TERBARU

Situs ini tak lagi apdate. Kunjungi situs kami lainnya
SUARAPUBLIC.COM

Amur-Bahar Menang Telak

Suasana di TPS 7 tampak sepi saat proses pemungutan ulang. (Poto : SUARAPUBLIC)
SUARAPUBLIC - Pasangan calon Gubernur Kalimantan Tengah H Achmad Amur-H Baharudin Lisa menang telak di TPS 7 Kelurahan Lanjar, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara. Di TPS tersebut terpaksa dilakukan pemungutan ulang, karena pada hari pencoblosan 5 Juni, terindikasi terjadi kecurangan dilakukan kelompok masyarakat.

TPS yang memiliki DPT 578 pemilih itu, pasangan Amur-Bahar meraup sebanyak 208 suara. Disusul pasangan Teras-Diran 25 suara, AyuDik 9 suara dan Yubas nol suara. Jumlah masyarakat memberikan hak pilihnya tak sampai 50% atau sebanyak 242, termasuk suara tidak sah sebanyak satu kertas suara.

Hasil ini sangat menarik dicermati. Pasalnya, pada pemungutan sebelumnya di TPS tersebut suara AyuDik begitu mendominasi. Diantaranya AyuDik 143 suara, disusul Amur-Bahar 61 suara, Teras-Diran 27 suara dan Yubas 4 suara.

Jumlah masyarakat memberikan hak pilihnya sebanyak 235, atau kurang 7 pemilih dari yang hari ini, Rabu (9/6/2010).

Rinci perbandingannya, sebanyak 147 penambahan suara untuk pasangan Amur-Bahar, sebanyak 2 suara pengurangan untuk pasangan Teras-Diran, sebanyak 134 suara pengurangan untuk pasangan AyuDik dan empat suara pengurangan untuk pasangan Yubas.

"Jelas terlihar hasilnya bila terjadi duel antara pasangan Amur-Bahar dan Teras-Diran. Kami sangat berterima kasih sekali atas kedewasaan berpolitik masyarakat disini. Mereka bisa berpikir jernih bila dihadapkan pada pilihan yang nyata.

Kami tahu disini basis AyuDik, tapi hari ini mereka memberikan yang terbaik buat pasangan Amur-Bahar," ucap Tajri, tim sukses Amur-Bahar di Muara Teweh, sesaat usai penghitungan suara, Rabu siang.

Sebaliknya, tim sukses Teras-Diran tampak agak kecewa dengan hasil tersebut. Terlebih kekecewaan mereka terjadinya pengulangan pemungutan suara di TPS tersebut padahal masing-masing saksi sudah menandatangani hasil penghitungan sebelumnya.

"Panwas harus bertanggungjawab bisa terjadi apa-apa dengan masalah ini. Karena Panwas kecamatan yang ngotot pemungutan ulang padahal tak ada masalah," ucap Etho, tim sukses Teras-Diran di Muara Teweh.

Selain terjadi hasil mengejutkan, pelaksanaan pemungutan ulang Pilkada Kalteng 2010 di TPS 7 Muara Teweh ini cukup menyedot perhatian masyarakat. Tak hanya diadakannya acara hiburan dangdut selama proses pencoblosan berlangsung, lebih dari itu merupakan satu-satunya terjadi di Kalteng.

Tak heran, tak hanya masyarakat yang berbondong menyaksikan proses pemungutan, tapi sejumlah pejabat Pemkab Barut juga tampak hadir. Namun sayang, warga setempat yang memberikan hak pilihnya tak lebih dari separoh, meski tetap membantu penambahan perolehan suara buat pasangan Amur-Bahar.

"Kemaren selisih kemenangan Amur-Bahar dari pasangan Teras-Diran sekitar 300 suara. Ditambah dengan hari ini semakin besar menjadi 500 an suara. Kami optimis pasangan Amur-Bahar bakal memenangi Pilkada Kalteng," ucap Bahana Edwin, dedengkot tim sukses Amur-Bahar di Muara Teweh.

Sementara itu, Susilo, seorang tim sukses Amur-Baharudin, dikontak via ponsel mengaku sangat berterima kasih sekali kepada masyarakat setempat yang lebih memilih kandidat mereka. Dia juga melakukan klarifikasi hasil perolehan suara versi Amur center.

"Bila ada penghitungan lain itu tidak benar. Yang benar adalah yang seleisih 0,03% itu, dimana Amur-Bahar unggul dengan perolehan 40,65% dan Teras-Diran 40,62%," ucapnya, sembari mengaku saat itu sedang berada di Kabupaten Pulang Pisau.

Sekadar diketahui, di TPS 7, Kelurahan Lanjar Muara Teweh, Barut, terjadi pengulangan dikarenakan adanya laporan Panwaslu bila ada sekelompok masyarakat melakukan pencoblosan padahal namanya tak terdaftar dalam DPT. Oleh KPU Barut, laporan ditindaklanjuti dengan melakukan pemungutan ulang di TPS.



Berita lainya:
---------------


Fokus Kalteng:
---------------













------------------------------------------------------------------------------------------------

6/09/2010 08:10:00 PM | Posted in | Selengkapnya »

Hutan Rusak Rugikan Negara Rp32 Triliun

Bekas penambangan batu bara PT Hikmah di Barito Utara  yang dibiarkan terbengkalai tanpa dilakukan reklamasi.  Perusahaan tersebut diduga mendapat beking orang penting di pusat karenanya tak pernah tersentuh hukum. Hanya lokasi tambang, basecamp sempat dipasangkan
polisline oleh Polda Kalteng, namun prosesnya tak sampai berlanjut. (Poto:SUARAPUBLIC)


SUARAPUBLIC - Sedikitnya Rp32 triliun potensi kerugian negara akibat penyalahgunaan kawasan hutan untuk kegiatan pertambangan dan alih fungsi perkebunan ilegal di seluruh Indonesia. Data diperoleh dari asumsi total pemasukan tertahan dari Dana Reboisasi dan Provisi Sumber Daya Hutan dari potensi tegakan pohon yang bisa diperoleh Kementerian Kehutanan jika peralihan kawasan melalui aspek legalitas.

Menurut Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan Darori, potensi kerugian itu didapat dari dugaan pelanggaran kawasan pada seluas 2 juta ha kawasan hutan di seluruh Indonesia yang disalahgunakan untuk kepentingan peruntukan hutan di kegiatan nonkehutanan, semisal pertambangan dan perkebunan.

