tinggi 3,20. Anggienda yang baru diwisuda pada tanggal 19 Mei lalu, juga dihadiri seorang bapak tercintanya Daniel Soeparto bersama putra sulungnya Andare.
Anggie begitu kerap disapa rekannya, menerima gelar Sarjana muda kedokteran (dokter muda) bersama teman – teman kuliah sefakultasnya mencapai 1500 orang wisudawan/wisudawati gelar dokter muda. Anggi masuk kuliah fakultas kedokteran di Universitas Gadjah Mada tahun 2006/2007 lalu, tergolong berusia muda.
Keberhasilan putri kelahiran Muara Teweh 23 Juni 1988 meraih gelar sarjana kedokteran (dokter muda), patut diberi acungan jempol, karena jeripayah orang tuanya Daniel Soeparto (50 th) yang selama ini banting tulang membiaya anak – anaknya berkuliah di kota Jogjakarta sebanyak 3 orang. (Selengkapnya....)
(SUARAPUBLIC) — Warga warga Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, gempar dengan kejadian yang dialami seorang janda bernama, Suyati (37). Buruh tani yang setengah tahun lalu ditinggal mati suaminya itu melahirkan seorang bayi laki-laki tanpa melalui proses kehamilan.
Sepengetahuan warga setempat, Suyati yang melahirkan bayi malam hari dengan hanya dibantu ibunya itu juga selama ini tidak tampak berbadan dua. Bayi laki-laki 'ajaib' yang diberi nama Muhammad Wahyu Cahyono itu merupakan anak ketiga janda bertubuh kurus tersebut.
“Awalnya Yati minta kerokan. Saya masuk kamar, lantas saya terkejut tiba-tiba melihat ada bayi di selangkangan kakinya. Tali pusarnya masih menempel tapi tak ada air ketuban. Hanya ada percikan darah sedikit,” kata Suparmi (65), ibu kandung Suyati, di rumah mereka yang hanya berlantai tanah itu, Kamis (13/5/2010).
Keluarga dan para tetangga juga tak habis pikir dengan ulah Suyati. Sebab setelah melahirkan bayi laki-laki dengan berat 2,9 kilogram, Yati masih kelihatan trengginas (lincah).
Menurut Suparmi, sebagaimana disampaikan Yati, proses persalinan anaknya itu memakan waktu sekitar setengah jam. Awalnya kontraksi pada perut hingga melahirkan bayi laki-laki. “Sebenarnya saya tidak mau cerita tapi ini benar-benar saya alami. Saya juga heran, apalagi masyarakat. Doakan saya, mudahan mendapat berkah,” ucap Yati.
Yati selama ini enggan berterus terang karena takut dikira mengada-ada atau dianggap sengaja menutupi kehamilan. Ia menegaskan bahwa bayi itu benar-benar dilahirkan dari rahimnya, tanpa dia hamil.
Diceritakan Yati, saat tubuhnya selesai dikeroki, lambung kirinya tiba-tiba terjadi getaran kuat. Dia mengaku diserang kram dan terjadilah kontraksi. Dalam kondisi inilah Yati mengaku tiba-tiba perutnya melembung.
Dengan pandangan tidak percaya, perut perempuan ini terus mengembang hingga persis seperti usia kandungan sembilan bulan. Karena tak kuat menahan sakit, Yati pun berteriak sekenanya. Suparmi yang menemani dua cucunya menonton televisi kembali masuk kamar Yati.
Rasa sakit pada perut dan lambung Yati tersebut terus dirasakan. Suparmi memutuskan meminta tolong para tetangga. Sekembalinya dari tetangga, Suparmi sontak kaget. Perempuan tua ini melihat bayi merah dengan tali pusar yang masih melekat tergolek lemah di bawah kaki Yati.
Para tetangga dan beberapa warga langsung ikut membantu. Mereka pun memanggilkan bidan desa, Ny Syamsiah. Oleh bidan ini, Yati dirawat dan diperlakukan sebagaimana orang yang habis melahirkan. Hal ini terlebih karena malam itu Yati tampak lemas dan hanya bisa berbaring. Dia seakan tidak percaya dengan apa yang dialaminya.
Suparmi kembali menambahkan bahwa anaknya itu selama ini tidak pernah telat datang bulan. Anaknya secara rutin mengalami siklus menstruasi.
