TERBARU

Situs ini tak lagi apdate. Kunjungi situs kami lainnya
SUARAPUBLIC.COM

|

Ganggu Lalin, Belauran Layak Direlokasi

(SUARAPUBLIC) – Kepekaan pejabat Pemkab Barito Utara terhadap kemungkinan permasalahan atau gejolak akan muncul ditengah masyarakat boleh dibilang masih lemah sekali. Semestinya di era reformasi seperti saat ini, masing-masing instansi berlomba-lomba meningkatkan pelayanan dan kepekaan sosialnya terhadap masyarakat.

Contoh kecil saja, keberadaan pasar belauran disamping pusat pertokoan Barito Permai, belum juga direlokasi ke daerah aman lalulintas padahal jalan itu sudah teramat padat oleh lalulalang kendaraan yang menghindar dari genangan air akibat banjir.

Pantaun Sabut (15/5) malam, banyak kejadian yang hampir berujung perkelahian antara pengendara roda dua atau pengguna jalan umum dengan para pedagang belauran yang masih bebas menggelar dagangannya di jalan menghubungkan jalur bawah (Jalan Panglima Batur) dengan jalur tengah (Jalan Sengaji Hulu).

Pemicunya, si pengendara tak sengaja menyenggol salah satu barang pedagang hingga jatuh ke jalan. Si pengendara seorang perempuan cukup umur itu, tampak tergesa-gesa, sehingga tak bisa menghindar karena dari arah berlawanan melaju kendaraa lainnya.

Melihat fakta tersebut, sebenarnya, sejak Jumat (14/5), relokasi tempat berjualan pedagang belauran sudah harus dilakukan. Pasalnya, genangan air saat itu sudah tampak di depan penginapan Teweh Raya. Secara keamanan untuk mesin kendaraan, sewajarnya pengendara mengambil jalur aman di jalan disamping bekas kantor Danramil Kota, yang sejak puluhan tahun dimanfaatkan untuk komplek pedagang pasar Belauran.

Beberapa pedagang di jalur bawah, ketika diwawancarai, tak mempermasalahkan bila pihaknya diminta memindahkan gelaran dagangannya di jalur lain. “Tapi hingga hari ini (Sabtu malam), kita belum dapat intruksi di pindahkan,” ucap seorang pedagang buah itu.

Diakui mereka, lalulintas melewati jalan ditengah pusat pasar Belauran dua hari ini sangat padat. Bila kebetulan berbarengan yang menuju jalur bawah dengan jalur atas, terjadi macet bisa sampai dua jam. Padahal di antara pengendara itu terdapat orang yang rumahnya turut terendam yang harus cepat sampai tujuannya.

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Suriansyah, dikonfirmasih Sabtu malam mengatakan, pihaknya siap mengamankan jalannya relokasi bila sudah ada perintah insntansi berwenang mengatur relokasi. Dalam hal ini, diakuinya relokasi menjadi tanggungjawab Pemerintahan Kecamatan Teweh Tengah.

“Malah bila berdasarkan aturan dan perundang-undangan, jalan itu saat ini sudah tak memungkinkan dijadikan pusat pasar belauran. Kita sebenarnya hendak saja melakukan penertiban, tapi SK pemindahan atau relokasi urusan kecamatan,” ucap Suriansyah via ponsel.

Suriansyah, mantan camat Teweh Tengah mengakui, bila sebelumnya sudah melakukan peninjauan di daerah itu. Menurutnya, sejak kemaren sudah selayaknya pasar belauran direlokasi karena padatnya lalulintas dijalan itu sejak terjadi banjir.

Camat Teweh Tengah Masrani, dikonfirmasi terpisah terkesan hati-hati menjawab terkait desakan para pengendara yang menghendaki pasar belauran direlokasi untuk sementara. “Saya harus koordinasi dengan bawahan saya dululah. Karena mereka yang tahu persisi dilapangan,” ucapnya.

Masrani juga mengakui ada sempat melintas didaerah itu. Tapi aneh, ketika ditanya tanggapan pribadinya soal gangguan lalulintas di jalan itu semenjak terjadi banjir, mantan Camat Montallat itu malah enggan berkomentar.

“Saya tanya anak buah saya dulu lah. Belum pasti apakah nanti akan direlokasi atau tidak. Itu tergantung hasil rapat,” ucap Masrani. Ini lucu, soalnya lalulalang kendaraaan di jalan itu jelas tak bisa dihalangi. Mestinya harus ditanggapi dengan segera karena sudah berdampak pada keamanan masing-masing warga, baik si pengendara maupun para pedagang.




Berita lainya :
--------------------

Fokus Kalteng :
--------------------




















------------------------------------------------------------------------------------------------

Editor by Mardedi on 5/15/2010 11:32:00 PM. Melalui feed . Anda dapat mengikuti respon untuk entri ini melalui RSS 2.0. Jangan ragu untuk meninggalkan tanggapan.

0 komentar for "Ganggu Lalin, Belauran Layak Direlokasi"

Berikan Tanggapan

Index Arsip

Lihat Komentar

Posting Terbaru