"Laporan ini kita dapat melalui proses inventarisasi pelanggaran berdasarkan surat edaran Menteri Kehutanan kepada para kepala daerah," ujarnya, dikutif Media Indonesia, usai menerima 12 penerima Kalpataru 2009 di Kementerian Kehutanan, Jakarta, Selasa (8/6).

Adapun kepala daerah yang telah memberi data pelanggaran itu di antaranya Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sumatra Utara, Bangka Belitung, Nanggroe Aceh Darussalam, dan Kendari.

Di Kalteng, misalnya, saat ini sudah ada tiga perusahaan tambang besar yang disidik Bareskrim dengan status tersangka. Begitu juga di Kalbar, Sumut, dan Sultra. Seluruh pelanggaran di kawasan itu sudah masuk penyidikan oleh Mabes Polri.

"Seluruh dugaan pelanggaran itu akan dikenakan pasal pidana umum karena telah menduduki kawasan 10 tahun," ujar Darori.

Hingga kini, ada dua provinsi belum memberi tanggapan terkait surat edaran menteri itu, yakni Kalimantan Barat dan Riau.

Untuk itu, Kemenhut bersama Tim Gabungan Penegak Hukum meliputi Mabes Polri, Kejaksaan, dan KPK akan bersikap menjemput bola mendatangi para kepala daerah yang masih membandel tidak mau melaporkan.

"Kita juga akan menerapkan teknologi dengan terbang menggunakan helikopter dan menggunakan GPS serta MRV untuk menginventarisasi pelanggaran-pelanggaran peruntukan di kawasan itu," ujar Darori.

Menurut Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, di luar pelanggaran kawasan 2 juta ha itu diperkirakan ada sejuta ha lagi pelanggaran yang belum terinventarisasi juga untuk kegiatan pertambangan dan perkebunan ilegal.

"Semua pelanggaran itu akan dikenakan sanksi pidana menggunakan jerat UU Nomor 41/1999 tentang Kehutanan," ungkapnya.

Adapun untuk dugaan korupsi akan diteruskan pihaknya kepada KPK. "Kepala daerah yang diduga terlibat juga akan diusut. Ini kan jelas ilegal karena tidak ada surat pelepasan kawasan yang resmi," timpal Menhut.



Berita lainya:
-----------------

Lintas Global:
--------------









------------------------------------------------------------------------------------------------

6/09/2010 12:05:00 AM | Posted in , , | Selengkapnya »

Ketua KPU Kalteng Hendak Dicelakai

SUARAPUBLIC - Lembaga penyelengara Pemilihan Umum Kepala Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (KPU Kalteng) mulai diintimidasi kelompok masyarakat. Pemicunya diduga terkait publikasi tabulasi penghitungan cepat yang dilakukan KPU Kalteng.

Sebuah sumber menyebutkan, kemaren malam, ada pergerakan masa yang meminta KPU Kalteng menghentikan tabulasi penghitungan cepat yang selama beberapa hari ini dilakukan lembaga penyelenggara Pilkada tersebut. "Kita harus waspada. Sepertinya mulai ada pergerakan mengarah anarkis dilakukan kelompok masyarakat," ucap sumber via pesan singkat, Selasa (8/6/2010).

Sumber juga menyebutkan bila saat ini, personil Polkada Kalteng sudah dikerahkan untuk menghalau pergerakan masa tersebut. Bahkan katanya, kini personil kepolisian terpaksa di inapkan di sekitar kantor KPU Kalteng dengan memasang tenda pengamanan.

Sejauh ini belum diperoleh konfirmasi dengan pihak berkompenten terhadap informasi tersebut termasuk benar tidaknya ada pengerahan ratusan personil keamanan yang langsung diinapkan disekitar kantor KPU Kalteng dengan memasang tenda di halaman kantor itu.

Namun sebuah sumber di Polda Kalteng membenarkan sempat terjadi pengerahan masa yang meminta pengentian tabulasi penghitungan cepat dilakukan KPU Kalteng. "Sekarang teman-teman diperintahkan memperketat pengamanan. Tenda tempat menginap sudah dibangun di depan kantor KPU," ungkap sumber itu.

Tak lama setelah terjadi pengerahan masa ke Kantor KPU Kalteng, Kapolresta Palangkaraya AKBP Achmad Alwi, Selasa (8/6/2010) langsung meminta penghitungan cepat atau quick count yang dilakukan KPU Kalteng dihentikan. Alasannya karena bisa memicu pertentangan antara pendukung cagub tertentu.

"Kami berharap perhitungan real dari KPU hanya dipublikasikan saat dilaksanakan perhitungan manual dengan disaksikan semua saksi-saksi pasangan cagub di KPU Kalteng, Senin mendatang," katanya.

Banyak kalangan menyayangkan dihentikannya tabulasi penghitungan cepat yang dilakukan KPU Kalteng. Kalangan masyarakat tersebut protes sebab mereka merasa berhak menghetahui informasi apdate seputar hasil Pilkada Kalteng dari lembaga resmi.

"Kalau boleh jujur, yang harus ditegur ada lembaga yang mengadakan penghitungan cepat pasca Pilkada kemaren. Apalagi penghitungan mereka terkensan sengaja membentuk opini biar seolah-olah salah satu pasang calon pemenang Pilkada Kalteng," ucap seseorang yang mengontak redaksi SUARAPUBLIC, Selasa malam.

Menurutnya, itu yang justru memicu reaksi masyarakat. Bila ternyata dalam perhitungan final calon yang lain memenangi Pilkada Kalteng, diyakininya akan menimbulkan tindakan anarkis. Sebaliknya, bila kenyataannya suara tak singkron tapi karena terpengaruh penghitungan cepat dilakukan lembaga tak resmi itu lantas penyelenggara Pemilu memenangkan salah satu calon itu, juga tetap akan menimbulkan reaksi masa.

Sementara itu, ketua KPU Provinsi Kalteng, Faridawaty, kemaren terpaksa harus melapor dan meminta perlindungan kepolisian karena dia diintimidasi dan diancam oleh orang tidak dikenal sejak beberapa hari terakhir.

Intimidasi dimulai melalui pesan singkat yang menuding dirinya tidak netral dalam pemilukada Kalteng. Bahkan ancaman pun kemudian ditujukan kepadanya melalui pesan singkat yang isinya menyebutkan bahwa ada hal yang sangat serius yang akan terjadi padanya.

Dua hari lalu dia juga sempat dibuntuti oleh lelaki tidak dikenal. Bahkan orangtua Faridawaty sempat cekcok dengan lelaki tersebut.

Atas kejadian itu, Faridawaty telah melapor kepada Kapolda Kalteng, Brigjen Polisi Damianus Jackie untuk meminta perlindungan agar bisa menjalankan tugas dengan baik.