Pada Mei ini pun ia masih datang bulan. Bidan Syamsiah juga menegaskan bahwa, secara medis, tidak ada kehamilan tanpa melalui proses pembuahan (bertemunya sperma dan ovum).
Meski demikian, Syamsiah mengatakan bahwa dimungkinkan Yati mengalami post-date. Artinya, pada persalinan tersebut terjadi kelainan dalam masa kehamilan.
“Kehamilannya melebihi waktu sembilan bulan lebih tujuh hari. Akibat yang ditimbulkan mengeringnya ketuban,” katanya. Ini sesuai pengakuan Yati bahwa saat melahirkan ia tidak mengeluarkan ketuban.
Bayi "ajaib" itu lahir melalui rahim Yati pada Jumat (7/5/2010) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Bayi itu lahir melengkapi dua anak pertamanya, yakni Noviliana (15) dan Priyo Pristiawan (12). Namun, mereka terpaksa tinggal bersama neneknya karena sang ayah lebih dulu meninggalkan mereka untuk selama-lamanya.
(JAKARTA) - Sangat pantastis. Deposit lelang harta karun peninggalan Kerajaan Tiongkok dan Kerajaan Persia dipatok sebesar $16 juta USD. Harta karun tersebut pada 5 Mei ditaksir seharga Rp 720 miliar.
Namun, meski banyak yang tertarik pada harta karun yang dilelang itu, masih belum satupun di antaranya mendaftar sebagai peserta dengan menyetor deposit sebagai syarat utamanya.
Hal itu diakui oleh Pelaksana Tugas Direktur Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP) Sudirman Saad, Senin (3/5/2010).
"Saya sudah dihubungi banyak orang. Tapi yang menyetorkan deposit masih belum ada," katanya, sembari mengakui bila besarnya deposit yang harus disetor dikarenakan UU menyaratkan demikian.
Jumlah harta karun yang dilelang sebanyak 271 ribu keping dan dijual dengan sistem lot. Pendaftaran peserta lelang sendiri berakhir hari ini.
Harta karun itu sendiri, diangkat dari perairan Laut Jawa dan utara Cirebon, juga melibatkan ahli dari Belgia, Luc Heymans.
Heymans menyatakan, temuan itu adalah salah satu yang terbesar yang ditemukan di Asia dan sebanding dengan Atocha, kapal Spanyol yang tenggelam di Florida 1622.
Item yang dilego mencakup rubi, mutiara, perhiasan emas, batu kristal dari dinasti Fatimiyah, gelas dari Iran dan porselen indah kekaisaran Cina peninggalan sekitar tahun 976.
"Pada waktu itu ada banyak perdagangan yang terjadi di antara Arab dan India dan datang ke Jawa dan Sumatra," kata Heymans, dilansir kantor berita AFP.
Heymans meyakini di dalam kapal yang karam itu terdapat duta besar karena begitu banyak ditemukan porselin kekaisaran China.
Rincian harta karun yang dilelang antara lain vas bunga terbesar dari Dinasti Liao (907-1125), barang-barang Yue Mise dari era Lima Dinasti (907-960) dengan warna hijau khusus untuk Kaisar.
Selain itu ada juga 11.000 mutiara, 4.000 rubi, 400 safir merah dan lebih dari 2.200 batu akik.
Berita lainya : ------------------------------------------------------------------------------------------------
Liputan Khas : ------------------------------------------------------------------------------------------------
(JAKARTA) - Jumlah Harta Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin per 31 Desember 2001 Rp 4.700.967.590 kemudian 21 Januari 2008 naik menjadi Rp 7.006.246.297. Syamsul telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi APBD Pemerintahan Kabupaten Langkat, saat dirinya menjadi menjabat sebagai Bupati.
Berikut perincian harta kekayaan Syamsul Arifin per 31 Desember 2001 hingga 21 Januari 2008 sebagaimana Laporan Harta Kekayaan Penyelanggara Negara (LHKPN) yang dilansir KPK :
Tanah seluas 14.784m2, di kabupaten Deli Serdang, yang berasal dari hasil sendiri, perolehan tahun 1978, 31 Desember 01 Rp206.976.000, 21 Januari 2008 Rp 260.000.000.
