Jembatan Runtuh, Masyarakat Kecamatan Gunung Purei Terisolasi
| Puluhan batang pohon bekas pondasi jembatan menutupi jalur lintasan sungai di riam datan setelah runtuh dibawa tanah longsor semalam. Kondisi ini mengakibatkan transportasi sungai terhambat |
Sedangkan bila masyarakat memilih jalur darat juga sulit. Karena jalan penghubung kecamatan setempat saat ini juga dalam kondisi rusak parah. Kondisi ini ditakutkan akan melambungkan harga bahan pokok di kecamatan Gunung Purei. Sebab dibutuhkan biaya besar untuk bisa mendistribusikan barang dagangan ke Gunung Purei.
"Usai hujan, kami mendengar suara gemuruh. Pas kami lihat ke arah suara gemuruh ternyata tanah di tebing tempat bersandar pohon pondasi jembatan datan terdahulu longsor. Puluhan pohon besar itu serentak runtuh dan jatuh perisis di jalur lintasan lalu lintas sungai," ucap Teho, pemilik ladang di daerah Datan.
Menurut Teho, saat ini masyarakat yang biasa menggunakan sungai untuk bepergian ke daerah hilir dan hulu sangat kebingungan. Lebih bingung lagi warga desa setempat yang hendak pulang dari pergi berbelanja ke Desa Benangin, ibukota Kecamatan Teweh Timur.
Karena tak bisa lewat, mereka terpaksa bermalam di tempat warga lainnya di daerah datan. "Pohon besar itu kalau tidak dibantu alat berat tak mungkin bisa disingkirkan dari alur lalulintas disitu. Kami berharap ada bantuan dari perusahaan Austral Byna, tapi orang yang berangkat kesana masih belum ada," ucap warga Datan lainya.
Alur lalulintas sungai didaerah Riam Datan memang terbukti berbahaya. Sudah puluhan kelotok (kapal mesin bobot angkutan 2 ton) karam di riam itu. Itu tidak termasuk kelotok kecil (kapal mesin ces) yang terbalik hingga mengakibatkan jatuh korban jiwa.
Gelombag air riam datan tambah ganas setelah puluhan batang pohon besar runtuh perisis dialur lintasan biasa dilewati pengemudi kelotok, baik hendak mudik maupun milir ke tujuan Muara Teweh. "Terakhir tukang pekerja proyek di Desa Lampoeng, tegelam dan mati setelah perahu mereka terbalik setelah tak bisa menerjang arus," ucap Wawat, Kades Sampirang.
Berita lainya :
------------------------------------------------------------------------------------------------
Subscribe to RSS headline updates from:
Powered by FeedBurner
Fokus Kalteng :
------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------