"Saya yakin ancaman serupa juga diterima empat anggota KPU lainnya. Hanya saja mereka tidak mau mengungkapkannya," duga Faridawaty.



Hasil Penghitungan Sementara :

Versi Hitungan Cepat KPU Kalteng:
1. Amur-Bahar, 323.050(40,65%)suara.
2. Teras-Diran, 322.800(40,62%)suara.
3. AyuDik, 118.982(14,97%)suara.
4, Yuandrias-Basuki,29.796(3,75%)suara
Pemilih Kalteng: 1.626.067 orang,
Suara Masuk: 794.628(48,87%)
Tersisa/Belum Masuk: 831.439(51,13%)



Versi Tim Sukses Amur-Bahar:
1. Amur-Bahar, 789.468(48,55%) suara.
2. Teras-Diran, 311.147(39,41%) suara.
3. AyuDik, 131.342(16,64%) suara.
4, Yuandrias-Basuki, 26.563(3,36%) suara.
Pemilih Kalteng: 1.626.067 orang,
Suara Masuk: 1.258.520(77,39%)
Tersisa/Belum Masuk: 367.547(22,61%)



Versi The ATN Center:
1. Amur-Bahar, 382.338(37,70%)suara
2. Teras-Diran, 428.076(42,21%)suara
3. AyuDik, 159.944(15,77%)suara
4, Yuandrias-Basuki, 43.722(4,31%)suara


Versi Penghitungan Cepat CPI-LSI:
1. H Acmad Amur-H Baharudin H Lisa(37,79%)suara
2. Agustin Teras Narang-H Achmad Diran(42,04%)suara
3. H Achmad Yuliansyah-H Didik Salmijardi(15,91%)suara
4. Yuandrias-Basuki(4,265)suara

Berita lainya:
---------------

Fokus Kalteng:
---------------






------------------------------------------------------------------------------------------------

6/08/2010 11:52:00 PM | Posted in | Selengkapnya »

Sugianto-Eko Masih Unggul Suara

SUARAPUBLIC - Penghitungan cepat KPU Kotawaringin Barat, masih menunjukan keunggulan perolehan suara calon Kepala Daerah Kabupaten
Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran-Eko Soemarno. Jumlah suaranya 67.109 atau mendapat dukungan (41,3%) pemilih.

Pasangan nomor urut 1 Sugianto-Eko berhasil mengungguli calon Kepala Daerah nomor urut 2 Ujang Iskandar- Bambang Purwanto yang hanya memperoleh suara 55.579 (34,2%) dari 122.688 suara (75,5%) yang direkapitulasi dari total pemilih sebanyak 162.426 pemilih.

"Ini adalah hasil akhir dari perhitungan cepat di seluruh TPS yang berada di 90 desa. Sementara perhitungan manual yang merupakan hasil sah akan kita peroleh pada 10 Juni di KPU Kabupaten Kotawaringin Barat," kata Ketua KPU Kalteng Faridawati, dikutif Media Indonesia di Palangkaraya, Senin (7/6).

Data ini baru diterima dari KPU Kabupaten Kotawaringin Barat karena mulai hari ini dilakukan perhitungan di tingkat kecamatan secara manual.

Menurut Farida, berdasarkan data terakhir perhitungan cepat (real time) KPU Kalteng, ada beberapa daerah yang sudah menyelesaikan perhitungan seperti di Palangkaraya (100%), Kabupaten Pulang Pisau (100%), Kapuas(98,5%), Katingan (90%) dan Kotawaringin Timur (99%).

"Saat ini, dari perhitungan kami, ada sekitar 10%-15% atau sekitar 16 ribu suara yang belum masuk," ujarnya.



Berita lainya:
---------------

Fokus Kalteng:
---------------






------------------------------------------------------------------------------------------------

6/08/2010 04:37:00 AM | Posted in | Selengkapnya »

Amur Berpeluang Kalahkan Incumbent


Montase : SUARAPUBLIC
SUARAPUBLIC – Peluang Amur-Bahar menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) periode 2010-2015 kian terbuka lebar. Data petugas TPS masuk ke tim sukses Amur-Bahar tetap menunjukan keunggulan kandidat mereka, demikian pula hasil penghitungan sementara KPUD Kalteng.

Tim sukses pasangan Amur-Bahar menyebutkan, dari seluruh data yang masuk per Selasa (8/6/2010) dini hari, kandidat mereka tetap unggul perolehan suara. Pasangan Bupati Pulang Pisau dan Bupati Barito Selatan itu mendulang sebanyak 789.468 suara atau 48,55% pemilih.

Amur-Bahar berpeluang mampu mengalahkan pasangan incumbent pada Pilkada Kalteng 2010 ini, mengingat suara masuk sudah mencapai 1.258.520 atau 77,39 % surat suara. Jumlah pemilih Kalteng 1.626.067 orang, sehingga suara tersisa belum masuk tinggal 22,61% atau sebanyak 367.547 surat suara.

Pasangan pemenang Pilkada Kalteng 2010 versi hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Agustin Teras Narang-Achmad Diran, hanya memperoleh dukungan sebanyak 311.147 suara atau 39,41% pemilih. Disusul AyuDik 131.342 suara (16,64%) kemudian pasangan Yubas 26.563 suara (3,36%).

Sementara itu, ditengah kerja keras masing-masing tim sukses menghimpun data rekapitulasi penghitungan suara, pihak KPUD Kalteng juga mulai sibuk melakukan penghitungan cepat tabulasi hasil rekapitulasi petugas di masing-masing TPS.

Per Senin (7/6/2010) pukul 18:28:26 wib, hasil tabulasi penghitungan KPUD Kalteng lagi-lagi menunjukan keunggulan pasangan Amur-Bahar dengan perolehan 323.050 suara atau 40,65 persen. Kemudian pasangan Teras-Diran memperoleh 322.800 suara atau 40,62 persen.

Terdapat selisih sekitar 0,03% antara keunggulan perolehan suara pasangan Amur-Bahar dibanding pasangan pemenang Pilkada Kalteng 2010 versi hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) tersebut.

Sedangkan pasangan Achmad Yuliansyah-Didik Salmijardi diurut berikutnya dengan perolehan 118.982 suara atau 14,97 persen dan Yuandrias-Basuki sebanyak 29.796 suara atau 3,75 persen.

“Suara masuk ke tabulasi penghitungan cepat KPU Kalteng sebanyak 794.628 suara atau 48,87 persen. Ini merupakan hasil suara sementara, resminya menunggu hasil penghitungan secara manual," kata Ketua KPU Kalteng Faridawaty kepada wartawan.