Tanah dan bangunan seluas 1.800 m2 dan 600 m2, di Kabupaten Deli Serdang yang berasal dari hasil sendiri, perolehan 1994, 31 Desember 2001 Rp488.400.000, 21 Januari 08 Rp1.024.800.000.
Tanah seluas 422 m2 di kabupaten Langkat, berasal dari hibah perolehan tahun 2000, 31 Desember 2001 Rp305.000.000, 21 Jan 2008 Rp67.520.000.
Tanah seluas 9.815 m2 di kabupaten Langkat, hasil sendiri perolehan tahun 2000, 31 Desember 2001 Rp98.150.000, 21 Januari 2008 Rp196.300.000.
Tanah dan bangunan seluas 83m2 dan 228 m2 di kota Medan yang berasal dari hasil sendiri perolehan tahun 2000, 31 Desember 2001 Rp100.000.000, 21 Jan 2008 Rp 266.219.000.
Tanah seluas 5.004 m2, di kabupaten Deli Serdang, berasal dari hasil sendiri tahun 2000, 31 Desember 2001, Rp70.056.000, 21 Januari 2008 Rp320.256.000.
Tanah seluas 660 m2, di kabupaten Langkat berasal dari hasil sendiri perolehan 2000, 31 Desember 2001 Rp10.000.000, 21 Januari 2008 Rp67.980.000.
Peternakan 50 ekor sapi hasil sendiri perolehan 2006 Rp480.000.000. Sedangkan harta bergerak lainnya Logam mulia, berasal dari hasil sendiri perolehan 1993-2004, 31 Desember 2001 Rp 66.410.000, 21 Januari 2008 Rp106.536.000.
Batu mulia hasil sendiri perolehan 2004, 31 Desember 2001 Rp 96.435.000, 21 Januari 2008 Rp587.906.000. Surat berharga Tahun investasi 2007, berasal dari hasil sendiri Rp1.500.000.000.
Sementara Giro dan setara kas lainnya, yakni hasil sendiri 31 Desember 2001 Rp2.204.540.590, 21 Januari 08733.163.297. Berasal dari hibah Rp1.000.000.000.
Berita lainya : ------------------------------------------------------------------------------------------------
Liputan Khas : ------------------------------------------------------------------------------------------------
(MUARATEWEH): Dibalik suksesnya konser Band Kotak di Stadion Swakarya Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng), Jumat (9/4/2010) pukul 20.00 wib tadi, ternyata masih menuai kecewa para penonton. Pemicunya, konser band yang naik ratingnya lewat hits 'Berbeda' itu, dianggap terlalu singkat.
"Jelas kami kecewa. Kami datang jauh-jauh dari Puruk Cahu (Kabupaten Murung Raya), ternyata konsernya malah tak lebih dari satu jam. Berakhirnya juga tak diberitahukan, usai lagu 'Berakaksi' konser langsung mereka tutup," keluh seorang penggemar Band Kotak dari kabupaten tetangga Barito Utara.
Memang, ada kurang lebih setengah jam penonton tak beranjak dari depan panggung meski konser sudah berakhir. Malah bersahutan terdengar teriakan yang meminta agar konser dilanjutkan lagi. "Kami masih belum puas, tolong mba nyanyi lagi," teriak sejumlah penonton.
Sejauh ini belum diketahui persis sebab konser dihentikan mendadak. Namun yang pasti, semua personil tampak sangat kelelahan, terutama sang vokalis, yang hampir tak ada waktu jeda berteriak dan jinggkrak-jingkrak di atas panggung. Tak seperti bisanya, sebab pada konser sebelumnya, artis yang manggung diberikan waktu jeda untuk istirahat.
Tapi wajar muncul kekecewaan semacam itu. Itu artinya Band Kotak benar-benar digemari oleh kawula muda Muara Teweh. "Itu bukti kecintaan penggemar Kotak di daerah ini," ucap singkat salah seorang panitia pelaksana konser itu. Berita lainnya LIPUTAN KHAS....
(MUARATEWEH): Konser tunggal Band Kotak di Stadion Swakarya Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah, Jumat (9/4/2010) pukul 20.00 wib tadi, benar-benar luar biasa. Baik Tantri (sang vokalis), Chua (bassis), Cella (gitaris) maupun Posan (drammer), tampil habis-habisan demi memuaskan penggemar mereka.
