Hujan Deras, Debit Air Bagian Hulu Sungai Barito Mengalamai Kenaikan
MUARA TEWEH-Kabar kembira untuk para pengusaha tambang batu bara yang punya investasi di wilayah Kabupaten Barito Utara (Barut) dan Kabupaten Murung Raya (Mura), Kalteng. Pasalnya, debit air di bagian hulu Sungai Barito yang sebelumnya surut kini mengalami kenaikan lebih dari satu meter.Debit air Sungai Barito sendiri mengalami kenaikan setelah beberapa daerah diwilayah Barut dan Mura kemaren diguyur hujan cukup lebat. Belum diketahui persisi tingkat curah hujan termasuk daerah potensi hujan hingga beberapa minggu kedepan.
Ini karena data dari Badan Meteologi Geofisika Barut belum berhasil terkaper. Hanya diberi penjelasan, dalam kurun dua minggu kedepan mulai Jumat (20/11), pontensian curah hujan hampir merata diwilayah Barut dan Mura.
Soal kedalaman air tak masalah untuk pengangkutan batu bara meski dalam kafasitas besar. Hanya saja jembatan KH Hasan Basri yang membentang sungai Barito di daerah Pasar Dermaga Muara Teweh, diragukan bisa dilewati.
Kira-kira jarak mulai dari permukaan air hingga lantai jembatan tak lebih dari dua meter. Namun untuk tongkang besar disarankan untuk terlebih dahulu memeriksa sekitar jembatan sebelum memutuskan melintas.
Karena sepertinya dengan kondisi air yang cukup tinggi kenaikannya dibanding dua hari lalu, dibawah jembatan hanya bisa dilewati tongkang bermuatan kurang dari 500.000 MT."Nanti kita akan buat surat edaran bila bawah jembatan KH Hasan Basri tak layak dilewati," ucap Tenggara, Kepala Dinas Perhubungan dan Telekomonikasi Barut.