Sementara itu sebagian masyarakat Kota Palangka Raya terlihat antusias untuk melihat hasil perolehan suara sementara dari KPU Kalteng. Sebagian warga sudah menunggu sejak sore hari untuk sekadar mengetahui siapa kandidat gubernur dan wakil gubernur yang memperoleh suara terbanyak.

Namun lambannya KPU Kalteng melakukan perbaharuan data perolehan hasil suara tersebut membuat sejumlah warga mengeluh. Sehingga tidak sedikit warga yang datang setelah belum dilakukan pembaharuan hasil suara sementara langsung beranjak pulang.

Terpisah, Borak Milton, tim sukses pasangan cagub dan cawagub Kalteng, Agustin Teras Narang-H Achmad Diran mengaku optimistis pasangan mereka akan menjadi pemenang Pilkada Kalteng 2010 ini.

“Data kami kumpulkan dari seluruh kabupaten dan kota hampir rampung. Hasilnya, Teras-Diran tetap unggul dibanding pasangan lainnya dan diyakini tidak tergeser lagi,” ucap Sekretaris DPD PDIP Kalteng itu.

Data The ATN Center hingga pukul 12.30 WIB menunjukkan, jumlah suara yang masuk mencapai 1.014.080 suara. Borak yakin data yang masuk sisanya nanti tidak sampai merubah posisi Teras-Diran



Hasil Penghitungan Sementara :

Versi Hitungan Cepat KPU Kalteng:
1. Amur-Bahar, 323.050(40,65%)suara.
2. Teras-Diran, 322.800(40,62%)suara.
3. AyuDik, 118.982(14,97%)suara.
4, Yuandrias-Basuki,29.796(3,75%)suara
Pemilih Kalteng: 1.626.067 orang,
Suara Masuk: 794.628(48,87%)
Tersisa/Belum Masuk: 831.439(51,13%)



Versi Tim Sukses Amur-Bahar:
1. Amur-Bahar, 789.468(48,55%) suara.
2. Teras-Diran, 311.147(39,41%) suara.
3. AyuDik, 131.342(16,64%) suara.
4, Yuandrias-Basuki, 26.563(3,36%) suara.
Pemilih Kalteng: 1.626.067 orang,
Suara Masuk: 1.258.520(77,39%)
Tersisa/Belum Masuk: 367.547(22,61%)



Versi The ATN Center:
1. Amur-Bahar, 382.338(37,70%)suara
2. Teras-Diran, 428.076(42,21%)suara
3. AyuDik, 159.944(15,77%)suara
4, Yuandrias-Basuki, 43.722(4,31%)suara


Versi Penghitungan Cepat CPI-LSI:
1. H Acmad Amur-H Baharudin H Lisa(37,79%)suara
2. Agustin Teras Narang-H Achmad Diran(42,04%)suara
3. H Achmad Yuliansyah-H Didik Salmijardi(15,91%)suara
4. Yuandrias-Basuki(4,265)suara

Berita lainya:
---------------

Fokus Kalteng:
---------------






------------------------------------------------------------------------------------------------

6/08/2010 04:29:00 AM | Posted in | Selengkapnya »

Tim Sukses Abah-Tedi Perang Data

SUARAPUBLIC - Proses pelaksanaan Pemilihan Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kian menarik diikuti. Tak soal penyebab anjloknya perolehan suara jago partai besar Golkar dan Demokrat (AyuDik). Lebih dari itu, karena sekarang terjadi perang data perolehan suara antara tim sukses calon pemenang, pasangan Amur-Bahar dan Teras-Diran.

Perang data ini dilakukan di group halaman dukungan untuk masing-masing calon di situs jejaringan sosial Facebook. Tentunya, komentar terhadap apdate data masing-masing tim sukses tersebut beragam. Ada yang menjawab secara proporsional, namun tak sedikit juga yang memberi komentar sekenanya bahkan bernada plecehan.

Seorang pendukung Amur-Bahar, di halaman yang memang disiapkan untuk menghimpun dukungan masyarakat terhadap kandidat jago mereka, menulis status perolehan suara hingga pukul 00.00 wib pasangan Amur-Bahar didukung 323.050 pemilih (40,65%), Teras-Diran : 322.800 pemilih (40,62%), AyuDik : 118.982 pemilih (14,97%) dan Yubas sebanyak 29.796 pemilih (3,75%).

Data perolehan suara yang menunjukan keunggulan pasangan Amur-Baharudin itu diklaimnya adalah perhitungan atau hasil tabulasi rekapitulasi versi KPU Kalteng. "Suara masuk sudah 48,87 persen. Khusus buat ikhwan dan akhwat, mohon doanya... suara kita sdh terlanjur terpecah, skrg saatnya satukan doa dan harapan kita," ucapnya.

Menariknya status juga di tautkan ke halaman facebook dukungan untuk pasangan AyuDik. Tujuannya, tim sukses Amur-Bahar berharap dukungan do'a dari pendukung atau para tim sukses pasangan AyuDik, jago mereka mampu mengungguli perolehan suara pasangan incumbent.

Para pendukung pasangan Teras-Diran tak mau kalah. Dengan tak menyebutkan perhitungan berdasarkan versi lembaga mana, pendukung pasangan diusung PDIP Kalteng itu menulis status perolehan suara per tanggal 06 juni 2010, pukul 22.15 WIB, pasangan Amur-Bahar = 367.745 (37,28%), Teras-Diran = 419.410 (42,52%), Ayudik = 156.931 (15,91%) dan Yuandreas-Basuki = 42.381 (4,30%).

"Keakuratan Data 100%... TERUSKAN DAN TUNTASKAN!!! MERDEKA!!!," tambahnya pada tulisannya itu.
Menariknya, status tersebut justru dituliskan di halaman facebook dukungan untuk pasangan Amur-Bahar. "Jangan bermimpi menang, data kami Tedi (Teras-Diran) unggul suara," tulis pemilik akun yang sepertinya menggunakan nama dan poto palsu itu.

Sementara itu, data perolehan suara berdasarkan pencocokan beberapa saksi empat pasang calon Gubernur Kalteng, menunjukan pasangan Amur-Bahar masih unggul perolehan suara. Pasangan Abah (nama kecil pasangan Amur-Bahar) mendapat dukungan 789.468 suara (48,55%).

Berada di rangking dua perolehan suara masih dipegang pasangan Teras-Diran dengan dukungan 311.147 suara pemilih (39,41%). Disusul AyuDik 131.342 suara (16,64%) dan pasangan Yubas 26.563 suara (3,36%). Jumlah pemilih terdaftar sebanyak 1.626.067 pemilih, sementara surat suara masuk dalam data itu berjumlah 1.258.520 pemilih (77,39%). Tersisa belum masuk tinggal 367.547 surat suara (22,61%).