Jumlah penonton sendiri diperkirakan tak kurang dari 10 ribu orang. Ini jumlah luar biasa mengingat Muara Teweh hanyalah kota kecil yang ada di belantara hutan Kalimantan Tengah. Juga termasuk rekor yang sama kala konser band papan atas semacam Ungu, Bumerang, Peterpan, Ari Lasso dan terakhir Band Wali di Muara Teweh.
Band Kontak membuka konser mereka lewat tembang menghentak berjudul 'Lagi-Lagi'. Lagu tersebut langsung membuat penonton hanyut dalam kegembiraan. Sambil mengacungkan jari tangan, mereka terus bergoyang. Tak ketinggalan pula iringan teriakan penonton sambil mengikuti baik-baik lagu dibawakan Tantri.
Bila penonton luar biasa semangat bergoyang sambil bernyanyi, sungguhan tak berbeda jauh diperagakan para personil Band Kotak di atas panggung. Kecuali Posan, sang dramer, baik Tantri, Chua maupun Cella acap kali terlihat melompat-lompat sebagai luapan kegembiraan.
Dapat ditebak sebab terbakarnya semangat personil Band Kotak pada konser mereka di Muara Teweh ini. Tak sekadar pengunjung yang jumlahnya mencapai puluhan ribu orang. Lebih dari itu, apresiasi penonton terhadap lagu-lagu yang mereka bawakan menjadi pemicu penampilan luar biasa personil Band Kotak.
Itu tergambar dari komunikasi sang vokalis, yang mengaku sangat tersanjung lagu-lagu mereka familiar di telinga kawula muda Muara Teweh. "Tak ada kata-kata bisa kami ucapkan. Ini benar-benar suprice bagi kami, ternyata masnyarakat disini hafal semua lagu Kotak," kata Tantri.
Penonton semakin dibawa hanyut lewat tembang 'Tinggalkan Saja dan 'Berbeda. Namun hanya sebentar, sebab berselang beberapa menit kemudian penonton kembali diajak bergoyang lewat tembang menghentak seperti 'Kosong Toejoeh dan 'Rock Never Dies'.
(MUARATEWEH): Impian Kerabat KOTAK (sebutan fans Band Kotak) kota Muara Teweh, Barito Utara, Kalteng, agar bisa menyaksikan secara langsung aksi panggung band idolanya itu akhirnya terwujud. Malam ini, Jumat (9/4/2010), Band Kotak akan manggung di Lapangan Sepakbola Stadion Swakarya, Muara Teweh.
Kehadiran Band Kotak itu sendiri menambah daftar band ternama Ibukota Jakarta yang manggung di Muara Teweh, kota kecil dibelantara hutan Kalimantan Tengah yang jujur diakui bila sarana dan prasaranan hiburannya masih minim sekali. Terakhir manggung adalah Band Wali, yang disambut kurang lebih 10 ribu penggemarnya di Muara Teweh.
"Acara ini murni hiburan. Tujuan kita hanya ingin menghidur masyarakat kota Muara Teweh. Kebetulan kita dapat informasi bila Band Kotak sekarang tengah digandrungi kawula muda Muara Teweh, makanya sponsor 'LA Lights' menghadirkan band ini agar bisa menyapa penggemarnya di sini," ucap ketua Panpel Sholahudin, disela jumpa fans Band Kotak di Balai Antang, Jumat sore.
Band Kotak dihadirkan di Balai Antang guna menyapa Kerabat Kotak (sebuat fans Band Kotak) yang memohon kepada panitia agar bisa ditemukan dengan personil band idolanya itu. Kerabat Kotak yang tampak terdiri dari remaja belia ini bahkan rela meronggok kocek masing-masing sebesar Rp 10 ribu.
Dialog berlangsung santai. Pertanyaan kocak dari para Kerabat Kotak dijawab kocak pula oleh masing-masing personil Band Kotak. Namun acara juma fans minus Posan, sang Drammer. Tampak hadir di antaranya Tantri (vokalis), Chua (Bassis) dan Cella (Gitaris).