Melihat persentase data surat suara masuk dalam perhitungan tersebut, tampaknya yang paling berpeluang besar menang pada Pilkada Kalteng 2010 adalah pasangan Amur-Bahar. Sebab, dari jumlah tersisa meski semuanya ditambahkan ke perolehan suara Teras-Diran, tetap tak mampu menyamai perolehan suara Amur-Bahar yang sebesar 789.468 suara itu.

Meski begitu, tetap saja perolehan suara final masih menunggu hasil tabulasi rekapitulasi KPU Kalteng. Informasinya, perhitungan sementara terjadi persaingan ketat antara perolehan suara Amur-Bahar dan pasangan incumbent. "Tadi sama-sama 40%," ucap sumber.





Berita lainya :
----------------

Subscribe to RSS headline updates from:
Powered by FeedBurner

Fokus Kalteng :
----------------












------------------------------------------------------------------------------------------------

6/07/2010 02:50:00 AM | Posted in | Selengkapnya »

Perolehan Suara Teras-Amur Bersaing

SUARAPUBLIC - Perolehan suara pasangan Teras-Diran dan Amur-Baharudin terus menunjukan persaingan. Perhitungan di realis sejumlah anggota DPRD Kalteng, pasangan Abah (Amur-Bahar) menang tipis dari pasangan incumbent.

Rinci data perhitungan anggota DPRD Kalteng yakni Abah 39,39%, pasangan Teras-Diran 35,..%, AyuDik 24,...% dan Yubas 4,...%. "Data baru kami terima pukul 11 tadi," ucap Supian Marsa, salah satu pendukung Amur-Bahar di Barut, Minggu (6/6/2010) siang ini.

Penambahan data tersebut kian menguatkan posisi pasangan Amur-Bahar dari 41% menjadi 48,55% atau memperoleh dukungan suara sebanyak 789.468 pemilih. Sedangkan perolehan suara pesaingnya yakni Teras-Diran mendapatkan dukungan 311.147 suara atau 39,41% pemilih.

AyuDik yang diusung partai besar Golkar dan Demokrat masih mengekor diurut tiga dengan perolehan 131.342 suara atau 16,64% pemilih. AyuDik di empat kabupaten DAS Barito masih kalah perolehan suara dengan pasangan Amur-Baharudin. Sementara Yubas memperoleh 3,36% dukungan atau memperoleh suara sebanyak 26.563 pemilih.

Jumlah pemilih di Kalteng sebanyak 1.626.067 pemilih. Namun yang memberikan hak pilihnya pada Pilkada Kalteng 5 Juni kemaren hanya 1.258.520 pemilih. Hingga siang Minggu, data belum masuk dalam penghitungan sekretariat Amur Center tinggal 367.547 suara atau pemilih.

Sebagaimana diketahui, hasil akhir penghitungan cepat Citra Publik Indonesia (CPI) --anak perusahaan LSI-- menunjukan pasangan Teras-Diran unggul perolehan suara Pilkada Kalteng 2010. Namun kemenangan pasangan incombent itu dianggap sejumlah kalangan belum mutlak karena bukan berdasarkan hasil perhitungan dan diumumkan lembaga resmi, KPU Kalteng.

"Kami sangat menyayangkan hasil perhitungan sementara lembaga tidak resmi dijadikan seolah-olah pasangan incumbent memang Pilkada Kalteng 2010. Harus diingat lembaga resmi belum mengumumkan hasil, jadi tolong publikasi jangan seolah-olah perhitungan sudah final," kata Supian Marsa, pendukung pasangan Amur-Bahar di Barut, Minggu (6/6/2010).

"Kami memilih menunggu hasil penghitungan dan diumumkan KPU Kalteng. Hasil penghitungan cepat kami berdasarkan hasil rekap para saksi dan hasil konfirmasi data daru Polres se Kalteng justru perolehan suara Amur-Bahar unggul," timpalnya.

Direalise Supian Marsa, posisi berdasarkan rangking perolehan suara Minggu pagi yakni Amur-Bahar (Abah) 48,55%, Pasangan Teras-Diran 39,41%, AyuDik 16,64% dan pasangan Yubas 3,23%. Suara belum masuk bahkan tinggal 20%, termasuk suara mutlah Amur di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Hasil penghitungan sementara yang media ini lakukan juga menunjukan perolehan Amur-Bahar unggul. Rincinya Abah (Amur-Bahar) 42%, Teras-Diran 38%, AyuDik 16% dan Yubas 4%. Penghitungan berdasarkan pencocokan laporan sejumlah saksi empat pasang calon di beberapa daerah se Kalteng.

"Lembaga survey sekarang banyak yang tidak independen. Contoh: survey golkar, survey CPI, dan LSI metro tv kemaren. Itu hanya untuk pencitraan bhw tedi menang padahal fakta di lapangan sebaliknya. Memang untuk AyuDik dan Yubas angka quick count hmpr pasti," ucap seorang pendukung Amur-Bahar lainnya.

Sementara Koordinator Koalisi 22 Parpol Nonparlemen yang mengusung Yuandrias-H Basuki, Sugi Santosa, mengatakan pihak belum bisa percaya hasil quick count tersebut, karena bukan diumumkan oleh lembaga resmi. "Kita tunggu hasil KPU," sebutnya.

Sedang Tim Kampanye AyuDik, Abdul Razak mengatakan meski hasil akhir tetap sama dengan hasil penghitungan cepat itu tapi pihaknya tetap harus menunggu keputusan KPU. "Kami siap menerima jika memang kalah. Ada faktor lain yang memengaruhi, salah satunya kurangnya sosialisasi pasangan kami," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, hasil Quick Count atau perhitungan cepat sementara Pemilukada Kalteng yang dilakukan CPI, Teras Diran 41,06%, disusul pasangan Amur-Bahar 38,53%, pasangan Yu-Dik 17,% dan Yu-Bas 2,94%. Hasil quick count ini masih terus berubah mengingat data yang masuk baru 50% suara sampel.

Chief Exeutive Officer PolMark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah --konsultan politik Teras-Diran-- mengatakan dirinya sudah menduga jagonya bakal menang. "Teras-Diran tidak terjebak melayani isu-isu yang tidak semestinya muncul dalam sebuah demokrasi. Ini bukti masyarakat sudah cerdas," kata Eep.