Meski Tanrti adalah seorang vokalis yang sudah terbiasa berkomunikasi dengan para penggemarnya kala diatas panggung, namun pada jumpa fans tampak paling aktip memberikan keterangan adalah Chua. Termasuk kala menjelaskan pertanyaan fans mereka yang ingin mengetahui arti Kerabat Kotak bagi masing-masing personil Band Kotak.
"Terima kasih atas sambutannya. Kerabat Kotak adalah sumber inspirasi bagi kami. Selain itu, Kerabat Kotak juga energi dan roh bagi Band Kotak. Kesimpulannya, bahwa Kerabat Kotak adalah keluarga kami semua," ucap Chua, dijawab anggukan personil Band Kotak lainnya.
Dalam kesempatan jumpa fans itu, juga bentuk kepengurusan secara resmi Kerabat Kotak Muara Teweh. Dipercaya sebagai ketua adalah Ari. Pengukuhan ditandai dengan pemberian sovenir kotak kecil yang dirahasilakan isinya oleh Vokalis Band Kotak, Tantri kepada Ari.
Usai jumpa fans, acara dilanjutkan dengan kompoi kendaraan roda dua yang diikuti ratusan Kerabat Kotak. Uniknya, tak hanya mengenaikan pakaian lambang Band Kotak, para Kerabat Kotak itu juga menghiasi kendaraan mereka dengan berbagai atribut menarik.
Jalannya kompoi diwarnai suasana haru para personil Band Kotak. Mereka tak mengira kehadiran mereka begitu antusias sambutan masyarakat Muara Teweh. Hampir di sudut jalan tampak berjejer sekelompok masyarakat yang ikut menyaksikan arak-arakan personil Band Kotak.
Sambutan masyarakat terhadap kehadiran Band Kotak ini juga bisa dilihat dari penjualan tiket. Harga tiket Rp20 ribu perlembar. Menurut informasi beredar ditengah kalangan panitia, sampai Jumat pukul 17.00 wib tak kurang dari 10 ribu lembar tiket terjual. Berita lainnya LIPUTAN KHAS.....
(JAKARTA): "Download Tiga Juta Lagu Sesukamu." Kalimat ini menjadi tagline layanan Nokia Comes With Music, yang Kamis lalu diluncurkan oleh Nokia Indonesia. Kata-kata dalam tagline tersebut memang terkesan "bombastis".
Sebab, mungkin jarang ada orang yang punya niat--dan tentu saja punya waktu--untuk mengunduh hingga 3 juta lagu, apalagi di ponselnya. Belum lagi kata "sesukamu" pada tagline, yang mengasumsikan bahwa lagu-lagu itu bisa diunduh secara gratis. Berita lengkapnya.....
(SUARAPUBLIC)-Untuk mengenang dan mendoakan mantan presiden Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, malam ini, Sabtu (2/1) akan digelar acara 'Sejuta Lilin Duka Lintas Iman untuk Gus Dur' di Tugu Proklamasi. Acara ini diprakarsai Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP).
Acara ini tidak hanya digelar di Jakarta. Acara serupa, mengenang jasa Presiden ke-4 Indonesia itu, juga akan diadakan di berbagai daerah di Indonesia.
Direktur Eksekutif ICRP Anick Tohari mengatakan, selain di Jakarta, acara mengenang Gus Dur ini bakal digelar antara lain di Semarang, Yogyakarta, Ambon, Banjarmasin, Palembang, serta Maluku. Aara ini kita ingin menegaskan bahwa Gus Dur adalah pahlawan bagi kaum lintas iman. Baca selengkapnya.....
JAKARTA–Sang Humanis atau penyayang manusia dan kemanusiaan itu telah pergi. Mantan presiden Indonesia Abdurrahman Wahid, yang kerap dipanggil Gus Dur ini, menjadi orang nomor satu Indonesia dari tahun 1999 sampai 2001. Ia terpilih menjadi presiden, setelah rezim Soeharto yang sebelumnya telah memerintah selama 32 tahun lengser pada tahun 1998.
Gus Dur yang juga dikenal sebagai ulama nyentrik, ini berkuasa di Indonesia setelah mengalahkan Megawati Sukarnoputri, putri dari Presiden Sukarno, pada Oktober 1999. Kemenangannya sangat mengejutkan, pasalnya partai Megawati telah memenangkan lebih banyak suara dalam pemilihan legislatif. Baca lengkapnya......