Hal itu juga diakui Direktur Eksekutif LSI, Denny JA dan Direktur Eksekutif CPI, Hendrasmo. Menurut mereka, kedewasaan berpolitik warga Kalteng, cukup bagus. Meskipun Teras berasal dari agama minoritas, tetapi mendapat dukungan dari warga Kalteng yang 70 persen lebih beragama Islam. Isu kesukuan pun tidak berpengaruh di Kalteng.

"Ini menjadi pelajaran yang baik bagi pemilukada lain," kata Denny. "Selisih perolehan suara antara urut satu dan dua sangat tipis sekali, sehingga sangat rawan terjadi gugatan hukum," timpal Hendrasmo.

Sementara itu, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 47 Kecamatan Jekan Raya, yang menjadi tempat pasangan Teras Narang dan keluarga mencoblos, hasil perolehan suara dimenangi oleh Teras Narang dan Achmad Diran dengan 198 suara. Selanjutnya ada Achmad Amur-Baharudin H Lisa 42 suara, Achmad Yuliansyah-Didik Salmijardi 20 suara, dan Yuandrias-Basuki satu suara.

Di TPS 3 Kelurahan Menteng, tempat Achmad Diran dan keluarga mencoblos, hasil perolehan suara juga dimenangi pasangan pejabat tersebut. Pasangan Teras Narang-Achmad Diran memperoleh 87 suara, Achmad Amur-Baharudin H Lisa 27 suara, Achmad Yuliansyah-Didik Salmijardi 6 suara, Yuandrias-Basuki 4 suara.

Sedangkan diwilayah Barut secara keseluruhan masih dipegang pasagan AyuDik dengan perolehan 22.835 suara, Teras Diran 17.210 suara, Amur-Bahar 9.178 suara dan Yubas 632 suara. Penghitungan diperoleh di sekretariat Teras Center di Muara Teweh.





Berita lainya:
----------------

Fokus Kalteng:
----------------









------------------------------------------------------------------------------------------------

6/06/2010 01:57:00 PM | Posted in | Selengkapnya »

Kemenangan Teras-Diran Belum Mutlak

suarapublic
SUARAPUBLIC - Hasil akhir penghitungan cepat Citra Publik Indonesia (CPI) --anak perusahaan LSI-- menunjukan pasangan Teras-Diran unggul perolehan suara Pilkada Kalteng 2010. Namun kemenangan pasangan incombent itu dianggap sejumlah kalangan belum mutlak karena bukan berdasarkan hasil perhitungan dan diumumkan lembaga resmi, KPU Kalteng.

"Kami sangat menyayangkan hasil perhitungan sementara lembaga tidak resmi dijadikan seolah-olah pasangan incumbent memang Pilkada Kalteng 2010. Harus diingat lembaga resmi belum mengumumkan hasil, jadi tolong publikasi jangan seolah-olah perhitungan sudah final," kata Supian Marsa, pendukung pasangan Amur-Bahar di Barut, Minggu (6/6/2010).

"Kami memilih menunggu hasil penghitungan dan diumumkan KPU Kalteng. Hasil penghitungan cepat kami berdasarkan hasil rekap para saksi dan hasil konfirmasi data daru Polres se Kalteng justru perolehan suara Amur-Bahar unggul," timpalnya.

Direalise Supian Marsa, posisi berdasarkan rangking perolehan suara Minggu pagi yakni Amur-Bahar (Abah) 48,55%, Pasangan Teras-Diran 39,41%, AyuDik 16,64% dan pasangan Yubas 3,23%. Suara belum masuk bahkan tinggal 20%, termasuk suara mutlah Amur di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Hasil penghitungan sementara yang media ini lakukan juga menunjukan perolehan Amur-Bahar unggul. Rincinya Abah (Amur-Bahar) 42%, Teras-Diran 38%, AyuDik 16% dan Yubas 4%. Penghitungan berdasarkan pencocokan laporan sejumlah saksi empat pasang calon di beberapa daerah se Kalteng.

"Lembaga survey sekarang banyak yang tidak independen. Contoh: survey golkar, survey CPI, dan LSI metro tv kemaren. Itu hanya untuk pencitraan bhw tedi menang padahal fakta di lapangan sebaliknya. Memang untuk AyuDik dan Yubas angka quick count hmpr pasti," ucap seorang pendukung Amur-Bahar lainnya.

Sementara Koordinator Koalisi 22 Parpol Nonparlemen yang mengusung Yuandrias-H Basuki, Sugi Santosa, mengatakan pihak belum bisa percaya hasil quick count tersebut, karena bukan diumumkan oleh lembaga resmi. "Kita tunggu hasil KPU," sebutnya.

Sedang Tim Kampanye AyuDik, Abdul Razak mengatakan meski hasil akhir tetap sama dengan hasil penghitungan cepat itu tapi pihaknya tetap harus menunggu keputusan KPU. "Kami siap menerima jika memang kalah. Ada faktor lain yang memengaruhi, salah satunya kurangnya sosialisasi pasangan kami," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, hasil Quick Count atau perhitungan cepat sementara Pemilukada Kalteng yang dilakukan CPI, Teras Diran 41,06%, disusul pasangan Amur-Bahar 38,53%, pasangan Yu-Dik 17,% dan Yu-Bas 2,94%. Hasil quick count ini masih terus berubah mengingat data yang masuk baru 50% suara sampel.

Chief Exeutive Officer PolMark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah --konsultan politik Teras-Diran-- mengatakan dirinya sudah menduga jagonya bakal menang. "Teras-Diran tidak terjebak melayani isu-isu yang tidak semestinya muncul dalam sebuah demokrasi. Ini bukti masyarakat sudah cerdas," kata Eep.

Hal itu juga diakui Direktur Eksekutif LSI, Denny JA dan Direktur Eksekutif CPI, Hendrasmo. Menurut mereka, kedewasaan berpolitik warga Kalteng, cukup bagus. Meskipun Teras berasal dari agama minoritas, tetapi mendapat dukungan dari warga Kalteng yang 70 persen lebih beragama Islam. Isu kesukuan pun tidak berpengaruh di Kalteng.

"Ini menjadi pelajaran yang baik bagi pemilukada lain," kata Denny. "Selisih perolehan suara antara urut satu dan dua sangat tipis sekali, sehingga sangat rawan terjadi gugatan hukum," timpal Hendrasmo.

Sementara itu, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 47 Kecamatan Jekan Raya, yang menjadi tempat pasangan Teras Narang dan keluarga mencoblos, hasil perolehan suara dimenangi oleh Teras Narang dan Achmad Diran dengan 198 suara. Selanjutnya ada Achmad Amur-Baharudin H Lisa 42 suara, Achmad Yuliansyah-Didik Salmijardi 20 suara, dan Yuandrias-Basuki satu suara.

Di TPS 3 Kelurahan Menteng, tempat Achmad Diran dan keluarga mencoblos, hasil perolehan suara juga dimenangi pasangan pejabat tersebut. Pasangan Teras Narang-Achmad Diran memperoleh 87 suara, Achmad Amur-Baharudin H Lisa 27 suara, Achmad Yuliansyah-Didik Salmijardi 6 suara, Yuandrias-Basuki 4 suara.

Sedangkan diwilayah Barut secara keseluruhan masih dipegang pasagan AyuDik dengan perolehan 22.835 suara, Teras Diran 17.210 suara, Amur-Bahar 9.178 suara dan Yubas 632 suara. Penghitungan diperoleh di sekretariat Teras Center di Muara Teweh.





Berita lainya:
----------------

Fokus Kalteng:
----------------









------------------------------------------------------------------------------------------------

6/06/2010 12:16:00 PM | Posted in | Selengkapnya »

Surat Suara Lebih Tak Dimusnahkan

SUARAPUBLIC - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Tengah tak melakukan pemusnahan terhadap kelebihan pencetakan surat suara Pilkada Kalteng. Alasannya karena masih dalam proses pemeriksaan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat.

Ketua Panwaslu Kalteng Barombon mengatakan, surat suara yang lebih dicetak itu saat ini mereka titip di Mapolda Kalteng untuk pengamanannya. "Itu barang milik negara yang harus diamankan," kata Barombon, Rabu.

Menurutnya penitipan kelebihan pencetakkan surat suara sebanyak 228.674 tersebut juga karena kantor Panwaslu tidak memiliki gudang penyimpnan dan minimnya personil keamanan.

Untuk itu pihaknya berinisiatif untuk menitipkan kelebihan surat suara tersebut di Mapolda Kalteng karena ada gudang penyimpanan serta personil pengamanan sehingga lebih aman.

Barang-barang tersebut katanya diserahkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalteng dan pihak percetakan PT Pura Barutama, Kudus, Jawa Tengah ke pihaknya.

Sehingga rencana pemusnahan yang akan dilakukan oleh KPU Kalteng dan pihak perusahaan batal dilakukan sesuai hasil kesepakatan bersama.

Berdasarkan hasil klarifikasi pihaknya ke pihak KPU Kalteng, menurut Barombon untuk sementara disimpulkan terindikasi terjadi pelanggaran administrasi.

"Tidak menutup kemungkinan terjadi pelanggaran-pelanggaran lainnya, tapi yang kami lihat saat ini hanya pelanggaran sesuai undang-undang pemilu," katanya.

Pihaknya berkeinginan menyelesaikan permasalahan tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada.

Diketahui kelebihan pencetakkan surat suara tersebut tidak berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ditetapkan pada 5 Juni 2010 sebanyak 1.626.067 pemilih ditambah 2,5 persen dari jumlah DPT, namun berdasarkan DPT Pilpres beberapa waktu lalu.

Rencananya, KPU Kalteng akan memusnahkan kelebihan surat suara tersebut yang disaksikan oleh Kapolda Kalteng, Danrem Panju Panjung, Panwaslu Kalteng serta saksi dari masing-masing pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalteng periode 2010-2015.

Sebelumnya, sekretaris KPU Kalteng Dendul Toepak mengakui bahwa kelebihan pencetakan surat suara tersebut diakibatkan pihak percetakan mencetak surat suara sebelum daftar pemilih tetap (DPT) Kalteng ditetapkan dan kontraknya ditandatangani pada tanggal 28 April.

Karenanya, pihaknya melalui surat tanggal 26 Mei 2010 meminta seluruh KPU yang ada di kabupaten/kota untuk segera mengembalikan kelebihan surat suara tersebut paling lambat sebelum Pilkada berlangsung.





Berita lainya:
---------------

Fokus Kalteng:
---------------










------------------------------------------------------------------------------------------------

6/05/2010 08:51:00 AM | Posted in | Selengkapnya »

Minta Pemilu Kada Kalsel Diulang

web
SUARAPUBLIC - Meski pesimis dengan hasil perhitungan cepat empat lembaga survey, namun kubu pasangan Pasangan Zairullah Ashar-Habib Aboe Bakar (ZA) justru menunjukan kekawatirannya terhadap kebenaran data lembaga itu. Padahal KPU belum melakukan perhitungan resmi, tapi kubu ZA sudah mulai mendesak agar dilakukan pemungutan suara ulang Pilkada Kalsel.

Ketua Tim Kampanye Daerah PasanganZairullah Ashar-Habib Aboe Bakar (ZA), Tasriq Usman, kemaren, mengatakan pihaknya bersama tim pemenangan calon lainnya menemukan banyak sekali indikasi kecurangan selama proses pemilu kada berlangsung pada Rabu (2/6), sehingga meminta pemungutan suara ulang.

"Kami telah sepakat meminta pemilu kada diulang. Sementara berbagai temuan kecurangan di lapangan telah kita laporkan ke bawaslu (badan pengawas pemilu)," tegasnya.

Senada diungkapkan Wakil Ketua Tim Pemenangan Pasangan Rosehan Noor Bachri-Syaiful Rasyid (Rossa), Nizam Razak. Menurutnya, bersama tim pemenangan lainnya Khairil Wahyuni-Alwi Sahlan (Kawal) dan Sjachranie Mataja-Farid Hasan Aman (Safa), telah sepakat mendesak dilakukannya pemilu kada ulang.

"Terjadi kecurangan secara sistematis untuk memenangkan incumbent, sehingga calon kami dirugikan," ungkapnya.

Meski beralasan pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (pemilu kada) ulang, karena ditemukan banyak kecurangan, tapi tetap saja terkesan kubu ZA tak begitu menerima bila kalah dalam Pilkada Kalsel tahun ini.





Berita lainya:
---------------

Lintas Borneo:
---------------











------------------------------------------------------------------------------------------------

6/05/2010 08:34:00 AM | Posted in | Selengkapnya »

Rudy Kebanjiran Tamu dan SMS

web
SUARAPUBLIC - Meski perhitungan suara resmi KPU Kalsel belum dilakukan, namun pasangan duo Rudy dapat dipastikan menjadi pemenang Pilkada Kalsel 2010 ini. Enam lembaga terpercaya, menempatkan pasangan H Rudy Ariffin-H Rudy Resnawan sebagai kandidat terbanyak perolehan suara.

Lembaga tersebut di antaranya Lingkran Survei Indonesia (LSI), Jaringan Isu Publik (JIP), Jaringan Suara Indonesia (JSI), Institute for Regional Development and Politic Studies (IRDePoS) Kalimantan Selatan atau Lembaga Kajian Publik dan Pembangunan Daerah (LKPPD) Kalimantan Selatan kerjasama Radar Banjarmasin dan Duta TV, Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Selatan, terakhir Metro TV.

Rudy Ariffin sendiri sejak diumumkan oleh enam lembaga itu sebagai kandidat terbanyak dapat dukungan masyarakat Kalsel, langsung kebanjiran tamu dan SMS ucapan selamat dari rekan, keluarga dan pendukungnya.

Menurutnya, sejak diumumkan memperoleh suara tertinggi, ada ribuan SMS ucapan selamat masuk ke ponselnya tiap harinya. Sehingga calon pemenang Pilkada Kalsel itu pun terpaksa harus mematikan sementara Ponselnya.

“Dibuka (handphone), bisa ribuan ucapan selamat (SMS) yang masuk. Jujur sekarang saya sedikit lega. Rasanya sekarang lebih rileks dari sebelumnya yang seakan membebani,” ungkap Rudy.

Rudy mengakui tak ada rencana atau program 100 hari kerja bila nanti dia benar-benar terpilih. Dia hanya melanjutkan program terdahulu yang dianggapnya masih menjadi pekerjaan rumah (PR).

"Tapi semua saya anggap PR, bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian. Juga memperhatikan bidang pertambangan,” timpalnya.

Gubernur Kalsel incumben itu mengatakan, dia lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga pasca pemungutan suara hingga, Sabtu(5/6/2010). "Lebih lama menyisihkan waktu untuk istirahat dulu," imbuhnya.

Terpisah, HM Zairullah Azhar menepis kabar miring yang menyebutkan dia “bertingkah aneh,” semisal marah-marah atau jatuh sakit seusai terbitnya rilis quick count Pemilukada Kalsel 2010.

“Buktinya, saya tidak apa-apa, dan sehat-sehat saja,” ujar Zairullah, sambil tertawa lepas. Diutarakan Bupati Tanah Bumbu itu, terkait pengumuman hasil quick count, tidak membuat dia menjadi pesimis.

“Laporan beberapa tim kampanye, pergerakan kumulatif terus mengalami kenaikan untuk ZA, beriringan susul menyusul dengan Dua Rudy,” katanya.

HM Zairullah Azhar belakangan mengisi kesibukan dengan berolahraga karate di pagi hari dan kumpul-kumpul bersama keluarga, kegiatan-kegiatan religi seperti tausiyah dan zikir, terus rapat konsolidasi tim kampanye ZA.





Berita lainya:
------------------

Lintas Borneo:
---------------








------------------------------------------------------------------------------------------------

6/05/2010 08:15:00 AM | Posted in | Selengkapnya »

Uang Tak Menjamin Menang Pilkada

SUARAPUBLIC – Pribahasa uang adalah segala-galanya tak berlaku pada Pilkada Kalimantan Selatan tahun ini. Terbukti, pasangan Zairullah Azhar dan Habib Abu Bakar Alhabsy yang dilaporkan sebagai kandidat terkaya justru kalah perolehan suara dengan Dua Rudy, yang sedikit dana kampanyenya.

"Banyak uang, belum tentu bisa menang pemilihan. Banyak uang bukan berarti kandidat tersebut harus menang Pilkada," kata Direktur Lingkran Survei Indonesia (LSI) Denny J.A usai melakukan perhitungan suara cepat, kemaren.

Denny mencontohkan pasangan ZA yang sejak awal masa sosialisasi gencar melakukan serangan udara lewat media nasional, pada faktanya terpuruk pada proses penghitungan suara.

“Ada dua hal pelajaran berharga sekaligus pesan moral Pemilukada. Pertama ilmu social saat ini sudah jauh lebih maju, dan kedua kandidat dengan banyak uang belum tentu menang,” katanya kepada wartawan.

Menurut Denny, dalam konteks kemajuan ilmu social, dua minggu sebelum pemungutan suara digelar, LSI telah mengeluarkan prediksi bahwa Dua Rudy akan menang satu putaran dengan perolehan suara diatas 40 persen.

“Dan sekarang terbukti, ini artinya ilmu sosial di Indonesia sudah maju sekali dan sudah bisa memprediksi apa yang belum terjadi,” sebutnya.

Lebih penting adalah pesan moral yang jauh lebih berharga pada Pemilukada Kalsel kali ini menunjukan bahwasanya kandidat yang memiliki modal besar atau memiliki uang banyak belum tentu memenangkan Pemilukada.

Pasangan Zairullah Azhar dan Habib Abu Bakar Alhabsy, kata Denny, merupakan kandidat terkaya dari kandidat lainnya. Kandidat yang dibakcup oleh Fox Indonesia ini juga telah mengeluarkan biaya yang tak sedikit hanya untuk sosialisasi lewat media elektronik skala nasional.

“Lihat saja Dua Rudy, dana kampanyenya sedikit bukan berarti kalah dalam Pemilukada. Uang banyak tak tentu menang,” ulangnya.

Menyinggung hasil perolehan suara Pemilukada Kalsel 2010 dengan perhitungan cepat dilakukan LSI, Denny menyebutkan bila Dua Rudy (H Rudy Ariffin-H Rudy Resnawan) berhasil memperoleh suara terbanyak dan mengungguli kandidat lainnya, termasuk rifal terberatnya pasangan Zairullah Azhar dan Habib Abu Bakar Alhabsy.

Sementara sejumlah lembaga yang mengadakan quick count atau penghitungan cepat terhadap Pemilukada Kalsel 2010, sementara ini juga menampilkan H Rudy Ariffin-H Rudy Resnawan (Dua Rudy), sebagai kandidat yang mengungguli perolehan suara empat pasangan lainnya.

Lembaga tersebut di antaranya Jaringan Isu Publik (JIP), Jaringan Suara Indonesia (JSI), Institute for Regional Development and Politic Studies (IRDePoS) Kalimantan Selatan atau Lembaga Kajian Publik dan Pembangunan Daerah (LKPPD) Kalimantan Selatan kerjasama Radar Banjarmasin dan Duta TV, Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Selatan, terakhir Metro TV.




Berita lainya :
---------------

Lintas Borneo:
---------------










------------------------------------------------------------------------------------------------

6/05/2010 07:45:00 AM | Posted in | Selengkapnya »

Index Arsip

Lihat Komentar

Posting Terbaru